Masyarakat Protes Pembakaran Limbah Triplek PT Rong Hua Xing Indonesia

Kesibukan pemrosesan sampah pabrik triplek punya PT Rong Hua Xing Indonesia di Kampung Kertaraharja, RT 4/2, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, memetik protes dari semua golongan. Masalahnya dalam pemrosesan sampahnya, perusahaan itu sudah membakar sampah produksi sampai dicemaskan apinya merambat serta membakar pemukiman masyarakat.

Penjabat Sesaat (PJs) Kepala Desa Kertaraharja, Yunyun Zieni Arief menjelaskan, kecemasan masyarakat Kampung Kertaraharja ini, berawal waktu faksi perusahaan lakukan pembakaran sampah triplek pada Senin (4/11) kira-kira jam 19.00 WIB.

“Waktu itu, masyarakat cemas sebab tempat pembakaran sampah ada tidak jauh dengan pemukiman masyarakat dengan jarak seputar 10 mtr.,” jelas Yunyun pada Radar Sukabumi, tempo hari (5/11).

Faksinya memandang lumrah, jika masyarakat Kampung Kertaraharja berasa cemas pada kegiatan pembakaran sampah triplek itu. Karena, waktu insiden situasi api tengah besar serta bisa mempunyai potensi membakar rumah masyarakat.

“Jadi masyarakat itu, takut api yang datang dari pembakaran sampah triplek itu, bisa menyebar ke rumah masyarakat. Ditambah lagi, waktu kajadian angin tengah kencang,” katanya.

Karena itu, waktu proses pembakaran sampah triplek itu, faksinya langsung pengaturan dengan Muspika Kecamatan Cikembar serta Petugas Pengendalian Musibah Kecamatan (P2BK) Kecamatan Cikembar untuk berusaha mematikan api yang membakar sampah triplek itu.

“Masyarakat yang protes masalah pembakaran sampah triplek ini, ada seputar 10 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa seputar 25 orang,” tuturnya.

Kasi Trantibum Kecamatan Cikembar, Dading menjelaskan, waktu insiden pembakaran sampah harga triplek triplek itu, dia bersama-sama P2BK, Babinsa serta Bhabinkamtibmas langsung mengevaluasi ke tempat insiden untuk berusaha mematikan api yang membakar sampah produksi perusahaan triplek itu.

“Api sukses dipadamkan kira-kira jam 20.00 WIB, sesudah satu unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke tempat insiden,” tuturnya.

Untuk memperhitungkan supaya hal itu tidak terulang lagi, faksinya langsung merajut kerja sama dengan pemerintah Desa Kertaraharja, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh pemuda serta tokoh warga untuk lakukan perantaraan bersama-sama faksi perusahaan.

“Alhamdulillah sesudah kita fasilitasi, pada akhirnya faksi perusahaan janji tidak kembali lagi lakukan pembakaran sampah yang bisa mengakibatkan kegelisahan masyarakat seputar. Jika nantinya, faksi perusahaan bersikeras membakar sampah triplek, karena itu faksi perusahaan akan diolah sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Direktur PT Rong Hua Xing Indonesia, Lin Guochi lewat Juru Bicara (Juru bicara) Aas Asiyah menjelaskan, pembakaran sampah triplek itu, menyengaja dilaksanakan. Karena faksi perusahaan tidak mempunyai tempat untuk penampungan sampah.

“Semasa 3 hari berproduksi, sampah triplek langsung kami bakar di tempat perusahaan. Iya, umumnya sampah ini diangkut untuk dibuang ke perusahaan lain. Tetapi, sebab di tempat penampungannya sedang penuh. Karena itu kami sangat terpaksa membakarnya di sini,” tuturnya.

Sesudah lakukan perantaraan dengan masyarakat serta pemerintah Desa Kertaraharja dan pemerintah Kecamatan Cikembar, pada akhirnya faksi perusahaan setuju tidak kembali lagi lakukan pembakaran sampah triplek itu.

“Gagasan nantinya, sampah triplek ini akan kami buang ke tempat yang semakin aman. Untuk proses prosesnya, kelak kita akan bekerja bersama dengan Karang Taruna Desa Kertaraharja,” ujarnya.

Sumber : https://wikiarsitek.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *