STRATEGI PEMASARAN SOSIAL DENGAN TEORI STP

Nama : Septiana Andita S

Nim : D11.2014.01859

Mata Kuliah : Promosi K3


Strategy Social Marketing atau Strategi Pemasaran Sosial merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk menjual gagasan dallam rangka engubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan. Pada dasarnya menurut Hermawan adalah sesuatu yang sederhana. Apabila seseorang atau organisasi mempraktikan prinsip – prinsip : promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau seseorang perusahaan telah menjalankan marketeng dengan benar. (Anon., 2006)

Menurut Andreassen. 1994 Pemasaran sosial adalah suatu adaptasi dari teori pemasaran dalam rangka mendesai suatu program untuk mempegaruhi seseorang merubah perilakunya secara sukarela dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu dan juga masyarakat dimana individu tersebut menjadi bagian. Secara umum, social marketing bukan merupakan sains tetap lebih kepada kegiatan profesional yang bergantung pada beragam disiplin ilmu dalam rangka menciptakan program – program ntervensi untuk merubah perilaku manusai ( Smith, 2006).

Dalam menjalankan atau menerapkan social marketing ada beberapa faktor yang menyebabkan  kegagalan dan keberhasilan dalam menjalankan strategi ini. Lefebvre dan Flora (1998) menjelaskan bahwa terdapat delapan elemen pokok yang harus diperhatikan dalam menjalankan elemen tersebut antara lain : (Husein, 2014)

  1. Program program social marketing haruslah berorientasi pada target audiens
  2. Agar perilaku baru yang dijual oleh pemasar social dapat diadopsi dalam jangka waktu yang lama maka sifatnya harus sukarela tanpa paksaan
  3. Program – program pemasaran sosial harus berdasar pada penelitian terlebih dahulu dan disesuaikan dengan target marketnya
  4. Melakukan penelitian formatif dalam rangka mendesain program intervensi
  5. Melakukan analisis terhadap saluran distribusi yang paling menguntungkan dalam menyampaikan intervensi yang dibuat
  6. Menerapkan bauran pemasaran (marketing mix) secara komprehensif
  7. Mempersiapkan proses evaluasi dan monitoring
  8. Melakukan pengelolaan yang menyeluruh dan terintegrasi terhadap program yang dibuat.

Jantung pemasaran strategi moderen dapat dijelaskan sebagai pemasaran STP atau Segmenting (Segmentasi), Targeting (Penentuan target pasar), dan Positioning (Penentuan Posisi Pasar). Namun para penjual tidak selalu harus berpegang pandangan ini dalam strategi pemasaran, mereka sering melewati 3 tahap berikut :

  1. Pemasaran Masal, dimana tahap ini perusahaan memproduksi secara besar – besaran, dan juga mempromoikan secara besar- besaran hanya satu jenis produk kepada seluruh pembeli.
  2. Pemasaran aneka produk, dimana perusahaan memproduksi 2 atau lebih produk yang masing – masing berlainan dalam model, ukuran, kualitas, dan sebagainya.
  3. Pemasaran Sasaran, dimana tahap ini pasar mulai dipisahkan secara jelas kedalam banyak segmen pasar kemudian perusahaan memilih satu atau lebih segmen, memproduksi barang dan mengembangkan segala bauran pemasaran yang dirancang khusus untuk masing – masing segmen.

3 langkah untuk melakukan sasaran pemsaran :

A. SEGMENTASI PASAR

Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi pembeli yang kebutuhan, karakteristik atau perilaku berbeda dan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah.

        Syarat Segmentasi yang Efektif

  •  Dapat diukur (Measurable), ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat tertentuu
  • Dapat dijangkau (Accessible) segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif
  • Cukub besar (Subtantial) segmentasi pasar cukup besar atau memberi laba yang dapat dilayani
  • Dapat dibedakan (Differentiable) berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas
  • Dapat dijelaskan (Actionable) berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan

Ada 3 pola dalam mengidentifikasi pemilihan pasar yaitu

  1. Prefensi terebar, bila sauatu merk memasiko pasar kemungkinan ia akan ditempatkan ditengah meminimalkan jumlah total ketidakpuasan konsumen. Pesaing baru dapat menempatkan diri dekat dengan merk pertama dan berjuang untuk memperoleh pangsa pasar.
  2. Prefensi mengkelompok, perusahaan pertama dala pasar memiliki 3 pilihan penempatan diri di tenan dengan berharap dapat menarik semua kelompok, menempatkan diri dari segmen terbesar atau pemasaran terkonsentrasi, atau mingkin mengembangkan beberapa merk masing – masing ditempatkan pada segmen yang berbeda – beda.
  3. Prefensi homogen, pasar menunjukan tiada segmen, hanya kedua atribut yang diperhatikan.

      Tahap Segmentasi Pasar, (Kotler, 2003)

  • Survei stage, dima tahap untuk melakukan eksplorasi baik focus group discussion atau wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku mahasiawa.
  • Analysis stage, tahap analisis terhadap informasi yang diperoleh melalui survei.
  • Profiling stage, dimana tahap untuk mengidentifikasi profil masing – masing cluster yang terbentuk

B. MARKET TARGETING (PEMILIHAN PASAR SASARAN)

Menetapkan sasaran atau targeting marketing adalah tindakan mengevaluasi keaktifan daya tarik setiap segmen pasar dan memilih salah satu atau lebih dari segmen pasar tersebut dimasuki.

       Pola pemiihan pasar sasaran

  • Konsentrasi pada segmen tunggal, melalui pasar terkonsentrasi maka perusahaan posisi pasar yang kuar dalam segmen. Dna terbatas segmen tanpa pesaing, titik tolak untuk ekspansi
  • Spesialisasi selektif, perusahaan memilih beberapa segmen masing – masing yang dilihat daya tariknya dan kesesuaian dengan tujuan serta sumber daya perusahaan.
  • Spesialisasi produk, melalui stategi ini perusahaan membangun reputasi tinggi dalam satu area produk yang khusus, risiko akan muncul bila produk tersebut dikalahkan oleh teknologi lebih baru.
  • Spesialisaai pasar, perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok tertentu.
  • Jangkauan pasar secara penuh, perusahaan berusaha untuk melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang diperlukan.Targeting dibedakan menjadi 3 :
  • Undifferentiated marketing, tidak ada perbedaan segmentasi seluruh pasar ingin di jangkau
  • Differetiated marketing, pasar di bagi beberapa segmen dan perusahaan membuat penawaran berbeda untuk masing – masing segmen
  • Concentrated marketing, knsentrasi pada satu segmen

C. POSITIONING (PENEMPATAN PRODUK)

Positioning adalah tindakan untuk menmpatka posisi bersaing produk dan bauran pemasaran yang tepat pada setiap pasar sasaran.

     Faktor yang harus diperhatikan dalam Positioning

  • Be Creative : Perusahaan harus kreatif dalam mencuri perhatian target market (konsumen).
  • Simplicity : Komunikasi dalam pemasaran sebuah produk harus jelas dan sederhana.
  • Consistent yet flexible : Perusahaan harus konsisten & melihat kondisi.
  • Own, dominate, protect : Perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan atau dalam bahasa lain sebuah produk harus memiliki tag line.
  • Use Their Language : Harus menggunakan bahasa pelanggan. Misalnya sebuah produk target pasarnya adalah anak-anak, maka bahasa yang digunakan harus mudah dicerna oleh anak-anak.

      Strategi penentuan posisi (positioning) untuk menghadapi dunia persaingan

  1. Penentuan posisi menurut atribut : Perusahaan memposisikan diri menurut atribut seperti ukuran, lama keberadaannya dan seterusnya.
  2. Penentuan posisi menurut manfaat : Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.
  3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan : Memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah penggunaan atau penerapan
  4. Penentuan posisi menurut pemakai : Memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai.
  5. Penentuan posisi menurut pesaing : Produk memposisikan diri lebih baik daripada pesaing yang disebutkan namanya atau tersirat.
  6. Penentuan posisi menurut kategori produk : Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk.
  7. Penentuan posisi kualitas atau harga : Produk diposisikan menawarkan nilai terbaik.

KAITAN DENGAN PROMOSI PADA PEKERJA

Promosi adalah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintah (swasta). Menurut Husein (2003) seseorang yang menerima promosi harus memiliki kualifikasi yang baik dibanding kandidat-kandidat yang lainnya. Promosi merupakan kesempatan untuk berkembang dan maju yang dapat mendorong karyawan untuk lebih baik atau lebih bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan. Melalui penilaian prestasi kerja akan diketahui seberapa baik pekerja tersebut telah melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, sehingga perusahaan dapat menetapkan balas jasa yang sepantasnya atas prestasi kerja tersebut. Penilaian prestasi kerja juga dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui kekurangan dan potensi seorang karyawan. Dari hasil tersebut, perusahaan dapat mengembangkan suatu perencanaan sumber daya manusia secara menyeluruh dalam menghadapi masa depan perusahaan. Perencanaan sumber daya manusia secara menyeluruh tersebut berupa jalur-jalur karir atau promosi-promosi jabatan para karyawannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *