Proses Industri Sektor Konveksi

Bisnis konveksi adalah salah satu jenis bisnis yang cukup populer di Indonesia. Tersebar hampir di setiap daerah. Kepopuleran bisnis konveksi utamanya adalah disebabkan karena dua hal.

Pertama, karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi, yaitu pakaian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, maka market untuk bisnis konveksi akan selalu ada. Pangsa pasar yang jelas, membuat tidak sedikit orang yang berusaha memaksimalkan potensi dari bisnis konveksi. Kedua, bisnis konveksi menjadi populer karena entry barrier untuk bisa memulai bisnis ini tidak terlalu besar. Seseorang bisa memulai sebuah bisnis konveksi dengan hanya bermodalkan dua atau tiga buah mesin jahit. Dan mesin jahit, adalah salah satu mesin produksi termurah. Tidak seperti mesin-mesin produksi di industri lainnya yang harganya bisa mencapai ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah, seseorang bisa membeli mesin jahit hanya dengan harga ratusan ribu rupiah saja. Seseorang bisa memulai berbisnis konveksi dari garasi rumahnya yang luasnya hanya beberapa meter persegi saja, tidak perlu membuat pabrik yang luasnya ratusan atau ribuan meter persegi. Karena entry barrier yang tidak terlalu besar inilah tidak sedikit orang yang berani mencoba berbisnis konveksi.

Dalam pembuatan baju ada 2 jenis yaitu dalam skala home industri dan skala pabrik. Berikut alur proses produksinya. Continue reading Proses Industri Sektor Konveksi

Sistem Informasi Geografis

Hei guys, kali ini aku mau bahas tentang Sistem Informasi Geografis atau biasa kita sebut GIS. Menurut kalian apa sih itu SIG (Sistem Infromasi Geografis) atau GIS ? penting gak sih untuk dunia kesehatan? Trus penting gak sih buat kita mahasiswa kesehatan masyarakat tahu atau paham apa itu GIS?

SIG (Sistem Informasi Geografis) atau GIS itu sistem informasi berbasis komputer yang dirancang utuk bekerja dengan enggunakan data yang memiliki informasi spasial. Menurut WHO Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan sebagai  :

  1. Menentukan Distribusi Geografis Penyakit.
  2. Analisis trend Spasial dan Temporal
  3. Pemetaan Populasis Berisiko
  4. Stratifikasi Faktor risiko
  5. Penilaian Distribusi Sumberdaya.
  6. Perencanaan dan Penentuan Intervensi.
  7. Monitoring Penyakit.

Penyajian informasi kesehatan dengan menggabungkan antara data dan peta bukanlah hal yang baru di bidang kesehatan. Tahun 1854 John Snow secara manual menampilkan informasi wabah kolera dalam bentuk peta sehingga dapat menentukan sumber penularan penyakit tanpa mengetahui jenis bakteri dan cara penularan wabah. Sejak saat itu, penggunaa SIG berkembang lebih luas, tidak hanya terbatas untuk memetakan distribusi penyakit tetapi juga distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan. Continue reading Sistem Informasi Geografis

STRATEGI PEMASARAN SOSIAL DENGAN TEORI STP

Nama : Septiana Andita S

Nim : D11.2014.01859

Mata Kuliah : Promosi K3


Strategy Social Marketing atau Strategi Pemasaran Sosial merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk menjual gagasan dallam rangka engubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan. Pada dasarnya menurut Hermawan adalah sesuatu yang sederhana. Apabila seseorang atau organisasi mempraktikan prinsip – prinsip : promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau seseorang perusahaan telah menjalankan marketeng dengan benar. (Anon., 2006)

Menurut Andreassen. 1994 Pemasaran sosial adalah suatu adaptasi dari teori pemasaran dalam rangka mendesai suatu program untuk mempegaruhi seseorang merubah perilakunya secara sukarela dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu dan juga masyarakat dimana individu tersebut menjadi bagian. Secara umum, social marketing bukan merupakan sains tetap lebih kepada kegiatan profesional yang bergantung pada beragam disiplin ilmu dalam rangka menciptakan program – program ntervensi untuk merubah perilaku manusai ( Smith, 2006).

Dalam menjalankan atau menerapkan social marketing ada beberapa faktor yang menyebabkan  kegagalan dan keberhasilan dalam menjalankan strategi ini. Lefebvre dan Flora (1998) menjelaskan bahwa terdapat delapan elemen pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan elemen tersebut antara lain : (Husein, 2014)

  1. Program program social marketing haruslah berorientasi pada target audiens
  2. Agar perilaku baru yang dijual oleh pemasar social dapat diadopsi dalam jangka waktu yang lama maka sifatnya harus sukarela tanpa paksaan
  3. Program – program pemasaran sosial harus berdasar pada penelitian terlebih dahulu dan disesuaikan dengan target marketnya
  4. Melakukan penelitian formatif dalam rangka mendesain program intervensi
  5. Melakukan analisis terhadap saluran distribusi yang paling menguntungkan dalam menyampaikan intervensi yang dibuat
  6. Menerapkan bauran pemasaran (marketing mix) secara komprehensif
  7. Mempersiapkan proses evaluasi dan monitoring
  8. Melakukan pengelolaan yang menyeluruh dan terintegrasi terhadap program yang dibuat.

Jantung pemasaran strategi moderen dapat dijelaskan sebagai pemasaran STP atau Segmenting (Segmentasi), Targeting (Penentuan target pasar), dan Positioning (Penentuan Posisi Pasar). Namun para penjual tidak selalu harus berpegang pandangan ini dalam strategi pemasaran, mereka sering melewati 3 tahap berikut :

  1. Pemasaran Masal, dimana tahap ini perusahaan memproduksi secara besar – besaran, dan juga mempromoikan secara besar- besaran hanya satu jenis produk kepada seluruh pembeli.
  2. Pemasaran aneka produk, dimana perusahaan memproduksi 2 atau lebih produk yang masing – masing berlainan dalam model, ukuran, kualitas, dan sebagainya.
  3. Pemasaran Sasaran, dimana tahap ini pasar mulai dipisahkan secara jelas kedalam banyak segmen pasar kemudian perusahaan memilih satu atau lebih segmen, memproduksi barang dan mengembangkan segala bauran pemasaran yang dirancang khusus untuk masing – masing segmen.

Continue reading STRATEGI PEMASARAN SOSIAL DENGAN TEORI STP

Psikologi Kerekayasaan

Psikologi kerekayasaan (Engineering Psycology) memperhatikan dan penerapan informasi tentang perilaku manusia dalam kaitannya dengan mesin – mesin, peralatan, pekerjaan dan lingkungan kerja. Istilah lain dari psikologi kerekayasaan ada beberapa yaitu

  1. Human Factors Engineering
  2. Human Engeneering
  3. Biomechanics
  4. Ergonomics
  5. Psikoteknologi
  6. Psikologi eksperimen terapan

Tujuan psikologi kerekayasaan yaitu membantu rancangan dari peralatan, tugas, tempat kerja dan lingkungan kerja sedemikian rupa, sehingga mereka merupakan pasangan paling tepat bagi kemampuan dan keterbatasan tenaka kerja.

Tugas psikologi kerekayasaan adalah

  1. Mesin dan alat yang digunakan manusia dalam pekerjaannya.
  2. Lingkungan tempatkerja untuk membuat pekerjaannya lebih sesuai bagi manusia

Continue reading Psikologi Kerekayasaan

Motivasi dalam Psikologi Industri

  1. Definisi

Motivasi ( latin movere / to move = menggerakan ) adalah proses dalam diri manusia yang mendoorong manusia untuk melakukan aktivitas dan perlaku tertentu untuk memenuhi tujuannya

Ada beberapa definisi Motivasi  dari beberapa ahli

  • Atkinson, 1964, Motivation is the contemporary influance on direction, vigor, and persistence of action
  • Jones, 1955, Motivation is how behavior gets started, is energized, is sustained, is stopped, and what kind of subjective reaction is present in the organism while all this is going on
  • Vroom, 1964, Motivation is a process governing choice made by persons or lower organisms among alternative forms of voluntary activity
  • Robbins, 2001, kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual
  • Catt & Miller, 1991, motivation is an internal process through which needs and desires are satisfied

Continue reading Motivasi dalam Psikologi Industri

Sistem Manajemen dan Audit K3

  1. Jelaskan perbedaan SMK3 dengan OHSAS 18001 ?
  2. Jelaskan masalah masalah yang sering terjadi pada penerapan sistem manajemen K3 di Indonesia ?

jawaban

  1. Menurut PP no. 50 Tahun 2012 Pasal 5 ayat (2)

a. OHSAS 18001:2007

  • Penerapan bersifat opsional
  • Dokumen acuan sistem manajemen K3 yang dipublikasikan pertama kali oleh British Standard Institute (BSI)
  • Berlaku secara Internasional
  • Sertifika pemenuhan diberikan oleh badan audit yang ditunjuk oleh organisasi atau perusahaan
  • Sertifikat akan diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang lolos audit sertifikasi
  • Tidak ada ketentuan sanksi jika menerapkan standart ini.

b. SMK3 PP 50 tahun 2012

  • Penerapan bersifat wajib unutk perusahaan tertentu yang memenuhi syarat
  • Dokumen acuan sistem manajemen K3 yang dikeluarkan oeh pemerintah RI
  • Berlaku secara nasional, yaitu dalam wilayah hukum Indonesia saja
  • Sertifikat pemenuhan diberikan oleh badan audit yang di tunjuk oleh pemerintah.
  • Selain sertifikat, perusahaan atau organisasi akan mendapatkan bendera K3 (emas/ perak)
  • Ada pemberian sanksi jika tidak menerapkan standar ini

Continue reading Sistem Manajemen dan Audit K3

Psikologi Industri

  1. Pekerjaan yang saya harapkan setelah lulus?

Ada beberapa pekerjaan yang saya harapkan salah satunya sebagai ahli K3. Saya mengharapkan bisa bekerja di perusahaan ataupun di pertambangan yang ada di Indonesia. walaupun hanya ada di luar daerah saya tinggal, namun itu merupakan suatu tantangan baru bagi saya untuk mencoba pengalaman yang baru.

  1. Gambaran pekerjaan dan pekerjaan yang dilakukan

Untuk gambaran, saya melamar di bagian K3LH yang ada di perusahaan/ pertambangan tersebut dan dapat mencegah kecelakaan kerja atau kemungkinan kecelakaan kerja yang akan terjadi. Mengapa? Karena jika ada kecelakaan kerja disuatu perusahaan itu merupakan menjadi kerugian bagi perusahaan/pertambangan tersebut. Sehingga kita harus menyadari dari awal kecelakaan/ kerugian apa yang mungkin akan terjadi.

Continue reading Psikologi Industri