Tugas Proses Produksi

1. Proses Produksi berdasarkan Potensi Bahaya Pencemaran

No. Jenis Proses Bentuk Fisik Pencemar Contoh-Contoh Pencemar
1. Pengelasan Gas

Partikel

Debu

Debu (eternit dan hidrogen rendah)

Gas ( Kromat, Mn )

 

2. Pengecatan Gas

Bau

Cair

Uap

Solvent Solvent

Timbal dan Merkuri

Formaldehida

Thinner Hidrokarbon . Toksisitas hidrokarbon

3. Pencampuran Cair

Gas

Bahan Kimia

Proses hidrogenasi, khorinasi dan fosfogensi, Oksidasi cairan oleh udara (fermentasi)
4. Pencucian Bau

Cair

Bau busuk bahan baku

Padatan tersuspensi

5. Perebusan atau pemasakan tahu Asap Aroma yang mengandung amoniak
6. Perwarnaan Cair Hidrokarbon , Chromogen, dan zat adiktif
7. Pengendapan dan Penambahan asam cuka pada tahu Cair Menimbulkan gas buangan berupa amoniak/nitrogen dan sulfur yg tidak sedap.
8. Penyemprotan Bahan kimia Pestisida
9. Pembuburan Kayu Uap panas dan zat kimia lsodium hidroksida dan sodium sulfida
10. Penyimpanan Bakteri Jamur dan kelembapan ruangan

2. Proses Produksi Industri Penyamakan Kulit

Industri penyamakan kulit dapat dimasukkan dalam industri kimia, karena 90% dari proses penyamakan menyangkut dan/atau mempergunakan bahan-bahan kimia (Balai Penelitian Kulit-Depperin Yogyakarta, 1980) sehingga usaha ini akan menghasilkan limbah cair yang mengandung berbagai polutan organik dari bahan baku dan polutan kimia dari bahan pembantu proses. Di samping itu juga dihasilkan limbah padat dari hasil pembersihan daging, bulu dan gumpalan lemak. Limbah padat juga banyak mengandung kapur, garam dan bahan kimia pembantu dalam proses penyamakan.

A. Bahan Kimia Dalam Proses Penyamakan Beserta Dampak Pencemarannya

Interaksi yang menyangkut udara berupa bau yang kurang enak disebabkan proses pembusukan dari zat-zat organis seperti hasil buangan daging (fleshing), pengetaman (shaving). Interaksi yang menyangkut air/cairan dampaknya terhadap lingkungan lebih mendasar dan jangka panjang.

Bahan pencemar yang paling berperan dan sangat besar pengaruhnya terhadap gangguan keseimbangan lingkungan timbul dari digunakannya bahan kimia Krom (Cr) dan sulfida dalam proses penyamakan kulit tersebut. Limbah padat penyamakan kulit yang mengandung Cr III, tidak berdampak negatif pada kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan.

Pada kondisi tertentu Cr valensi 3 tersebut teroksidasi menjadi Cr valensi 6, dalam batasan-batasan tertentu akan berbahaya bagi kesehatan manusia maupun kelestarian lingkungan. Cr IV dapat menyebabkan kerusakan sel jaringan pada tubuh manusia antara lain jaringan jantung, ginjal dan jaringan lendir pada hidung.

Dampak pencemaran Cr III pada air, tanah serta kehidupan dalam tanah dan mikroorganisme dimana Cr III pada air dengan pH normal (7) tidak meracuni ikan, rumput laut dan bakteri yang hidup dalam air; pada tanah Cr III dalam limbah lumpur yang digunakan untuk pertanian tidak akan berdampak buruk bagi tanah itu sendiri, sedangkan tanah yang teraerasi dengan baik akan menyebabkan timbulnya Cr IV dengan potensial rendah; dan pada kehidupan dalam tanah serta mikroorganisme, Cr III dengan konsentrasi 10.000 ppm akan menutup transformasi nitrogen dalam tanah, akibatnya binatang dalam tanah (cacing) ukurannya akan mengecil.

Beban pencemar dominan kedua yaitu berasal dari sulfida (Na2S) ialah adanya bau dan rasa yang tidak enak terhadap air sungai (recipient water). Pengaruh utama bahan pencemar sulfida adalah :

a. Menurunkan kandungan oksigen utama (DO)

b. Daya racunnya terhadap kehidupan air akan meningkat dengan menurunnya nilai pH, selain itu jauh lebih penting lagi adalah toksisitas gas H2S terhadap manusia

B. Diagram Alir Proses Produksi Penyamakan Kulit

gambar