Proses Produksi Penyamakan Kulit Dan Bahaya Kimia Yang Ada

  1. Tahapan proses pengerjaan basah
Perendaman               (Soaking)
Pengapuran                (Liming)
Pembelahan               (Splitting)
Pembuangan kapur  (Deliming)
Pengikisan protein    (Bating)
Pengasaman               (Pickling)

2. Tahapan proses penyamakan (Tanning)

Pengetaman              (Shaving)
Pemucatan                (Bleaching)
Penetralan                 (Neutralizing)
Pengecetan dasar     (Dyeing)
Peminyakan               (Fat liguoring)
Pelumasan                 (Oiling)
Pengeringan
Kelembaban
Peregangan dan pementangan
Finishing                       (Akhir)

3. Dampak industri penyamakan kulit terhadap kesehatan manusia

  1. Natrium Sulfida (Na2S), berfungsi pada buangan bulu pada industri penyamakan kulit. Berupa kristal putih atau kekuningan. Bereaksi dengan karbon. Bersifat tidak stabil, sehingga dalam proses penyimpanannya harus dijaga agar terhindar dari pemanasan karena dapat meledak.
  2. Asam Sulfida (H2SO4), bersifat korosif dan racun terhadap jaringn kulit. Kontak dengan kulit menyebabkan terbakar, sehingga merusak jaringan. Penghisapan kabut/ uap asam sulfat dapat menyebabkan inflamasi pada tenggorokan bagian atas sehingga menyebabkan bronkitis, dan bila kontak dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kolaps.
  3. Asam Klorida (HCL), bahan pengoksidasi yang sangat kuat. Berbahaya jika terkena panas. Pengaruhnya terhadap kesehatan manusia yang akan menghasilkan methemoglobin dalam darah serta akan merusak butir- butir darah merah pada akhirnya akan merusak buah ginjal juga otot- otot hati.
  4. Asam Format ( HCCOH), mudah terbakar dan menyebabkan iritasi pada kulit, mata, membran mukosa.
  5. Amonium Hidroksida (NH4OH), bahan yang apbila dipanaskan akan mengeluarkan racun berbahaya bagi kesehatan, uapnya bersifat racun.
  6. Natrium Hidroksida (NaOH), berbentuk padat atau larutan bersifat korosif pada kulit manusia apabila kontak terlalu lama, dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh manusia. Penghisapan pada hidung dapat menyebabkan iritasi pada membran mukosa.
  7. Senyawa Benzidin (NH2 C6 H4 NH2), apabila kontak dengan kulit dapat menyebabkan iritasi, dapat menyebabkan kerusakan pada darah (hemolisis), apabila terhisap menyebabkan mual, muntah-muntah dan pada akhirnya diikuti dengan kerusakan hati.
  8. Kalium Permanganat (KMNO4), sangat iritasif, debu KMNO4 sangat beracun, dapat terhisap melalui pori-pori, dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, pernafasan pada bagian atas .
  9. Formalin (HCHO)., iritasi pada kulit mata membran mukosa apabila tertelan dapat menyebabkan muntah, diare, kolaps. Bersifat karsinogenik terhadap paru-paru.
  10. Arsen (AS), arsen bila tdapat terhisap melaluerhisap maka dapat menimbulkan menyebabkan muntah, mual dapat terhisap melalui maka dapat menimbulkan menyebabkan muntah, mual, diare. Kerusakan arsen menyebabkan kelainan sistem syaraf , kerusakan hati, gangguan sistem pembuluh darah, pigmentasi kulit serta dapat menyebabkan kanker.
  11. Naftol (C10HOH), apabila terhisap dapat menyebabkan mual, muntah, diare, bahkan anemia. Naftol dapat diserap oleh kulit.
  12. Phenol (C6H3OH), penyerapan larutan phenol pada kulit terjadi dengan cepat. Kontak dengan larutan phenol selama 30 menit sampai beberapa jam dapat menyebabkan kematian, untuk kontak dengan kulit seluas 64 inchi. Gejala yang timbul apabila seseorang keracunan phenol yaitu pusing, otot lemah, pandangan kabur, telinga berdengung, napas terengah-engah.
  13. Krom (Cr), yang bersifat asam sangat bersifat korosif pada kulit serta membran mukasid (selaput lendir). Kontak dengan Cr secara langsung dan terus menerus bagi kulit yang sensitif akan menyebabkan koreng (ulcer) selebar ujung pensil di sekitar kuku maupun punggung tangan.

Bahan kimia berbahaya yang ada di industri

10 Bahan-bahan kimia berbahaya yang ada di lingkungan kerja (Industri)


No. Jenis Proses Bentuk Fisik Contoh Pencemar
1. Finishing anti jamur Padat Formaldehyde
2. Pencucian & pewarnaan tekstil Padat Alkylphenols
3. Pembuatan kulit buatan Padat Phthalates
4. Pewarna industri tekstil Padat Azo dyes
5. Pengecetan kapal (anti bocor) Zat larut Senyawa organotin
6. Pembuatan produk tekstil/kulit yang anti air dan noda Padat Perfluorinated chemicals
7. Pembuatan warna di industri tekstil Zat larut Chlorobenzenes
8. Melarutkan zat lain dan pembersihan kain Zat larut Chlorinated solvents
9 Pengawetan kayu dan tekstil Zat larut Chlorophenols
10 Penyamakan kulit Cair Kromium