Cara Menggunakan Buret

Untuk cara menggunakan buret dalam titrasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil titrasi yang minim kesalahan.

Tempatkan Buret dengan Benar

Sebelum kita melakukan titrasi, pastikan kita menempatkan posisi buret dengan benar. Pada umumnya digunakan statif sebagai penyangga yang dihubungkan dengan holder khusus untuk buret. Pastikan kita memasangkan buret dengan holder dalam statif dengan benar dan lurus. Hal ini akan berpengaruh terhadap penentuan volume karena jika kita menempatkan buret dengan miring, akan membuat pembacaan skala volume menjadi kurang tepat.

Pengisian Larutan ke dalam Buret

Untuk mengisikan larutan ke dalam buret kita dapat menggunakan bantuan corong kaca. Adanya corong kaca akan membantu dalam menuangkan larutan sehingga tidak akan tumpah. Untuk titrasi, sebaiknya kita mengisi buret hingga volumenya penuh atau dalam skala buret permukaan larutan mencapai volume 0. Hal itu untuk mempermudah kita dalam pembacaan volume yang digunakan untuk proses titrasi.

Proses Titrasi

Selanjutnya untuk melakukan proses titrasi kita dapat meneteskan larutan titran dalam buret secara perlahan dengan membuka keran yang ada di bagain bawah buret. Atur kecepatan tetesan dari buret sehingga tidak terlalu cepat karena jika terlalu cepat dapat terjadi kemungkinan kelebihan penetesan.

Baca Juga: Praktikum Titrasi Asama Basa

Penetesan ini juga tentu diiringi dengan menggoyangkan bagian sampel di erlenmeyer. Hal ini bertujuan untuk mempercepat reaksi antara titran dengan sampel dalam erlenmeyer. Pastikan bahwa salah satu tangan kita tetap berada pada kran buret. Jika telah muncul tanda tercapainya titik akhir reaksi, segera tutup kran buret sehingga tidak ada volume berlebih.

Pembacaan Volume

Setelah melakukan proses titrasi, pastinya volume larutan pada buret akan berkurang. Kita dapat mengetahui pengurangan volume pada buret melalui pembacaan skala dan hal ini mewakili jumlah volume titran yang digunakan untuk proses titrasi tersebut.

Dalam membaca volume pastikan juga kita memperhatikan bentuk meniskus yang terjadi. Pastikan kita menempatkan meniskus tepat diatas skala yang kita inginkan. Atau dalam pembacaan berarti bahwa skala yang kita baca adalah skala yang tepat berada dibawah meniskus.

Proses titrasi pada umumnya tidak dilakukan sekali namun beberapa kali pengulangan. Untuk melanjutkan proses titrasi selanjutnya kita tidak perlu menambah volume larutan pada buret untuk mencapai skala 0 kembali. Namun kita hanya perlu mencatat volume setelah titrasi pertama dan kemudian lakukan titrasi kedua.

Untuk menentukan volume titran yang digunakan, kita hanya perlu mengurangi volume akhir dengan volume yang telah kita catat di awal.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar