5 Bahaya yang Mengintai Jika Mengonsumsi Daging Anjing

Bahaya-yang-Mengintai-Jika-Mengonsumsi-Daging-Anjing

Banyak penyakit bahaya yang mengintai jika mengonsumsi daging anjing, seperti rabies, infeksi bakteri e coli, hipertensi, dan lain sebagainya.

Meski demikian, daging anjing tetap banyak diminati oleh sebagian orang. Oleh sebab itu masih banyak yang menjual daging anjing secara bebas di pasar.

Selain itu, masih banyak juga dijumpai warung yang menjual olahan makanan dari daging anjing.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi penyebaran daging anjing tersebut. Bahkan di Jawa Tengah telah dilarang langsung oleh gubernurnya.

Upaya – upaya yang dilakukan tidak mungkin berhasil jika tidak adanya kesadaran dari diri sendiri.

Mungkin bisa disosialisasikan kepada masyarakat jika mengonsumsi daging anjing memiliki beberapa bahaya.

Berikut adalah 5 bahaya yang mengintai jika mengonsumsi daging anjing via hewany.com:

1. Hipertensi

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi daging anjing.

Pasalnya di dalam 100 gram daging anjing mengandung 1,06 miligram natrium.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan sebaiknya mengonsumsi natrium tidak lebih dari 2 miligram per hari.

Jika anda mengonsumsi daging anjing dan ditambah dengan sumber makanan lain yang mengandung natrium, maka kandungan natrium di dalam tubuh anda akan kelebihan.

Dengan demikian maka bukan tidak mungkin tekanan darah anda akan melampaui batas yang meningkatkan risiko hipertensi.

2. Infeksi Bakteri

Mengkonsumsi daging mamalia berkaki empat ini juga dapat menyebabkan infeksi akibat parasit seperti E. Coli 107 dan salmonela.

Infeksi bakteri lain yang tak kalah bahayanya juga dapat mengintai seperti antraks, hepatitis, dan leptospirosis.

Infeksi – infeksi bakteri tersebut dapat menyebar melalui daging anjing yang dikonsumsi manusia.

3. Kebal dari Antibiotik

Biasanya anjing liar atau anjing yang tidak higienis yang diolah menjadi makanan menyimpan banyak sekali bakteri, kuman, dan penyakit virus.

Oleh sebab itu, sering kali anjing liar diberi antibiotik dengan dosis yang tinggi sebagai pencegahan penularan penyakit.

Namun kandungan antibiotik pada daging anjing tersebut sangat berbahaya bagi manusia.

Pasalnya, ketika manusia mengonsumsi daging anjing tersebut maka sistem kekebalan tubuh mereka akan berubah dan penuh dengan antibiotik.

Jika suatu saat mereka sakit, maka penyakit di tubuh mereka tidak akan sembuh diobati dengan menggunakan antibiotik.

4. Rabies

Rabies adalah salah satu bahaya terbesar yang dapat dialami oleh seseorang jika mengonsumsi daging anjing.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengatakan bahwa salah satu risiko penyebaran rabies pada hewan ke manusia berasal dari peredaran daging anjing secara bebas.

Tidak sedikit anjing yang rabies dikirim ke kota – kota besar untuk dijadikan pasokan makanan.

Perdagangan daging anjing ini dikhawatirkan dapat menyebarkan penyakit rabies.

Pasalnya tidak ada jaminan anjing tersebut datang dari wilayah yang dinyatakan sebagai daerah bebas rabies.

Apalagi jika daging anjing tak diolah dengan benar, maka orang yang makan dapat terjangkit penyakit rabies.

Bahkan orang yang memasak daging anjing pun juga dapat ikut tertular penyakit rabies ini.

5. Trichinosis

Trichinosis adalah penyakit yang menyebabkan radang pada pembuluh darah manusia.

Dalam kasus yang berat, manusia dapat mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan, masalah pada jantung, dan masalah pada pernapasan manusia.

Trichinosis disebabkan oleh daging anjing yang dimakan secara mentah atau kurang matang dari anjing yang terinfeksi parasit Trichinella.

Itulah 5 bahaya yang mengintai jika anda mengonsumsi daging anjing.

Jadi daripada anda terkena penyakit lebih baik makan makanan yang sehat dan bergizi. Karena masih banyak makanan yang bisa dimakan selain daging anjing.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar