Sistem Informasi Geografis

Hei guys, kali ini aku mau bahas tentang Sistem Informasi Geografis atau biasa kita sebut GIS. Menurut kalian apa sih itu SIG (Sistem Infromasi Geografis) atau GIS ? penting gak sih untuk dunia kesehatan? Trus penting gak sih buat kita mahasiswa kesehatan masyarakat tahu atau paham apa itu GIS?

SIG (Sistem Informasi Geografis) atau GIS itu sistem informasi berbasis komputer yang dirancang utuk bekerja dengan enggunakan data yang memiliki informasi spasial. Menurut WHO Sistem Informasi Geografis dalam kesehatan masyarakat dapat digunakan sebagai  :

  1. Menentukan Distribusi Geografis Penyakit.
  2. Analisis trend Spasial dan Temporal
  3. Pemetaan Populasis Berisiko
  4. Stratifikasi Faktor risiko
  5. Penilaian Distribusi Sumberdaya.
  6. Perencanaan dan Penentuan Intervensi.
  7. Monitoring Penyakit.

Penyajian informasi kesehatan dengan menggabungkan antara data dan peta bukanlah hal yang baru di bidang kesehatan. Tahun 1854 John Snow secara manual menampilkan informasi wabah kolera dalam bentuk peta sehingga dapat menentukan sumber penularan penyakit tanpa mengetahui jenis bakteri dan cara penularan wabah. Sejak saat itu, penggunaa SIG berkembang lebih luas, tidak hanya terbatas untuk memetakan distribusi penyakit tetapi juga distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan.

Menurut Prahasta (2005), Pemanfaatan Sistem informasi geografi di bidang kesehatan yaitu menyediakan data atribut dan data spasial yang menggambarkan distribusi atau pola penyebaran penderita suatu penyakit atau model penyebaran distribusi unit – unit fasilitas pelayanan kesehatan diantaranya tenaga medis, serta tenaga kesehatan lain.

Saat ini SIG telah banyak memberikan kontribusi dalam sektor kesehatan. Salah satu institusi yang membuat analisanya adalah Center For Disease Control (CDC) yang mengungkapkan pemanfaatan SIG ke depannya, berdasarkan “Sepuluh Fungsi Pokok Sektor Kesehatan Masyarakat.” Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan SIG dalam bidang Kesehatan Masyarakat berdasarkan analisa CDC tersebut :

  1. Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Dengan SIG (Sistem informasi geografi ), peta mengenai status kesehatan dapat digunakan untuk merencanakan program pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan ANC, persalinan dll.
  2. Mendiagnosa dan menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di masyarakat. Sebagai contoh, seorang epidemiologis sedang mengolah data tentang kasus asma yang diperoleh dari Rumah Sakit, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di masyarakat, ternyata dia menemukan terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan di suatu Rumah Sakit, maka kemudian dia mencari tahu data dari pasien – pesien penderita asma di Rumagh sakit. Ternyata ditemukan bahwa 8 dari 10 orang penderita asma yang dirawat di Rumah Sakit tersebut bekerja di perusahaan yang sama
  3. Menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat nmengenai isu – isu kesehatan. SIG (Sistem informasi geografi ) dalam hal ini dapat menyediakan informasi mengenai kelompok masyarakat yang diidentifikasi masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai informasi kesehatan tertentu, sehingga kemudian dapat dicari media komunikasi yang paling efektif bagi kelompok tersebut, serta dapat dibuat perencanaan mengenai waktu yang paling tepat untuk melakukan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat tersebut.
  4. Membangun dan menggerakkan hubungan kerjasama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Misalnya masalah imunisasi yang ada pada wilayah kerja tingkat RW atau Posyandu, maka dapat dipetakan kelompok potensial pendukungnya yaitu Ibu – Ibu PKK yang dapat diberdayakan sebagai kader pada Posyandu – Posyandu yang terdekat dengan tempat tinggalnya.
  5. Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Contohnya dalam hal analisa wilayah cakupan Puskesmas. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) digunakan untuk memetakan utillisasi dari tiap – tiap Puskesmas oleh masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas mengenai sumber daya kesehatan yang perlu disediakan untuk Puskesmas tersebut disesuaikan dengan tingkat utilitasnya.
  6. Membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) dapat digunakan untuk membagi secara jelas kewenangan dan tanggung jawab suatu pusat pelayanan kesehatan pada tiap – tiap wilayah kerja dalam menjamin dan menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut.
  7. Menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika belum tersedia. Misalnya seorang warga negara asing diidentifikasi menderita suatu penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan yang serius. Maka untuk mengatasinya, dengan melihat peta dan data akses pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dicari tenaga kesehatan terdekat yang dapat membantu orang tersebut, dan menguasai bahasa yang digunakannya. Dengan data SIG (Sistem informasi geografi ) juga dapat diketahui bagaimana akses transportasi termudah yang dapat dilalui oleh warga negara asing tersebut menuju fasilitas kesehatan terdekat.
  8. Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG (Sistem informasi geografi ) dapat menyediakan peta persebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di tiap – tiap daerah, sehingga dengan demikian dapat dilihat jika ada penumpukan atau bahkan kekurangan personel di suatu daerah.
  9. Mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. Data SIG (Sistem informasi geografi ) dapat menyediakan data yang lengkap mengenai potensi tiap – tiap daerah serta karakter demografis masyarakatnya untuk dihubungkan dengan fasilitas – fasilitas kesehatan yang tersedia dan tingkat utilitasnya.
  10. Penelitian untuk menciptakan penemuan baru dan inovasi dalam memecahkan masalah – masalah kesehatan di masyarakat. Salah satu kegunaan ini SIG (Sistem informasi geografi ) dalam hal ini adalah untuk menyediakan data yang akurat mengenai perubahan – perubahan yang terjadi di suatu daerah seperti pertambahan jumlah perumahan, jalan, pabrik atau sarana – sarana lainnya yang berpengaruh pada lingkungan dan berpotensi mempengaruhi status kesehatan masyarakat.

Sebagai sarjana kesehatan masyarakat kita wajib mengetahui dan paham dalam penggunaan GIS. Karena kita tidak dapat memungkiri kemajuan teknologi yang semakin berkembang salah satunya untuk menganalisis data – data spasial atau biasa dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis. Selain itu dpat juga mengetahui persebaran tenaga dan fasilitas kesehatan yang berada di berbagai daerah. SIG juga bisa digunakan unruk menganalisa heterogenitas populasi yang menyebabkan kompleksnya penyakit berikut faktor faktor penyebabnya terutama berhubungan dengan geografis, demografis, budaya, dsb. Hasil tersebut akan menunjang proses pelayanan kesehatan pada masyarakat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dapat mengidentifikasi bagaimana masyarakat untuk mengakses tempat pelayanan kesehatan terdekat, hingga mengetahui kecenderungan penyakit yang terjadi dalam masyarakat sekitar. Bagi kesehatan masyarakat menurut Kaier er al (2003) pemanfaatan SIG dapat digunakan untuk menilai risiko dan ancaman kesehatan dalam masyarakat, mengetahui distribusi penyakit dan investigasi wabah, dapat dugunakan juga sebagai perencanaan dan implementasi program pelayanan kesehatan serta untuk evaluasi dan pengawasan program untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *