Deteksi Garis Tepi dengan Operator Robert, Sobel, dan Prewitt

Deteksi garis tepi  pada suatu citra adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra. Tujuannya adalah Untuk menandai bagian yang menjadi detail gambar/citra untuk memperbaiki detail dari gambar/citra yang blur, yang terjadi karena adanya efek dari proses akuisisi citra. Suatu titik (x,y) dikatakan sebagai tepi (edge) dari suatu citra bila titik tersebut mempunyai perbedaan yang tinggi dengan tetangganya.  Berikut pengertian dari beberapa metode Robert, Sobel, dan Prewitt   beserta contoh pgogram pada matlab.

Robert

Metode Robert adalah nama lain dari teknik differensial pada arah horisontal dan differensial pada arah vertikal, dengan ditambahkan proses konversi biner setelah dilakukan differensial. Maksud konversi biner adalah meratakan distribusi warna hitam dan putih. Contoh program pada matlab :

 

reza2

Mengubah warna background dengan thresholding

reza1

Thresholding adalah proses mengubah citra berderajat keabuan menjadi citra biner atau hitam putih sehingga dapat diketahui daerah mana yang termasuk obyek dan background dari citra secara jelas. Citra hasil thresholding biasanya digunakan lebih lanjut untuk proses pengenalan obyek serta ekstraksi fitur. Metode thresholding secara umum dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Thresholding global
Thresholding dilakukan dengan mempartisi histogram dengan menggunakan sebuah threshold (batas ambang) global T, yang berlaku untuk seluruh bagian pada citra.
2. Thresholding adaptif
Thesholding dilakukan dengan membagi citra menggunakan beberapa sub citra. Lalu pada setiap sub citra, segmentasi dilakukan dengan menggunakan threshold yang berbeda.
Yang menjadi fokus dalam tugas akhir ini adalah metode thresholding global. Thresholding diimpelementasikan setelah dilakukan proses perbaikan kontras citra menggunakan fungsi Contrast-limited adaptive histogram equalization (CLAHE). Thresholding dikatakan global jika nilai threshold T hanya bergantung pada f(x,y), yang melambangkan tingkat keabuan pada titik (x,y) dalam suatu citra.

 

brightness dan kontras pada citra RGB warna

1.Brightness

Brightness adalah atribut dari persepsi visual yang menandakan jumlah cahaya. Dengan kata lain, brightness adalah persepsi yang ditangkap dari sebuah objek yang memantulkan cahaya. Semakin tinggi nilai brightness semakin banyak cahaya yang dipantulkannya (semakin pucat warna yang terlihat).

Brightness adalah proses penambahan kecerahan dari nilai derajat keabuan. Proses brightness ini dilakukan dengan me-nambahkan nilai derajat keabuan dengansuatu nilai penambah. Brightness atau Value menunjukkan seberapa banyak tingkat kecerahan dan kegelapan. Perubahab pada brightness dapat dilakukan dengan mencampurkan sebuah warna dengan warna hitam atau putih.

penerapan pada matlab:

reza1

2. Contras

Contrast adalah tingkat penyebaran piksel-piksel ke dalam intensitas warna,
–Kontras : sebaran terang (lightness)dan gelap (darkness)di dalam sebuah citra.
–Citra dengan kontras rendah komposisi citranya sebagian besar terang atau sebagian besar gelap.
–Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap dan terangnya tersebar merata.
Kesimpulan

Kontras, sebagai prinsip vital dalam desain, sebenarnya lebih dari sekedar membedakan gelap dan terang saja. Penggunaannya pun harus bijak. Anda bisa mengeksplor kontras lebih dalam dan menggunakannya untuk membawa derajat desain Anda ke jenjang yang lebih tinggi.

reza1

pemahaman tentang looping

Perulangan Dalam Bahasa C

 

  • Perulangan :

Perulangan data atau yang biasa disebut dengan “looping” adalah proses yang dilakukan secara berulang-ulang sampai batas yang ditentukan. Biasanya bila dalam perulangan tersebut tidak disertakan batasnya maka syntax akan error karena proses itu akan berulang terus hingga tak terhingga sementara variabel dalam komputer masih terbatas.

Jenis :

1. For
2. while
3. do while

a) FOR

Untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlahnya

 

  • Syntax untuk menuliskan perintah for adalah sebagai berikut:for(inisialisasi nilai; syarat pengulangan; perubahan nilai){ statement-yang-akan-diulang;}
  • Contoh :

    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>

    //judul:contoh penggunaan for

    int main()

    {

    int x;

    printf(“mengulangan kata :\n”);

    printf(“\”jemmy\””);

    printf(“sebanyak 2 kali\n\n”);

     

    for(x=1; x<=2; x++)

    {

    printf(“\”jemmy\”\n”);

    }

    return 0;

    }

b)  WHILE

 

Untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui jumlahnya. Pengecekan kondisi akan dilakukan terlebih dahulu. Jika kondisi masih bernilai true, maka looping akan terus berlanjut

 

  • Syntax penulisan while sebagai berikut:while(syarat-pengulangan){ statement-yang-akan-diulang; }
  • Contoh :

    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>

    //judul:penggunaan while

    int main()

    {

    int x=1;

    printf(“Mengulang kata :\n”);

    printf(“\”jemmy\””);

    printf(“sebanyak 2 kali\n\n”);

     

    while (x<=2)

    {

    printf(“\”jemmy\”\n”);

    x++;

    }

    return 0;

    }

  • C )DO – WHILEUntuk mengulang suatu proses yang belum diketahui     jumlahnya. Instruksi akan dijalankan lebih dahulu, kemudian dilakukan pengecekan kondisi apabila masih bernilai true maka looping akan terus berlanjut.

     

    • Syntax penulisannya sebagai berikut:do{ statement-yang-akan-diulang;}while(syarat-pengulangan);

     

    Contoh :

    #include <stdio.h>

    #include <conio.h>

    //judul:penggunaan do-while

    int main()

    {

    int x=1;

    printf(“mengulang kata :\n”);

    printf(“\”jemmy\””);

    printf(“sebanyak 2 kali\n\n”);

     

    do

    {

    printf(“\”jemmy\”\n”);

    x++;

    }

    while (x<=2);

     

    return 0;

    }