PERBANDINGAN AHP DAN SAW

IMPLEMENTASI METODE ANALITYCAL HIERARCI PROCESS (AHP) DAN SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

(Penilaian Kinerja Karyawan Ifun Jaya Textile)

 

 

 

Disusun Oleh:

Aufa Dheafaiz Dharmawan A12.2016.05479
Riza Naufal Afif A12.2016.05528

 

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

2019


 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan Puji Syukur atas Kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul “Implementasi Metode Saw (Simple Additive Weighting) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pada Kinerja Karyawan Ifun Jaya Textile) ” dengan tujuan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Pendukung Keputusan Semester 6.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini masih jauh dari kategori sempurna, oleh karena itu penulis dengan hati dan tangan terbuka mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tugas yang akan datang.

Selanjutnya dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam–dalamnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral dan spiritual, langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan tugas ini. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

1.1      Latar Belakang. 1

1.2      Rumusan Masalah. 2

1.3      Tujuan. 2

BAB II. 3

TEORI dan PEMBAHASAN.. 3

2.1      Teori Dasar 3

2.2      Pembahasan. 4

BAB III. 9

PENUTUP. 9

3.1 Kesimpulan. 9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

 

Sistem Pendukung Keputusan merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu instansi atau perusahaan. Sistem pendukung keputusan di bangun untuk memudahkan seseorang untuk mengambil suatu keputusan. Sistem dapat mengambil suatu keputusan sesuai dengan pertimbangan dari kriteria-kriteria yang telah kita masukkan sebelumnya. Penilaian kinerja perusahaan merupakan salah satu kegiatan yang memerlukan kejelian dalam penilaian dan juga harus selektif berdasarkan penilaian yang ada dalam lapangan. dengan itu diharapkan dapat diperoleh hasil yang memuaskan yaitu pegawai pegawai yang terbaik dalam perushaan sehingga pantas untuk memajukan perusahaan

Oleh karena itu, kita memerlukan sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu panitia penyelenggaraan seleksi pegawai pada PT. Ifun Jaya Textiles

Berdasarkan hal-hal diatas, penulis ingin menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) di dalam penelitian untuk menentukan Pegawai mana yang layak dijadikan pegawai andalan perushaan  dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh pihak Pt. Ifun Jaya Textiles tersebut.

 

 


 

 

 

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa pengertian Analitycal Hierarci Proces (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW)?
  2. Bagaimana cara menggunakan Analitic Hierarci Proces (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW)?
  3. Bagaimana menentukan perbandingan metode Analitic Hierarci Proces (AHP) dengan metode Simple Additiv Weighting (SAW)?

1.3 Tujuan

  • Adapun tujuan pembuatan makalah ini, antara lain:
  1. Dapat mengetahui pengertian Simple Additive Weighting (SAW).
  2. Dapat menghitung menggunakan metode Analitic Hierarci Proces (AHP) Simple Additive Weighting (SAW).
  3. Dapat menentukan Hasil perbandingan dengan metode Analitic Hierarci Proces (AHP) Simple Additive Weighting (SAW).


 

BAB II

TEORI dan PEMBAHASAN

 

  1. Teori Dasar

Pengertian metode AHP

Proses hirarki analisis memiliki prinsip dasar sebagai berikut:

  1. Menyusun secara hirarkis, yaitu memecah persoalan menjadi unsur-unsur yang terpisah.

Pertama kita harus mendefinisikan situasi dengan seksama, memasukkan sebanyak mungkin rincian yang relevan, lalu menyusun model secara hirarki yang terdiri atas beberapa tingkat rincian, yaitu fokus masalah, kriteria, dan alternatifFokus masalah merupakan masalah utama yang perlu dicari solusinya dan terdiri hanya atas satu elemen yaitu sasaran menyeluruh. Selanjutnya, Kriteria merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atas fokus masalah. Untuk suatu masalah yang kompleks atau berjenjang, kriteria dapat diturunkan kepada sub-sub kriteria. Dengan demikian kriteria bisa terdiri lebih dari satu tingkat hirarki. Yang terakhir adalah Alternatif, merupakan berbagai tindakan akhir dan merupakan pilihan keputusan dari penyelesaian masalah yang dihadapi.

Contoh : Pengambilan keputusan untuk memilih Bank untuk menabung. Hirarki tingkat 1 adalah keputusan memilih Bank. Dalam memilih Bank ini terdapat bebagai kriteria yang perlu dipertimbangkan, yaitu Lokasi, Pelayanan dan Bunga yang diberikan, ketiga hal ini merupakan hirarki tingkat kedua. Pada tingkat ketiga ialah berupa alternatif tiga Bank yang dipertimbangkan untuk dipilih, misalkan Bank A, B, dan C. Selanjutnya tingkatan hirarki dapat digambar sebagai berikut.

  1. Menetapkan prioritas, yaitu menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya.

Setelah menyusun hirarki, selanjutnya memberikan penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena ia akan berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen. Hasil penilaian ini lebih mudah dilihat bila disajikan dalam bentuk matriks (tabel) yang diberi nama matriks berpasangan (pairwise comparison). Pertanyaan yang biasa dilakukan dalam meyusun skala kepentingan adalah.

(1) Elemen mana yang lebih (penting/disukai/mungkin/…),

(2) Berapa kali lebih (penting/disukai/mungkin/…)?

Dalam menentukan skala dipakai patokan sebagai berikut:

Dalam penilaian kepentingan relatif dua elemen berlaku aksioma berbalikan (reciprocal) yakni: jika A dinilai 3 kali B maka otomatis B adalah sepertiga A. Dalam bahasa matematika A=38 B=1/3A.

Untuk memperoleh perangkat prioritas menyeluruh bagi suatu persoalan keputusan, kita harus menyatukan atau mensintesis pertimbangan yang dlbuat dalam melakukan pembandingan berpasang, yaitu melakukan suatu pembobotan dan penjumlahan untuk menghasilkan satu bilangan tunggal yang menunjukkan prioritas setiap elemen. Elemen dengan bobot tertinggi adalah alternatif/rencana yang patut dlpertimbangkan untuk dipilih

3.Mengukur konsistensi logis, yaitu menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan diperingkatkan secara konsisten sesuai dengan kriteria yang logis.

Proses AHP mencakup pengukuran konsistensi yaitu apakah pemberian nilai dalam pembandingan antar obyek telah dllakukan secara konsisten. Ketidakkonsistenan dapat timbul karena miskonsepsi atau ketidaktepatan dalam melakukan hirarki, kekurangan informasi, kekeliruan dalam penulisan angka, dan lain-lain. Salah satu contoh dalam inkonsistensi dalam matriks pembandingan ialah dalam menilai mutu suatu produk. Misalkan, dalam preferensisi pengambil keputusan, A 4x lebih baik dari B, B 3x lebih baik dari C, maka seharusnya A 12x lebih baik dari C. Tetapi jika dalam pemberian nilai, A diberi nilai 6x lebih dari C, berarti terjadi inkonsistensi.

Rasio konsistensi (consistency ratio, CR) menunjukkan sejauh mana analis konsisten dalam memberikan nilai pada matrik pembandingan. Secara umum, hasil analisis dianggap konsisten jika memiliki CR ? 10%. Jika nilai CR > 10%, perlu dipertimbangkan untuk melakukan reevaluasi dalam penyusunan matriks pembandingan.

Pengertian Metode SAW

Metode SAW melakukan analisis dalam pengambilan keputusan terbaik dari sejumlah alternatif, menggunakan bobot masing-masing kriteria. Sistem pendukung keputusan pemilihan pegawai terbaik ini menggunakan lima kriteria dengan bobot kriteria serta penilaian pada masing-masing pegawai diberikan lansung oleh si pengambil keputusan.

Metode SAW dapat membantu dalam pengambilan keputusan suatu kasus, akan tetapi perhitungan dengan menggunakan metode SAW ini hanya yang menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif yang terbaik. Perhitungan akan sesuai dengan metode ini apabila alternatif yang terpilih memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Metode SAW ini lebih efisien karena waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan lebih singkat. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.

spk1

Ket:

  • Rij = nilai rating kinerja ternomalisasi
  • Xij = nilai atribut yang memiliki dari setiap kriteria
  • 2= nilai terbesar dari setiap kriteria
  • 3= nilai terkecil dari setiap kriteria

 

Benefit = jika nilai terbesar adalah terbaik

Cost = jika nilai terkecil adalah terbaik

                                Dimana rij adalah rating kinerja ternormalisasi dari alternatif Ai pada atribut Cj; i=1,2,…,m dan j=1,2,…,n. Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:

4

Ket:

  • Vi = Ranking untuk setiap alternative
  • Wj = Nilai bobot dari setiap kriteria
  • Rij = nilai rating kinerja ternormalisai

Nilai Vi yang lebih besar menginkasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.

 

  • Pembahasan

Perhitungan menggunakan metode AHP

  1. PERHITUNGAN MATRIK PERBANDINGAN ANTAR KRITERIA
1. Matriks perhitungan tiap kriteria
  kuantitas dan Kualitas Ketaatan Kerja Sama Semangat Kerja Disiplin
kuantitas dan Kualitas 1 0,333333333 0,2 0,142857143 0,333333333
Ketaatan 3 1 5 0,333333333 0,142857143
Kerja Sama 5 0,2 1 0,333333333 0,333333333
Semangat Kerja 7 3 3 1 3
Disiplin 3 7 3 0,333333333 1
Jumlah 19 11,53333333 12,2 2,142857143 4,80952381

 

2. Normalisasi Matriks
  kuantitas dan Kualitas Ketaatan Kerja Sama Semangat Kerja Disiplin Rata Rata
kuantitas dan Kualitas 0,052631579 0,028901734 0,016393443 0,066666667 0,069306931 0,046780071
Ketaatan 0,157894737 0,086705202 0,409836066 0,155555556 0,02970297 0,167938906
Kerja Sama 0,263157895 0,01734104 0,081967213 0,155555556 0,069306931 0,117465727
Semangat Kerja 0,368421053 0,260115607 0,245901639 0,466666667 0,623762376 0,392973468
Disiplin 0,157894737 0,606936416 0,245901639 0,155555556 0,207920792 0,274841828
Jumlah 1 1 1 1 1
3. Perkalian Matriks
  kuantitas dan Kualitas Ketaatan Kerja Sama Semangat Kerja Disiplin Rata Rata
kuantitas dan Kualitas 0,046780071 0,055979635 0,023493145 0,056139067 0,091613943 0,054801172
Ketaatan 0,140340212 0,167938906 0,587328635 0,130991156 0,039263118 0,213172405
Kerja Sama 0,233900353 0,033587781 0,117465727 0,130991156 0,091613943 0,121511792
Semangat Kerja 0,327460494 0,503816718 0,352397181 0,392973468 0,824525484 0,480234669
Disiplin 0,140340212 0,041296452 0,352397181 0,130991156 0,274841828 0,187973366
Jumlah          

 

No Alternatif Nama Kriteria
Kualitas Dan Kuantitas Ketaatan Kerja sama Semangat Kerja Disiplin
1 Ahmad Soleh Baik Baik Sangat Baik Cukup Baik
2 Eko Darmawanto Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik
3 Kiswandi Baik Sangat Baik Cukup Baik Baik
4 Ibnu Nugroho Cukup Baik Cukup Cukup Baik
5 Slamet Baik Baik Baik Baik Cukup

 

Kriteria dari  Kualitas Dan Kuantitas
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 1 0,142857143 2 0,142857143 0,333333333 0,723809524
Eko Darmawanto 7 1 7 7 7 5,8
Kiswandi 0,333333333 0,142857143 1 3 3 1,495238095
Ibnu Nugroho 0,2 0,142857143 0,333333333 1 0,333333333 0,401904762
Slamet 3 0,142857143 0,333333333 3 1 1,495238095
  11,53333333 1,571428571 10,66666667 14,14285714 11,66666667

 

Normalisasi Kualitas Dan Kuantitas
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 0,086705202 0,090909091 0,1875 0,01010101 0,0285714 0,08075735
Eko Darmawanto 0,606936416 0,636363636 0,65625 0,494949495 0,6 0,59889991
Kiswandi 0,028901734 0,090909091 0,09375 0,212121212 0,2571429 0,13656498
Ibnu Nugroho 0,01734104 0,090909091 0,03125 0,070707071 0,0285714 0,04775573
Slamet 0,260115607 0,090909091 0,03125 0,212121212 0,0857143 0,13602204
  1 1 1 1 1

 

 

 

 

 

 

Kriteria dari Ketaatan
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 1 3 0,142857143 0,333333333 3 1,495238095
Eko Darmawanto 0,333333333 1 3 0,333333333 0,333333333 1
Kiswandi 7 0,333333333 1 7 7 4,466666667
Ibnu Nugroho 3 3 0,142857143 1 0,333333333 1,495238095
Slamet 0,333333333 3 0,142857143 3 1 1,495238095
  11,66666667 10,33333333 4,428571429 11,66666667 11,66666667 9,952380952

 

Normalisasi Ketaatan
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 0,085714286 0,290322581 0,032258065 0,028571429 0,2571429 0,13880184
Eko Darmawanto 0,028571429 0,096774194 0,677419355 0,028571429 0,0285714 0,17198157
Kiswandi 0,6 0,032258065 0,225806452 0,6 0,6 0,4116129
Ibnu Nugroho 0,257142857 0,290322581 0,032258065 0,085714286 0,0285714 0,13880184
Slamet 0,028571429 0,290322581 0,032258065 0,257142857 0,0857143 0,13880184
  1 1 1 1 1

 

Kriteria dari Kerja Sama
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 1 3 5 5 3 3,4
Eko Darmawanto 0,333333333 1 3 3 0,333333333 1,533333333
Kiswandi 0,2 0,333333333 1 3 0,333333333 0,973333333
Ibnu Nugroho 0,2 0,333333333 0,333333333 1 3 0,973333333
Slamet 0,333333333 3 3 0,333333333 1 1,533333333
  2,066666667 7,666666667 12,33333333 12,33333333 7,666666667 8,413333333

 

Normalisasi Kerja Sama
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 0,483870968 0,391304348 0,405405405 0,405405405 0,3913043 0,41545809
Eko Darmawanto 0,161290323 0,130434783 0,243243243 0,243243243 0,0434783 0,16433797
Kiswandi 0,096774194 0,043478261 0,081081081 0,243243243 0,0434783 0,10161101
Ibnu Nugroho 0,096774194 0,043478261 0,027027027 0,081081081 0,3913043 0,12793298
Slamet 0,161290323 0,391304348 0,243243243 0,027027027 0,1304348 0,19065994
  1 1 1 1 1

 

 

 

 

 

 

Kriteria dari Semangat Kerja
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 1 0,333333333 0,333333333 0,333333333 3 1
Eko Darmawanto 3 1 0,333333333 5 0,333333333 1,933333333
Kiswandi 3 3 1 0,333333333 3 2,066666667
Ibnu Nugroho 3 0,2 3 1 0,333333333 1,506666667
Slamet 0,333333333 3 0,333333333 3 1 1,533333333
  10,33333333 7,533333333 5 9,666666667 7,666666667 8,04

 

Normalisasi Semangat Kerja
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 0,096774194 0,044247788 0,066666667 0,034482759 0,3913043 0,12669515
Eko Darmawanto 0,290322581 0,132743363 0,066666667 0,517241379 0,0434783 0,21009045
Kiswandi 0,290322581 0,398230088 0,2 0,034482759 0,3913043 0,26286796
Ibnu Nugroho 0,290322581 0,026548673 0,6 0,103448276 0,0434783 0,21275956
Slamet 0,032258065 0,398230088 0,066666667 0,310344828 0,1304348 0,18758689
  1 1 1 1 1

 

Kriteria Dari Disiplin
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 1 0,2 3 0,333333333 3 1,506666667
Eko Darmawanto 5 1 5 5 7 4,6
Kiswandi 0,333333333 0,2 1 3 3 1,506666667
Ibnu Nugroho 3 0,2 0,333333333 1 3 1,506666667
Slamet 0,333333333 0,142857143 0,333333333 0,333333333 1 0,428571429
  9,666666667 1,742857143 9,666666667 9,666666667 17 9,548571429

 

Normalisasi Disiplin
  Ahmad Soleh Eko Darmawanto Kiswandi Ibnu Nugroho Slamet Rata Rata
Ahmad Soleh 0,103448276 0,114754098 0,310344828 0,034482759 0,1764706 0,14790011
Eko Darmawanto 0,517241379 0,573770492 0,517241379 0,517241379 0,4117647 0,50745187
Kiswandi 0,034482759 0,114754098 0,103448276 0,310344828 0,1764706 0,14790011
Ibnu Nugroho 0,310344828 0,114754098 0,034482759 0,103448276 0,1764706 0,14790011
Slamet 0,034482759 0,081967213 0,034482759 0,034482759 0,0588235 0,0488478
  1 1 1 1 1

 

 

 

 


Menggunakan metode SAW

Contoh Kasus:

No Nama Kualitas dan Kuantitas Ketaatan Kerjasama Semangat Kerja Disiplin Kerja
1 Ahmad Soleh 8 8 9 7 8
2 Eko Darmawanto 8 7 7 7 8
3 Kiswandi 8 9 7 8 8
4 Ibnu Nugroho 6 7 6 6 7
5 Slamet 8 8 8 8 7
6 Lukman Hakim 7 7 6 6 6
7 Sudomo 8 8 8 7 7
8 Kasmuri 5 7 6 7 7
9 Carmun 6 7 8 6 6
10 Setyadi 6 6 7 6 6

                       

Langkah-langkah menghitung SAW:

  1. Menentukan kriteria dari Alternatif
  2. Membuat nilai bobot pada masing-masing kriteria
  3. Membuat matriks untuk normalisasi
  4. Perferensi  

Cara 1 : menentukan keriteria yang akan dijadikan keputusan

Menentukan kriteria
Kode Keriteria Keterangan
K1 Kualitas & kuantitas Benefit
K2 Ketaatan Benefit
K3 Kerjasama Benefit
K4 Semangat Kerja Benefit
K5 Disiplin Kerja Benefit

 

Cara 2 : Menentukan nilai max dan min setiap kriteria

Rij = ( Xij / max {Xij} )

Nilai Maksimal Setiap Kriteria
K1 8 Benefit
K2 9 Benefit
K3 9 Benefit
K4 8 Benefit
K5 8 Benefit

 

Cara 3 : Menormalisasi Rating alternatife Data

Membuat Matriks untuk Normalisasi
K1 K2 K3 K4 K5
R1 1 0,89 1 0,88 1
R2 1 0,78 0,78 0,88 1
R3 1 1 0,78 1 1
R4 0,75 0,78 0,67 0,75 0,88
R5 1 0,89 0,89 1 0,88
R6 0,88 0,78 0,67 0,75 0,75
R7 1 0,89 0,89 0,88 0,88
R8 0,63 0,78 0,67 0,88 0,88
R9 0,75 0,78 0,89 0,75 0,75
R10 0,75 0,67 0,78 0,75 0,75

 

Pada table diatas sudah diketahui hasil dari:

 

  • Kualitas dan Kuantitas
  • R11 = 8/8 = 1
  • R21 = 8/8 =1
  • R31 = 8/8= 1
  • R41 = 6/8 = 0,75
  • R51 = 8/8 = 1
  • R61 =7/8=0,88
  • R71=8/8=1
  • R81=5/8=0,63
  • R91=6/8=0,75
  • R101=6/8=0,75
  • Ketaatan
  • R12 = 8/9 = 0,89
  • R22 = 7/9 =0,78
  • R32 = 9/9= 1
  • R42 = 7/9 = 0,78
  • R52 = 8/9 = 0,89
  • R62 =7/9=0,78
  • R72=8/9=0,89
  • R82=7/9=0,78
  • R92=7/9=0,78
  • R102=6/9=0,67
  • Kerjasama
  • R13 = 9/9 = 1
  • R23 = 7/9 =0,78
  • R33 = 7/9= 0,78
  • R43 = 6/9 = 0,67
  • R53 = 8/9 = 0,89
  • R63 =6/9=0,67
  • R73=8/9=0,89
  • R83=6/9=0,67
  • R93=8/9=0,89
  • R103=7/9=0,78
  • Semangat Kerja
  • R14 = 7/8 = 0,88
  • R24 = 7/8 =0,88
  • R34 = 8/8= 1
  • R44 = 6/8 = 0,75
  • R54 = 8/8 = 1
  • R64 = 6/8=0,75
  • R74 = 7/8=0,88
  • R84 = 7/8=0,88
  • R94 = 6/8=0,75
  • R104=6/8=0,75
  • Disiplin Kerja
  • R15 = 8/8 = 1
  • R25 = 8/8 =1
  • R35 = 8/8= 1
  • R45 = 7/8 = 0,88
  • R55 = 7/8 = 0,88
  • R65 =6/8=0,75
  • R75=7/8=0,88
  • R85=7/8=0,88
  • R95=6/8=0,75
  • R105=6/8=0,75

 

Cara 4 : Menentukan bobot dari nilai setiap Keriteria

 Perfernsi menggunakan formula.
n
Vi=∑ WjRij
j=i
Nilai Bobot Kriteria (W)
K1 0,3 V = W x R
K2 0,2 Ket:
K3 0,3 V = Perfernsi
K4 0,1 W = Bobot Kriteria
K5 0,1 R = Matriks Hasil Normalisasi
Jumlah 1

 

Cara 5 : Perangkingan alternatife data menggunakan SAW

Perfernsi
Hasil
R1 0.965277778 Benefit (MAX)
R2 0.876388889
R3 0.933333333
R4 0.743055556
R5 0.931944444
R6 0.768055556
R7 0.919444444
R8 0.718055556 Cost (MIN)
R9 0.797222222
R10 0.741666667

 

 

 

 

Cara Menghitung Perferensi:

 

  • R1
  • V = (0,3 x 1)+(0,2 x 0,89)+(0,3 x 1)+(0,1 x 0,88)+ (0,1 x 1) = 0,965277778
  • R2
  • V = (0,3 x1)+(0,2 x0,78)+(0,3 x0,78)+(0,1 x0,88)+ (0,1 x1) = 0,876388889
  • R3
  • V = (0,3 x 1)+(0,2 x 1)+(0,3 x 0,78)+(0,1 x 1)+ (0,1 x 1) = 0,933333333
  • R4
  • V =(0,3×0,75)+(0,2×0,78)+(0,3×0,67)+(0,1×0,75)+ (0,1 x0,88) = 0,743055556
  • R5
  • V = (0,3 x 1)+(0,2 x 0,89)+(0,3 x 0,89)+(0,1 x 1)+ (0,1 x 0,88) = 0,931944444
  • R6
  • V =(0,3×0,88)+(0,2×0,78)+(0,3×0,67)+(0,1×0,75)+ (0,1 x0,75) = 0,768055556
  • R7
  • V = (0,3 x 1)+(0,2 x0,89)+(0,3 x0,89)+(0,1 x0,88)+(0,1 x0,88) = 0,919444444
  • R8
  • V =(0,3×0,63)+(0,2×0,78)+(0,3×0,67)+(0,1×0,88)+ (0,1 x0,88) = 0,718055556
  • R9
  • V =(0,3×0,75)+(0,2×0,78)+(0,3×0,89)+(0,1×0,75)+ (0,1 x0,75) = 0,797222222
  • R10
  • V =(0,3×0,75)+(0,2×0,67)+(0,3×0,78)+(0,1×0,75)+ (0,1 x0,75) = 0,741666667

BAB III

Kesimpulan

Maka Rekapitulasi Hasil Pengamatan kinerja karyawan pada PT.Ifun j Jaya Textile dengan perhitungan system pendukung keputusan metode AHP dapat dihasilkan perhitungannya.

Dari data diatas, kita dapat mengetahui karyawan yang bagus dan memenuhi syarat dan yang paling bagus kinerjanya.

Nilai Alternatif Terhadap Kriteria
Bobot 0,046780071 0,167938906 0,117465727 0,392973468 0,274841828
Nama Kriteria Kuantitas Dan Kualitas Ketaatan Kerja Sama Semangat Kerja Disiplin
Ahmad Soleh 0,145297295 0,138801843 0,415458095 0,126695151 0,14790011
Eko Darmawanto 0,562344221 0,171981567 0,164337971 0,21009045 0,507451867
Kiswandi 0,124112541 0,411612903 0,101611008 0,262867955 0,14790011
Ibnu Nugroho 0,043604913 0,138801843 0,127932982 0,212759558 0,14790011
Slamet 0,12464103 0,138801843 0,190659945 0,187586886 0,048847804

 

Hasil Nama
0,169346304 Ahmad Soleh
0,296521949 Eko Darmawanto
0,230816894 Kiswandi
0,164635809 Ibnu Nugroho
0,138679044 Slamet

 

Maka Rekapitulasi Hasil Pengamatan kinerja karyawan pada PT.Ifun j Jaya Textile dengan perhitungan system pendukung keputusan metode SAW dapat dihasilkan nilai min dan max

Dari data diatas, kita dapat mengetahui karyawan yang bagus dan memenuhi syarat adalah karyawan yang memiliki nilai yang terbanyak (benefit) yaitu Ahmad Soleh, dan nilai terendah (Cost)  adalah Kasmuri.

No Nama Kualitas dan Kuantitas Ketaatan Kerjasama Semangat Kerja Disiplin Kerja  Nor mali sasi hasil akhir
1 Ahmad Soleh 8 8 9 7 8 1 0.89 1 0.9 1 0.965277778 nilai tertinggi
2 Eko Darmawanto 8 7 7 7 8 1 0.78 0.78 0.9 1 0.876388889
3 Kiswandi 8 9 7 8 8 1 1 0.78 1 1 0.933333333
4 Ibnu Nugroho 6 7 6 6 7 0.75 0.78 0.67 0.8 0.9 0.743055556
5 Slamet 8 8 8 8 7 1 0.89 0.89 1 0.9 0.931944444
6 Lukman Hakim 7 7 6 6 6 0.88 0.78 0.67 0.8 0.8 0.768055556
7 Sudomo 8 8 8 7 7 1 0.89 0.89 0.9 0.9 0.919444444
8 Kasmuri 5 7 6 7 7 0.63 0.78 0.67 0.9 0.9 0.718055556  nilai terendah
9 Carmun 6 7 8 6 6 0.75 0.78 0.89 0.8 0.8 0.797222222
10 Setyadi 6 6 7 6 6 0.75 0.67 0.78 0.8 0.8 0.741666667