Posisi Penting dalam Formasi Mendaki Gunung

Formasi Mendaki Gunung

Dalam pendakian gunung, biasanya para pendaki berjalan dalam bentuk barisan segaris dengan formasi khusus. Tujuan dari formasi mendaki gunung ini adalah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan rombongan pendaki gunung.

Melalui artikel ini, kami akan membagikan beberapa hal penting terkait formasi dalam mendaki gunung. Apa yang akan kamu pelajari?

  • Posisi-posisi penting dalam formasi mendaki gunung.
  • Tugas dan kewajiban pendaki di dalam regu pendakian.
  • Larangan di dalam pendakian berkelompok.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini 5 posisi penting dalam mendaki gunung yang kami kutip dari laman situs napaktilas.net.

Posisi #1: Navigator

Urutan pertama dalam formasi mendaki gunung diisi oleh seorang navigator. Navigator adalah pendaki gunung yang berada di barisan paling depan regu pendakian. Tugas dari seorang navigator adalah mencari jalan yang benar untuk rombongan pendakian. Entah itu, jalan menuju puncak saat rombongan ingin mendaki, atau jalur menuju basecamp, saat rombongan sudah turun gunung. Navigator akan berada tepat di depan leader. Dengan begitu, navigator dapat menginformasikan kondisi jalur pendakian dengan cepat.

Karena tanggung jawab yang besar, seorang navigator haruslah pendaki yang berpengalaman dan pemberani. Beberapa syarat navigator dalam regu pendakian:

  • Mengetahui medan pendakian dengan baik.
  • Pernah survey jalur pendakian mulai dari basecamp sampai puncak.
  • Memiliki indera penglihatan dan insting yang tajam.
  • Memiliki sifat cermat, tidak pelupa dan bertanggung jawab.
  • Bisa membaca peta, navigasi darat dan menggunakan kompas.

Karena seorang navigator adalah penunjuk arah di dalam regu pendakian, seorang navigator dilarang berjalan terlalu cepat. Jarak navigator dan rombongan berkisar 5-10 meter dan masih masuk ke dalam jarak pandang regu pendakian. Jadi, saat berada di tikungan atau di medan berkabut, navigator harus menunggu rombongannya dengan sabar sebelum melanjutkan mencari jalan.

Posisi #2: Leader

Posisi setelah navigator adalah leader. Leader adalah seorang yang ditunjuk sebagai pemimpin pendakian. Kami tidak merekomendasikan untuk menunjuk leader secara asal, kamu perlu mempertimbangkan beberapa kriteria. Berikut ini kriteria leader pendakian yang tepat:

  1. Memiliki banyak pengalaman dalam mendaki gunung.
  2. Memiliki wawasan yang luar tentang medan pendakian, manajemen tim dan P3K.
  3. Punya wibawa dan pengaruh kuat di dalam regu pendakian.
  4. Pintar dalam mengambil keputusan di saat darurat.
  5. Tidak egois dan bisa bersosialisasi dengan seluruh anggota.
  6. Pemberani dan mau mengambil tanggung jawab besar di dalam regu pendakian.

Tugas seorang leader adalah memimpin regu pendakian untuk menyelesaikan misi mendaki sampai puncak dan pulang dengan selamat. Jadi, leader harus benar-benar cakap dalam memotivasi tim pendakian dan mengambil keputusan. Leader dilarang untuk egois dan lalai dengan anggotanya. Seorang leader harus peka dengan perubahan sikap, perilaku dan kesehatan anggota regunya. Karena dia memikul tanggung jawab paling besar di dalam rombongan pendakian, yaitu keselamatan dan nyawa anggota timnya.

Posisi #3: Follower

Posisi ke-3 dalam formasi mendaki gunung adalah posisi rombongan paling tengah. Posisi ini diisi oleh follower. Seorang follower tidak memiliki tanggung jawab besar di dalam rombongan. Dia hanya perlu mengikuti instruksi dan larangan yang diberikan oleh leader pendakian. Biasanya posisi follower diisi oleh pendaki pemula yang sedang memulai hobi pendakian. Jadi, dia dapat belajar mendaki gunung secara langsung melalui para senior pendaki yang lebih ahli.

Beberapa kriteria pendaki yang masuk posisi follower:

  • Pertama, pendaki belum memiliki pengalaman mendaki gunung (pendaki pemula).
  • Kedua, pendaki baru lulus dari pendidikan dasar pecinta alam/MAPALA.
  • Ketiga, pendaki tidak memiliki kemampuan untuk bersaing di posisi navigator, leader, sweeper atau posisi penting lainnya.
  • Terakhir, pendaki tidak memiliki fisik yang baik atau dalam kondisi cedera.

Catatan: Dalam kegiatan pendakian massal (PENMAS) atau Open Trip (OT), semua peserta akan mengisi posisi follower. Entah, semua peserta dibagi ke dalam beberapa tim kecil atau tim besar. Intinya, peserta harus berada dalam posisi follower. Dan panitia pendakian akan bertanggung jawab mengawal peserta dari naik sampai turun gunung dalam kondisi aman dan nyaman.

Sebagai seorang follower, kamu dilarang berpisah dari rombongan. Jadi, jika ingin ke suatu tempat kamu harus mendapatkan ijin dan ditemani anggota pendakian lainnya. Kamu juga tidak boleh melanggar ketentuan dari leader dan keputusan musyawarah dari tim. Follower tidak boleh ikut-ikut mengatur sesama rombongan, jika ada usul yang penting, sampaikan kepada leader. Terakhir, jangan egois, dan saling tolong menolong jika sesama anggota mengalami kesulitan.

Posisi #4: Logistik & Chef

Posisi berikutnya adalah Logistik & Chef. Dalam pendakian 6 orang, posisi logistik dan chef biasanya dipisah. Tapi, dalam pendakian dengan regu kecil, misal 4 orang, posisi tim logistik dan chef dijabat oleh satu orang. Kami kasih contohkan saja biar kamu lebih jelas:

  • Tim pendakian kecil yang terdiri dari 4 orang:
    • Navigator + leader = 1 orang.
    • Follower = 1 orang.
    • Logistik & chef = 1 orang.
    • Sweeper = 1 orang.
  • Tim pendakian sedang yang terdiri dari 6 orang:
    • Navigator = 1 orang.
    • Leader = 1 orang.
    • Follower = 1 orang.
    • Logistik = 1 orang.
    • Chef = 1 orang.
    • Sweeper = 1 orang.
  • Tim pendakian besar yang terdiri dari 10 orang:
    • Navigator = 1 orang.
    • Leader = 1 orang.
    • Follower = 4 orang.
    • Logistik = 2 orang.
    • Chef = 1 orang.
    • Sweeper = 1 orang.

Kira-kira seperti itu. Sampai di sini paham ya?

Tugas dari posisi logistik adalah membawa bahan makanan pokok dari tim pendakian. Dan tugas dari chef adalah juru masak di dalam tim pendakian. Posisi logistik dan chef inilah yang merencanakan menu masakan selama pendakian. Dia bertugas untuk berbelanja perbekalan untuk tim dan merencanakan menu masakan yang bergizi untuk seluruh anggota tim.

Tim logistik & chef dilarang berada di belakang sweeper. Karena mereka membawa bahan makanan utama untuk pendakian. Kalau ada masalah atau tersesat, seluruh tim akan kelaparan. Biarpun ada tim logistik, bukan berarti, setiap pendaki tidak membawa makanan, lho. Setiap pendaki tetap membawa makanan untuk individual. Nah, untuk makan besar di dalam tim pendakian, semua diurus oleh tim logistik & chef.

Posisi #5: Sweeper

Posisi terakhir di dalam formasi mendaki gunung adalah sweeper. Menurut kami, sweeper adalah juru kunci di pendakian. Di mana, seorang sweeper akan berjalan paling belakang, sampai puncak paling akhir dan sampai basecamp paling akhir. Kenapa begitu? Karena dia adalah orang yang berada di bagian paling belakang barisan. Berikut ini beberapa tugas dari sweeper di dalam tim pendakian:

  • Pertama, memastikan tidak ada barang atau anggota pendakian yang tercecer. Artinya, sebelum tim pendaki berpindah tempat, sweeper wajib mengecek lokasi terakhir tempat berhenti. Dia juga wajib memastikan semua anggota lengkap sebelum melanjutkan perjalanan. Dan tidak ada perlengkapan pendakian yang tertinggal.
  • Kedua, sweeper selalu berada di posisi paling belakang barisan. Entah itu, saat naik atau turun gunung. Dan apabila ada anggota pendakian yang kelelahan atau sakit, dia wajib menungguinya. Dan memberikan kabar pada leader untuk menghentikan pendakian sementara.
  • Ketiga, sweepertidak boleh egois. Karena dia adalah orang yang mengawal seluruh rombongan pendakian. Ibarat keluarga, leader itu bapaknya, sweeper itu ibunya. Jadi, seorang sweeper wajib sabar dan mau mengayomi seluruh anggota tim pendakian.

Karena tugas berat tersebut, seorang sweeper wajib memiliki kriteria, sebagai berikut:

  1. Memiliki fisik yang bugar dan kuat.
  2. Memiliki banyak pengalaman mendaki gunung.
  3. Pernah menjabat di berbagai posisi penting pendakian, seperti: follower, logistik, chef, navigator, dll.
  4. Orangnya harus sabar, pengertian & penolong. Dan bukan orang yang egois.
  5. Bukan orang yang takut jalan sendirian. Artinya, saat tim berjalan di malam hari, sweeper tidak takut berada di posisi paling belakang.

Hal yang paling di larang dari seorang sweeper adalah lupa dengan tanggung jawabnya dan meninggalkan posisinya. Jadi, sweeper tidak boleh keluyuran sendiri atau berpisah terlalu jauh dari rombongan. Dan sweeper tidak boleh masuk ke tengah/depan barisan.

Poin penting

  1. Merencanakan manajemen tim pendakian dari awal itu penting. Karena semakin baik manajemen pendakian, kamu akan mendapatkan pengalaman mendaki yang aman dan nyaman.
  2. Jika membawa pendaki pemula sebaiknya, komposisinya satu banding satu dari pendaki senior. Jika pendaki senior dua orang, maksimal pendaki pemula yang boleh ikut adalah 2 orang. Dengan begitu, satu pendaki senior bisa mengawasi satu pendaki pemula. Jika terjadi apa-apa selama pendakian, semua dapat tercover dengan baik oleh pendaki senior.
  3. Usahakan tim pendakian terdiri dari minimal 4 orang. Jadi, jika ada kecelakaan di gunung, anggota tim yang lain dapat membantu mencari pertolongan ke tim SAR yang ada di basecamp.

Akhir kata, posisi apa yang paling kamu suka saat mendaki gunung? Tulis pendapatmu di kolom komentar sekarang.