Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

Tubuh manusia membutuhkan lemak jenuh dan lemak tak jenuh untuk dapat tetap sehat. Namun apakah anda mengetahui perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh ?

Sehat mana antara lemak jenuh dan lemak tak jenuh ? Berapa persenkah lemak yang harus dikonsumsi agar tubuh kita tetap sehat ? Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di kepala anda.

Di artikel kali ini kami akan mengupas secara tuntas mengenai lemak jenuh dan lemak tak jenuh yang kami sadur dari Yuksinau.id.

Jadi simak sampai akhir artikel ya.

Pengertian Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

1. Lemak Jenuh

Lemak jenuh disebut juga sebagai lemak jahat yang bersumber dari lemak hewani dan produk hewani (seperti mentega, daging, dan susu), minyak tropis (seperti kelapa dan palem), serta coklat.

Lemak jenuh dapat meningkatkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau biasa disebut juga sebagai lemak jahat. Sumber kolesterol yang jahat adalah makanan yang menandung banyak asam lemak trans dan karbohidrat olahan seperti tepung dan gula pasir.

Jika anda terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak jenuh maka tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan munculnya penyakit jantung dan aterosklerosis.

Anda direkomendasikan tidak boleh mengonsumsi lemak jenuh lebih dari 10% dari total kalori per harinya. Karena lemak jenuh tidak cepat rusak dan tahan lama, maka bau tengik yang ditimbulkan lemak jenuh rendah.

2. Lemak Tak Jenuh

Lemak tak jenuh disebut juga sebagai lemak baik yang dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu :

  • Lemak Tak Jenuh Tunggal (Monounsaturated Fat (MUFA))

Asam lemak yang dimiliki lemak tak jenuh tunggal memiliki satu ikatan rangkap antar dua atom karbon dan akan kehilangan dua atom hidrogen. Dimana jumlah hidrogen lebih sedikit daripada asam lemak jenuh.

Lemak tak jenuh tunggal ini berbentuk cair di dalam suhu ruangan dan akan menjadi padat jika didinginkan.

Contoh lemak tak jenuh tunggal adalah minyak yang bersumber dari kacang dan tanaman seperti alpukat, havermut, kacang mete, popcorn, minyak wijen, dan lain sebagainya.

  • Lemak Tak Jenuh Ganda (Polyunsaturated Fat (PUFA))

Asam lemak yang dimiliki lemak tak jenuh ganda memiliki dua atau lebih ikatan rangkap. Bentuk dari lemak tak jenuh ganda adalah cair baik di suhu ruangan maupun didinginkan karena mempunyai hidrogen yang sangat sedikit.

Contoh lemak tak jenuh ganda adalah omega 3 seperti minyak kacang kedelai, sarden, salmon, kacang, telur, strawberry, brokoli, dan lain sebagainya. Omega 6 seperti daging unggas, kacang sereal, roti gandum utuh, gandum durum, kebanyakan minyak nabati, dan lain sebagainya.

Lemak tak jenuh dapat meningkatkan HDL (High Density Lipoprotein) atau biasa disebut juga sebagai lemak baik. Sumber kolesterol yang baik adalah bawang merah dan asam lemak Omega 3 seperti biji – bijian, minyak rami, ikan, makanan kaya serat.

Lemak tak jenuh dapat dimakan untuk digunakan sebagai alat pantau kolesterol yang ada di dalam tubuh dan tinggi antioksidan. Namun dalam konsumsi lemak tak jenuh tidak boleh lebih dari 30% dari total kalori per harinya.

Karena lemak tak jenuh cepat rusak dan tidak tahan lama, maka bau tengik yang ditimbulkan lemak tak jenuh cukup tinggi.

Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh

Perbedaan lemak jenuh dan lemak tak jenuh sudah kami rangkumkan di dalam tabel di bawah ini agar memudahkan pembaca memahaminya.

Perbedaan Lemak Jenuh dan Lemak Tak Jenuh
PembedaLemak JenuhLemak Tak Jenuh
Jenis IkatanTerdiri dari ikatan tunggal.Terdiri dari setidaknya 1 ikatan rangkap.
KolesterolLemak jenuh dapat meningkatkan LDL (Low Density Lipoprotein) atau biasa disebut juga sebagai lemak jahat.Sumber kolesterol yang jahat adalah makanan yang menandung banyak asam lemak trans dan karbohidrat olahan seperti tepung dan gula pasir.Lemak tak jenuh dapat meningkatkan HDL (High Density Lipoprotein) atau biasa disebut juga sebagai lemak baik.Sumber kolesterol yang baik adalah bawang merah dan asam lemak Omega 3 seperti biji – bijian, minyak rami, ikan, makanan kaya serat.
SumberLemak hewani dan produk hewani (seperti mentega, daging, dan susu), minyak tropis (seperti kelapa dan palem), serta coklat.Lemak tak jenuh tunggal :Minyak yang bersumber dari kacang dan tanaman seperti alpukat, havermut, kacang mete, popcorn, minyak wijen, dan lain sebagainya.Lemak tak jenuh ganda :Omega 3 seperti minyak kacang kedelai, sarden, salmon, kacang, telur, strawberry, brokoli, dan lain sebagainya.Omega 6 seperti daging unggas, kacang sereal, roti gandum utuh, gandum durum, kebanyakan minyak nabati, dan lain sebagainya.
Rekomendasi untuk DikonsumsiTidak boleh lebih dari 10% dari total kalori per harinya.Tidak boleh lebih dari 30% dari total kalori per harinya.
SifatNon essensialEssensial
Produksi TubuhDapat diproduksi atau disintesis oleh tubuh.Tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Efek KesehatanJika terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak jenuh maka tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan munculnya penyakit jantung dan aterosklerosis.Lemak tak jenuh dapat dimakan untuk digunakan sebagai alat pantau kolesterol yang ada di dalam tubuh dan tinggi antioksidan.
Daya Tahan PenyimpananTidak cepat rusak dan tahan lama.Cepat rusak dan tidak tahan lama.
Bau TengikRendahTinggi
Bentuk Fisik pada Temperatur KamarPadat (lemak jenuh dan lemak trans)Cair (lemat tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh jamak yang dimiliki oleh Omega 3 dan 9.
Titik LelehTinggiRendah
Pada Suhu KamarPadatCair
Ditemukan diMinyak kelapa, mentega, margarin, daging, kacang, susu utuh, gorengan, minyak sayur, makanan frozen, keju, dan lain sebagainya.Minyak kedelai, minyak zaitun, minyak conola, minyak ikan kenari, minyak bunga matahari, alpukat, daging merah, rami, dan lain sebagainya.
Ikatan RangkapTidak adaAda
ContohDaging olahan, mentega, minyak terhidrogenerasi, dan lain sebagainya.Asam linoleat, asam alfa-linolenat, minyak zaitun, dan lain sebagainya.

Fakta tentang lemak jenuh dan lemak tak jenuh :

  • Perhatikan asupan kalori anda dan pastikan anda tidak mengonsumsi terlalu banyak kalori, dengan kata lain konsumsilah kalori secara seimbang.
  • Anda dapat mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal maupun lemak tak jenuh ganda yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.
  • Anda tidak dapat membuat asam lemak esensial di dalam tubuh anda. Oleh sebab itu maka penting bagi anda untuk memasukkan lemak ke dalam menu makanan sebagai bagian dari diet seimbang.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat karena karbohidrat dapat berubah menjadi gula dan jika terlalu banyak mengonsumsinya maka dapat menyebabkan meningkatnya resiko penyakit diabetes dan penyakit kardiovaskular.
  • Jika anda mengkonsumsi lebih dari 10% lemak jenuh dan lemak trans untuk asupan energi harian anda, maka jumlah kolesterol jahat dalam tubuh akan meningkat. Akibatnya pembuluh darah akan tersumbat dan dapat juga menyebabkan terjadinya penyakit jantung.
  • Jika anda vegetarian dan ingin mendapatkan asam lemak esensial yang cukup dalam diet anda maka anda dapat memilih telur atau makanan lain yang diperkaya dengan omega3.
  • Terdapat beberapa makanan olahan dan produk hewani terutama makanan cepat saji yang di goreng, umumnya tinggi akan lemak jenuh yang telah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol darah.
  • Hindari lemak trans.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai perbedaan lemak jenuh dan lemat tak jenuh serta beberapa contoh – contohnya dan tips agar tubuh anda dapat mengonsumsi kedua lemak tersebut secara seimbang.

Semoga dengan adanya artikel ini anda dapat menjadi lebih sehat lagi dan jangan lupa perhatikan asupan makanan anda. Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *