Do’a Pelipur Lara

Allah SWT melarang umat-Nya agar tidak bersedih terlalu lama. Memang, setiap ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya merupakan cara Allah mencintai para hamba-Nya. Bahkan, bagi orang yang sabar atas segala cobaan yang menimpanya, maka Allah SWT akan meninggikan derajat hamba tersebut.

Oleh karena itu, agar hati senantiasa sabar dan tenang dalam menjalani segala cobaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a pelipur lara yang bisa menenangkan hati.

Bacaan Do’a Pelipur Lara

Bacaan do’a pelipur lara berikut ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’Ud, bahwasanya Nabi Muhamma SAW bersabda, “Apabila seorang hamba ditimpa kegelisahan atau kesedihan, lalu ia berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.

Allahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwalaka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awis ta’tsar ta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indakan, an taj’alal qur-aana robbii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huzznii, wa dzahaaba hammii.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

Dengan membaca do’a pelipur lara di atas, niscaya Allah SWT akan menghilangkan kesedian dan juga rasa cemas yang ada di dalam hati. Semua kesedihan akan digantikan dengan kebahagiaan dan juga kegembiraan.

Setelah mendengar ucapan Rasulullah SAW tentang lafadz do’a tersebut, para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami mempelajari (menghafal) kalimat-kalimat tersebut?”

Nabi SAW menjawab, “Ya, hendaknya siapa saja yang mendengarnya mempelajarinya.” (Riwayat Ahmad 1/391, Ibnu Hibban, Abu Ya’la, al-Hakim an lainnya, Shahih menurut pendapat Al-Albani).

Selain do’a pelipur lara di atas, Anda juga bisa membaca do’a lainnya. Berikut bacaan do’a pelipur lara lainnya untuk menghilangkan kesedihan. Bacaan do’a berikut ini merupakan do’a yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wa haani wal ‘ajli wal kasal, wal bukhil wal jubni wa dhola’iiddaini wa gholabatir rijaal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang ) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutan dan penindasan orang.” (HR. Al-Bukhari 7/158).

اَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.

Laa ilaaha illallaahul ‘ahiimul haliim, Laa ilaaha illallaahu robbul ‘arsyil ‘azhiim. Laa ilaaha illallaahhu robbus samaawaati wa robbul ardhi, wa robbul ‘arsyil kariim.

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selaian Allah, Tuhan yang menguasai arasy, yang Maha Agung, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang Menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” (HR. Al Bukhari 7/154, Muslim 4/2092).

للَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.

Allaahumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafii thorfata ‘ainin, wa ash lihlii syainii kullahu, laa ilaaha illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, aku mengharapkan (mendapat) rahmat-Mu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42. Berdasarkan pendapat Al-Albani adalah hadits hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/959).

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.

Laa ilaaha illa anta, subhaanaka, innii kuntu minazh dzoolimiin.

Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” (HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim)

اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.

Allahu, Allahu robbii, laa usyriku bihi syai-aa.

Artinya: “Allah, Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu.” (HR. Abu Dawud 2/87, menurut Ibnu Majah 2/335 adalah Shahih).

Bacalah do’a-do’a di atas untuk memohon ketengan dan juga kesabaran atas segala musibah yang sedang menimpa diri sendiri.

Untuk pembahasan lengkap mengenai hal ini silahkan kunjungi https://www.dakwahdaily.com, bacaan do’a pelipur lara ini ternyata cukup banyak dan beragam. Anda juga bisa membaca do’a yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW sedang ditimpa kesusahan. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, ia mengatakan bahwa Nabi SAW biasa membaca do’a ini sedang dalam keadaan susah.

لَا إلهَ إلَّا اللّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ, لَا إلهَ إلَّا اللّهُ رَبُّ الْعَرْ شِ الْعَظِيْمِ, لَا إلهَ إلَّا اللّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْا َرْضِ وَرَبُّ الْعَرْ شِ الْكَرِيْمِ

Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Rabb langit, Rabb bumi dan Rabb (pemilik) ‘Arsy yang mulia.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Tak hanya do’a itu, Nabi Muhammad SAW juga biasa membaca do’a pelipur lara yang lain saat sedang sedih. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, berikut lafadz do’a yang diucapkan oleh Rasulullah SAW.

يَا خَيُّ يَا قَيُّوْ مُ بِرَ خْمَتِكَ اَسْتَغِيِثُ

Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurusi makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu-lah aku memohon bantuan.” (HR. Al-Hakim).

Dari Abu Bakrah, Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, “Do’a yang dibaca ketika ditimpa kesusahan ialah:

اَللَّهُمَّ رَخْمَتَكَ اَرْجُوْ فَلَا تَكِلْنِي إلي نَفْسِيْ طَرْفَةَعَيْنٍ وَاَصْلِحْ لِي شَاْنِي كُلَّهُ لَا إلهَ إلَّا اَنْتَ

Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat-Mu-lah aku berharap, maka janganlah Engkau serahkan urusan)ku kepada diriku walaupun sekejap pun, dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

Merasa sedih, kecewa dan cemas merupakan perasaan alami manusia. Namun, Allah SWT melarang hamba-Nya untuk larut dalam kesedihan atas cobaan yang sedang menimpanya tersebut.

Oleh karenya, agar terhindar dari kesedihan yang terlalu mendalam, Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan do’a pelipur lara untuk menenangkan hati.

Amalkan pula do’a pagi hari dan juga do’a pengantin seperti yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan agar senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.