Resopone Time and Error Handling

Responds Time

Waktu tanggap yang diberikan antar muka/interface ketika user mengirimkan permintaan ke komputer

Secara umum user menginginkan program aplikasinya dapat memberikan waktu tanggap yang sependek-pendeknya. Waktu tanggap yang baik memang tidak dapat ditentukan karena ada beberapa aspek antara lain ragam interaksi yang diinginkan dan kefasihan pengguna dalam menggunakan program aplikasi tersebut.

picture1

Apabila Respone Time Lambat

1.User frustasi

2.Waktu terbuang untuk menunggu

3.User menjadi gelisah dan tidak fokus terhadap perkerjaan

Apabila Respone Time Cepat

1.User merasa puas dengan kinerja komputer

2.User bisa menjadi lebih produktif

KEGIATAN USER FEEDBACK SISTEM
Gerakan Mouse/Cursor Pemberitahuan ke user untuk apa yang telah dipilih.
Proses >1 detik Pemberitahuan ke user dengan merubah icon kursor, yang menunjukan arti proses.
2 Detik < Proses < 10 Detik Pemberitahuan berupa gabungan antara icon kursor yang berubah dengan ada nya Bar Proses.
Proses > 10 Detik Pemberitahuan berupa prosentase pekerjaan yang telah selesai, dan berikan fungsi “minimize” agar user bisa mengerjakan proses lain.
Proses yang belum tahu estimasi waktunya Pemberitahuan secara berkala tentang jalanya proses
Kriteria kinerja yang diuji pada respons time adalah :
  • Fairness
  • Efisien
  • Waktu Tanggap
  • Turn Around Times
  • Throughtput

Prinsip utama pada respons time

  • Ideal dari respons time yang diperlukan oleh antarmuka tidak lebih dari dua detik
  • Memberikan informasi kepada user secara konsisten
  • Mengoptimalkan layout dan posisi sesuai dengan tugasnya
Faktor yang mempengaruhi respons time
  • Jumlah Pengguna

Semakin banyak pegguna yang mengakses aplikasi pada waktu yang hampir bersamaan maka akan membuat peforma dari aplikasi tersebut menurun

  • Kecepatan Transmisi

Jumlah data dalam bit yang melalui suatu medium dalam kurun waktu satu detik dan umumnya dituliskan dalam bit/second

  • Kompleksitas interaksi

Sebuah input yang memiliki rangkaian perintah yang panjang dapat memengaruhi respon time komputer.

Display Rate

Alphanumeric Display : tampilkan yang menggabungan angka dan huruf Kecepatan waktu tanggap per detik untuk bisa menampilkan informasi yang nantinya dapat dipahami oleh user

Contoh :

picture2

World Wide Web Applications : aplikasi yang berbasis web dan terhubung dengan database Kecepatan waktu tanggap tergantung pada kecepatan transmisi.

Contoh : saat input KRS, kecepatan waktu tanggap dari web Input KRS dipengaruhi selain dari banyak pengguna juga bergantung pada kecepatan internet.

Fase Model IMK

Perceptual (read scan)
Menangani sensor dari luar sebagai buffer untuk menampung masukan yang diterima dari indera manusia kemudian di proses untuk selanjutnya di teruskan ke otak (memory)

  • Kognitif (think)

Memproses hubungan keduanya

  • Sistem Motor (respon)

Mengontrol aksi atau repson (pergerakan, kecepatan, kecepatan)

 First Contentful Paint(FCP) diukur saat pengguna melihat respons visual dari halaman. Waktu yang lebih cepat cenderung membuat pengguna tetap berinteraksi. DOM Content Loaded(DCL) diukur saat dokumen HTML telah dimulai dan diuraikan. Waktu yang lebih cepat telah terbukti berkorelasi dengan rasio pantulan yang lebih rendah. Sebaiknya lihat berbagai metrik, termasuk FCP dan DCL untuk mehami performa halaman.

picture3picture4

Error Handling

Error handling adalah sistem penanganan kesalahan (error) dalam berbagai macam keadaan pada sebuah program. Dengan adanya error handling ini maka program akan semakin user friendly bagi para penggunanya (user), baik user tingkat pemula hingga expert

Macam -macam jenis error handling

Perceptual error : adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidakjelasan keterangan dari petunjuk pengguna yang menyebabkan kesalah tanggapan dari pihak pengguna (user).

Contoh : adanya icon yang memiliki arti ambigu dalam sebuah desain antar muka

picture6

Cognitive error : kesalahan yang diakibatkan oleh kemampuan  memecahkan oleh user, terlalu banyak konteks dan informasi status.

picture7

Motor error : adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidak sinkronan antara mata, tangan, dan kemampuan yang dimiliki oleh user.

Contoh : user salah melakukan penulisan yang diakibatkan pengertian yang terlalu cepat

Jenis-jenis kesalahan dari program

Syntax error merupakan kesalahan dari penulisan syntax pada program sehingga syntax tersebut tidak dapat dieksuke oleh program, dan akan membuat program error.

Contoh syntax error : pada program C setiap baris selalu diakhiri dengan tanda (;) jika tidak diakhiri oleh ; maka program akan error

Logical error merupakan kesalahan yang disebabkan oeh programmer karena kesalahan penusilan atau rumus yang diterapkan

Contoh : jika kita membuat program perhitungan namun tidak menghasilkan tidaksesuai yang diinginkan maka itu disebut logical error

Jenis-jenis kesalahan dari program

Runtime error adalah kesalahan yang terjadi ketika sebuah program dijalankan.

Contoh jika anda sengaja menghapus beberapa file penting yang digunakan oleh suatu aplikasi, maka terdapat kemungkinan akan terjadi Run-time Error saat aplikasi tersebut dijalankan.

jenis -jenis kesalahan user

Mistake: kesalahan ini terjadi ketika user berpikir bahwa sudah melakukan hal yang benar, namun sebenarnya yang terjadi user melakukan ksealahan.

  Contoh :

picture8

Slip : Terjadi Kesalahan di Luar Keinginan User

  Contoh : terjadi kesalahan pengetikan atau saat meng-klik menu yang diinginkan

picture9

BENTUK – BENTUK PENCEGAHAN DAN PERBAIKAN KESALAHAN (ERROR HANDLING)

Error Prevention : Untuk mencegah kesalahan user sehingga skala kesalahan user dapat diminimalisir agar tidak terjadi error yang lebih fatal di suatu sistem.

Contoh : yang sering digunakan adalah memunculkan error message untuk menghindari adanya kesalahan yang lebih fatal

picture10

Error Recovery : untuk memperbaiki kesalahan terhadap suatu kesalahan yang sudah terlanjur dilakukan oleh user.

Contoh : yang sering dilakukan adalah adanya sistem “undo” dan “cancel” didalam suatu sistem

picture11

Penggunaan Bahasa yang Harus Diperhatikan Saat Terjadi Sistem Error Handling
  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh user.
  2. Jangan menggunakan kata-kata yang terkesan menyalahkan user.
  3. Hindari kalimat perintah, sehingga user merasa sistem yang dibuat sudah menyediakan apa yang dibutuhkan oleh user.
Cara Membuat Error Handling yang Baik
  1. Hindari kata-kata seperti : Bad,Dummy,dll
  2. .Hindari kalimat perintah
  3. FAQ(Frequently Asked Question)
  4. Optimalisasikan dan pemanfaatan undo dan reedo function dan cancel
  5. Menyiapkan berbagai macam model respon
  6. Validasi masukan/intellegent error checking & recovery
  7. Proteksi pengguna
  8. Penampilan pesan
  9. Optimasisasi fungsi help (Quick Access Help)
  10. Editing of error field
  11. Desain yang efektif dan efisien
  12. Return cursor & Hightlight error
  13. No interrupting work flow
  14. Confirmation commands
Pustaka :
Skip to toolbar