Pahitnya Hidup

Kualifikasi Piala Dunia 2018 menyuguhkan cerita beraneka rasa. Mulai dari haru dan bangga yang meliputi tim-tim yang berhasil lolos, sampai rasa kecewa dan sedih dari tim-tim yang tersingkir.

Untuk kategori pertama, euforia akan berlaga di Rusia terutama dirasakan oleh Islandia dan Panama. Keduanya menjadi tim debutan di turnamen internasional paling bergensi tahun depan itu. Sampai-sampai Presiden Panama, menetapkan hari Rabu menjadi Hari Libur Nasional gara-gara hasil yang diraih timnasnya pada hari yang sama. Ada juga cerita mengenai penghormatan yang Mesir berikan pada Mohammed Salah dengan menamai salah satu madrasah di Negeri Fir’aun itu dengan namanya.

Kategori kedua tak urung juga menjadi perhatian dunia. Tim-tim besar semacam Wales, Belanda dan Chile, terpaksa harus mengakhiri impian berlaga di Rusia. Dari Wales, performa mega bintang Real Madrid, Gareth Bale yang sering dirundung cedera dijadikan kambing hitam oleh banyak kalangan atas kegagalan timnasnya menembus kualifikasi. Negeri Kincir Angin juga harus menelan pil pahit meski di laga pamungkas menumbangkan Swedia dua gol tanpa balas. Margin gol mereka kurang banyak untuk memenuhi syarat hitung-hitungan bisa lolos ke play-off, walhasil Arjen Robben–yang mencetak brace–memutuskan pensiun tak lama setelah laga itu berakhir. Dan cerita paling mengenaskan datang dari timnas Chile.

Adalah bintang Chil–yang juga pemain Arsenal–,Alexis Sanchez, yang harus menanggung beban kesedihan paling berat. Dimulai dari tidak berlaganya Meriam London di UEFA Champions League, gagalnya transfer sang pemain di bursa transfer musim panas, tidak masuknya dirinya ke dalam nominee Ballon d’Or 2017, lalu yang terakhir tersingkirnya Chile lebih awal dari gelaran Piala Dunia 2018. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bukan, sudah tertimpa tangga tidak ada yang menolong pula! Orang-orang malah sibuk mengambil potret dirinya yang tertunduk lesu di lapangan hijau. Alexis, oh, Alexis. Malang benar nasibmu.

Yang sabar, Bang!

Yang sabar, Bang!

Tapi Alexis Sanchez adalah laki-laki sejati. Rentetan kegagalan ini tidak akan membuatnya pensiun dini tentunya, kan? Apalagi rumor yang beredar, pada bursa transfer Januari dia akan hengkang dari Ibu Kota Inggris. Banyak klub besar yang akan senang menampungnya. Benar kan, Bang Alexis?

Jadi, jika kamu menganggap hidupmu penuh masalah dan rasanya ingin menyerah saja, tengoklah Alexis Sanchez!

About C11 Rory Ashshiddiq

Stop looking for happiness and start to create it.
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *