Dampak Buruk Judi Online pada Generasi Milenial

desireeficker – Sebelum era digital menjadi pesat seperti sekarang dan muncul judi online, bentuk-bentuk perjudian konvensional nyatanya sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun silam. Kini, perjudian bisa diakses dan dimainkan hanya lewat gawai dengan beberapa kali klik beserta proses transaksinya. Hal ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, sebab pengguna gawai saat ini didominasi oleh generasi milenial.

Generasi milenial dianggap menjadi generasi pengganti yang akan membangun masa depan negara. Namun apa jadinya jika anak-anak muda justru terlibat dalam aktivitas perjudian seperti judi online? Bagaimana judi bisa merusak generasi muda, baik secara pribadi hingga skala sosial yang lebih besar?

Perjudian Memicu Gangguan Mental pada Generasi Milenial

Pada dasarnya, otak akan menghasilkan hormon dopamin ketika melakukan atau mengalami sesuatu yang menyenangkan. Judi online, adalah salah satunya, bisa memicu dopamin, sama seperti ketika seseorang kecanduan minum alkohol atau narkoba.

Jika paparan dopamin ini terjadi terus-menerus, maka seseorang akan menjadi hypersensitive. Ia kemudian tidak bisa membedakan antara menang dan kalah, karena pada kedua kondisi tersebut ia menghasilkan hormon dopamin dan merasa senang. Maka ia pun bisa menghabiskan waktu berjam-jam meskipun terus kalah. Inilah mengapa sulit sekali untuk menghentikan kecanduan judi.

Judi online juga berhubungan dengan dampak yang lebih serius terhadap mental, seperti gejala stres, kecemasan, hingga depresi. Masa muda merupakan masa-masa di mana seseorang mencari jati diri. Jika seseorang tidak menemukan cara untuk mengekspresikan diri dan komunitas yang tepat di mana ia bisa merasa memiliki (sense of belonging), maka ia mudah sekali terjerumus ke hal-hal negatif seperti perjudian.

Judi Menghambat Potensi Terbaik Generasi Milenial

Perjudian online memang menjanjikan iming-iming hadiah fantastis dengan game yang mudah dimainkan. Dengan kemudahan seperti itu, judi mendorong seseorang untuk mengharapkan hasil instan tanpa bekerja keras (instant gratification). Padahal reward tersebut sangatlah tidak pasti, bahkan peluangnya sangat kecil.

Cara kerja perjudian online di atas bisa tingkat kemalasan seseorang. Kemampuan kognitif otak generasi milenial yang seharusnya digunakan untuk menghasilkan ide-ide dan inovasi baru pun akan terhenti. Apabila ada suatu permasalahan yang berat atau membutuhkan pemikiran untuk mengambil keputusan, ia tidak akan bisa melakukannya dengan optimal. Bahkan ketika sedang tidak bermain, ia akan terus-menerus memikirkan tentang judi.

Dengan kata lain, game perjudian menghalangi potensi dan kemampuan-kemampuan terbaik generasi muda untuk bisa berkembang. Sebab dengan waktu yang ada, ia sebenarnya bisa belajar hal-hal baru lain untuk meningkatkan skill personalnya dan berperan dalam kemajuan. Dalam jangka panjang, hal ini tentu sangat merugikan bagi dirinya sendiri, lingkungan, serta negara.

Judi Mengakibatkan Manajemen Finansial Berantakan

Sebagai pemuda, seseorang seharusnya sudah mulai menata finansialnya sendiri untuk masa depan yang baik. Namun dengan melakukan judi online, hal tersebut takkan bisa terjadi. Sebaliknya, ia justru bisa terlilit hutang. Hal ini diperparah ketika ia belum bekerja dan menghasilkan pendapatan sendiri. Sebab yang seringkali terjadi, uang yang diinvestasikan di perjudian tidak kembali dalam jumlah yang lebih besar.

Perjudian Mengganggu Kemampuan Bersosial

Sama seperti bentuk kecanduan lainnya seperti alkohol maupun obat-obatan terlarang, judi juga merupakan aktivitas yang dilakukan sendiri atau terisolasi dari yang lain. Dalam hal ini, hubungan pecandu dengan orang-orang di sekitarnya biasanya sangat buruk dan terdiskoneksi.

Di masa muda, seseorang harusnya menemukan komunitas atau kelompok tertentu di mana ia bisa berkembang. Tentu ini tidak bisa didapatkan oleh seorang pecandu judi. Sebaliknya, ia akan sering mengalami gesekan atau permusuhan.

Orang-orang yang seharusnya bisa memberikan dampak positif juga akan menjauhinya. Belum lagi hubungan dengan orangtua, yang tentunya akan sangat kecewa bahkan marah besar apabila mengetahui anaknya bermain judi.

Demikian adalah penjelasan bagaimana judi online bisa sangat merusak generasi milenial. Selain dampak di atas, seseorang juga bisa terjerat hukuman pidana dan harus mendekam di penjara ketika tertangkap polisi. Oleh karena itu, sebagai generasi milenial, sudah sepatutnya kita menjauhi segala bentuk perjudian. Sekian, semoga artikel di atas bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply