Home » Peternakan

Category Archives: Peternakan

Cara Sederhana Ternak Ikan Betutu, Diminati Hingga Pasar Luar Negri !

Ikan betutu atau pun ikan malas ini mempunyai beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Tekstur daging ikan yang satu ini sangatlah lembut dan berwarna putih terang. Namun terlepas dari pasar lokal, penggemar dari ikan betutu tersebut juga datang dari luar negeri, lho. Nah, untuk itulah pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi seputar cara sederhana ternak ikan betutu. Penasaran? Langsung saja simak informasi selengkapnya di bawah ini.

 

Cara sederhana ternak ikan betutu

Untuk konstruksi kolam pada ternak ikan betutu ini adalah kepadatan ikan 16 ekor/kaki persegi atau 1 m sama dengan 3 kaki. Pencahayaan samar-samar dengan menggunakan tumbuhan akuatik dan juga plastik hitam sebagai pelindung cahaya sinar matahari secara langsung. Penyediaan tempat untuk bersembunyi dapat dari genting maupun pipa PVC, sedangkan untuk kedalaman airnya bisa disesuaikan untuk penetapan suhu air serta diperkirakan ikan betutu dapat mengejar anak ikan. Tinggi air yang cukup sekitar 40 hingga 50 cm. Untuk kandungan oksigen terlarut DO lebih dari 5 mg/1. Bila sudah selesai, kolamnya bisa dibiarkan kering selama 3 hingga 5 hari, sehingga semua hama atau kuman mati. Jika sudah, pupuk organik kering seperti kotoran sapi, kuda, kerbau, atau pun kompos sebagai provokasi pertumbuhan makanan alami untuk bibit ikan betutu total 0.5 kg/meter persegi.

Bila sudah selesai proses pemupukan kolam bisa diisi dengan air sampai dengan 30 cm, dan tunggulah sampai airnya tampak berubah jadi hijau. Bila airnya sudah berwarna hijau, air ditambahkan lagi sampai dengan 1 m. Kini giliran untuk memasukkan bibit ikan nila sebagai makanan ikan betutu. Sebagai perkiraan, kolam dengan ukuran 200 hingga 300 m2 diperlukan bibit ikan mujair sebanyak 1 hingga 1.5 kuintal, setelah 1 sampai 2 bulan ikan mujairnya yang rajin dan doyan kawin ini akan jadi makanan alami bagi ikan betutu.

Sedangkan pembesaran ikan betutu dengan makanan alami seperti guppy atau pun udang karang, 8 hingga 12 bulan ukuran 10 cm hingga 400 gram. Akan tetapi bila pelet sebagai pakannya dari ukuran 10 cm hingga 400 gram membutuhkan 5 hingga 6 bulan,  menjadi ukuran 1 ons lebih cepat sekitar 3 bulan.

Demikianlah cara sederhana ternak ikan betutu yang bisa kami informasikan kepada Anda semuanya. Semoga bisa bermanfaat.

Baca Juga Ulasan Singkat Mengenai Cara Ternak Ikan Patin di Kolam Terpal

 

Ulasan Singkat Mengenai Cara Ternak Ikan Patin di Kolam Terpal

Keterbatasan lahan terkadang menjadi penghalang untuk bisa memelihara ikan, maka di dalam membudidayakan atau berternak ikan patin adalah pilihan yang paling tepat untuk Anda ambil. Karena, Anda bisa melakukannya di luar atau pun di dalam ruangan, yang pastinya Anda pun juga tidak membutuhkan lahan serta tanah yang luas, karena cara berternak ikan patin yang diterapkan adalah penggunaan kain terpal.

Penggunaan kain terpal untuk ternak ikan patin ini memang sangat efektif dan mampu menghemat biaya. Selain itu, ikan ini terbilang masih menempati posisi penjualan yang cukup tinggi. Lantas, bagaimana cara berternak ikan patin di kolam terpal? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Cara ternak ikan patin di kolam terpal

Cara ternak ikan patin yang pertama adalah pemilihan tipe dari kolam terpal itu sendiri, ada sekitar 4 tipe kolam yang masing-masing bisa Anda pilih sesuai dengan anggaran atau pun pertimbangan lokasi, diantaranya kolam keseluruhan, kolam tanah dilapisi terpal, kolam tembok dilapisis terpal, dan kolam terpak instan. Hal yang kedua adalah kesiapan beberapa alat pendukung untuk kolam ikan patin tersebut, yang mana Anda harus bisa menyiapkan beberapa perlengkapan seperti blower, pompa air, paralon, ember, dan juga penjaring untuk memanen benih.

Selanjutnya adalah tentang cara pembesaran serta pembibitan. Sebelum Anda mulai menyebarkan benih ikan patinnya, silakan isi kolam terpal dengan air maksimal 20 cm, setelah 5 hari, tambahkan volume airnya secara bertahap. Dan selama kurang lebih 1 bulanan, benih ikan patin tersebut harus diberikan pakan cacing sutra atau pun kutu air yang sudah dibersihkan dalam ar disenfektan. Sebenarnya, di dalam berternak ikan patin ini sangatlah mudah, asal Anda rajin di dalam melakukan pengecekan serta pengontrolan di masa-masa awal pemeliharaan. Saat memanen ikan patinnya pun Anda tinggal menggunakan kantong plastik sebagai krakatnya.

Selain hal tersebut, harus Anda tahu juga jika ikan dengan jenis satu ini bisa menyesuaikan setiap kandungan oksigen yang ada di dalam air tempat mereka untuk hidup, jadi Anda juga tidak perlu repot lagi untuk mengganti atau pun mengalirkan dalam waktu yang berdekatan. Namun, meskipun demikian Anda juga masih perlu untuk menguras serta mengisinya dengan air yang baru.

Demikianlah cara ternak ikan patin di kolam terpal yang bisa kami informasikan. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi.