PENERAPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN PT.CARREFOUR

carrefour

Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Prancis. Carrefour adalah kelompok ritel kedua terbesar setelah Wal-Mart. Gerai Carrefour pertama dibuka pada 3 Juni 1957, di Annecy di dekat sebuah persimpangan (carrefour, dalam Bahasa Prancis). Kelompok ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Hingga kini, gerai pertama ini adalah gerai Carrefour terkecil di dunia.

Kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hipermarket untuk pertama kalinya, sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store (“toko serba ada”). Mereka membuka hipermarket pertamanya pada 1962 di Sainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris, Prancis.

CARREFOUR DI INDONESIA

Carrefour di Indonesia hadir sejak tahun 1998 dengan membuka gerai pertama di Cempaka Putih pada bulan Oktober 1998. Pada saat yang sama, Continent, sebagai perusahaan ritel Prancis, membuka gerai pertamanya di Pasar Festival. Pada tahun 1999, Carrefour dan Promodes (sebagai pemegang saham utama dari Continent) menggabungkan semua kegiatan usaha ritel di seluruh dunia dengan nama Carrefour. Hal tersebut menjadikan Carrefour sebagai ritel terbesar kedua di dunia. Sebagai bagian dari perusahaan global, PT. Carrefour Indonesia berusaha untuk memberikan standar pelayanan kelas dunia dalam industri ritel Indonesia. Carrefour Indonesia memperkenalkan konsep hipermarket dan menyediakan alternatif belanja baru di Indonesia bagi pelanggan Carrefour Indonesia. Carrefour menawarkan konsep “One-Stop Shopping” yang menawarkan tempat pilihan dengan produk yang beragam, harga murah, dan juga memberikan pelayanan terbaik sehingga melebihi harapan pelanggan.

Saat ini, Carrefour sudah beroperasi di 84 gerai dan tersebar di 28 kota/kabupaten di Indonesia. 72 juta pelanggan telah mengunjungi Carrefour pada tahun 2010, naik dari 62 juta pelanggan pada tahun sebelumnya.Dalam menunjang jumlah pelanggan maka Carrefour sendiri menawarkan lebih dari 40.000 produk .

Sejak 15 Oktober 2012, Carrefour Indonesia melakukan upaya mengurangi konsumsi kantong plastik bagi konsumen, sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan. Dimulai di tujuh gerai (Lebak Bulus Jakarta, Ambarukmo Yogyakarta, Maguwo Yogyakarta, Srondol Semarang, DP Mall Semarang, Citra Garden Medan dan Medan Fair), Carrefour Indonesia tidak lagi melayani pemberian kantong plastik tempat belanja secara gratis.[1]

Sebagai gantinya, Carrefour Indonesia menawarkan kepada konsumen untuk membawa kantong belanjaan sendiri atau membeli kantong plastik yang bisa didaur ulang atau Green Bag. Green bag dijual Rp200 per lembar kantong plastik ukuran kecil, dan Rp400 per lembar ukuran besar. Kebijakan Carrefour Indonesia ini untuk mendukung Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Saat ini sudah ada 25 gerai Carrefour yang tidak lagi melayani kantong plastik secara gratis.

A. PROFIL PERUSAHAAN

VISI PERUSAHAAN

Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

MISI PERUSAHAAN

Misi dari carrefour berlandaskan aspek kebebasan, tanggung jawab, berbagi, menghargai, integritas, solidaritas dan progres, dapat di jabarkan sebagai berikut :

–          Menjadi Retailer No. 1 di Indonesia tahun 2020

–          Menciptakan paserba dengan konsep tempat belanja keluarga

–          Memberikan pilihan dan kualitas ke semua orang

–          Menciptakan harga yang di inginkan konsumen dan penyediaan lokasi yang dekat dengan rumah.

–          Membangun kerja sama yang baik dengan para pemasok yang berkualitas

–          Memberikan dukungan yang terbaik bagi para karyawan untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan.

B. PENERAPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PT. CARREFOUR INDONESIA

SCM pada Carrefour sebenarnya sudah dikembangkan sejak lama ketika Carrefour baru memiliki beberapa gerai. Ketika itu, SCM yang dikembangkan masih sangat sederhana. Fungsinya hanya untuk membantu proses penerimaan barang di gerai. Selain itu, fokusnya masih pada barang pangan siap saji. Carrefour mulai serius mengembangkan SCM ini sejak Juli 2007. Mereka berinvestasi di bidang teknologi informasi (TI) untuk mengembangkan model rantai pasokan yang berbeda, sehingga memudahkan pemasok dan gerai. Untuk tujuan itu, dibeli sebuah aplikasi ternama khusus untuk rantai pasokan dan sekaligus mampu menjalankan warehouse management systemyakni InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan.

Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok, walaupun belum semua pemasok terintegrasi. Saat ini Carrefour fokus pada efisiensi yang bisa diberikan, sehingga bisa dinikmati oleh pelanggan berupa keberadaan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif. Rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai.

mrp

Gambar 1 : Supply chain management pada PT.Carrefour

Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center /DC), yang disebut Cross Dock.

Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang. Pada dasarnya fungsi DC adalah untuk meredistribusi produk, bukan untuk menyimpan produk. Jadi melalui Cross DockCarrefour mengembalikan DC ini ke fungsi sebenarnya. 

Keunikan cara ini yaitu bila pemasok mengirimkan langsung bahwa produk-produk tadi sudah dikonsolidasi ketika dikirim kegerai. Misalnya, bila biasanya sebuah gerai menerima 30 truk yang berbeda, kini cukup menerima 5 truk saja. Pasalnya, para pemasok bisa mengirimkan ke DC Carrefour. Selanjutnya, barang dari berbagai pemasok itu akan dipilah-pilah sesuai dengan permintaan gerai.

mrp1

Gambar 2 : Supply chain PT.Carrefour yang telah menerapkan penggunaan DC (Distribution Center)

mrp2-min

Gambar 3 : Supply chain PT.Carrefour yang tidak menerapkan penggunaan DC (Distribution Center)

Menurut Frederic Fontaine, Penasihat Teknis Rantai Pasokan Carrefour, rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok. Bagi Carrefour, keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. Keuntungan lain bagi pemasok adalah proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibandingkan mengirim produk ke seluruh gerai.

C. PENERAPAN DECOUPLING POINT PADA PT. CARREFOUR INDONESIA

dpGambar 4 : Decoupling Point pada PT. Carrefour

MTS (Make To Stock) merupakan decoupling point yang diterapkan pada PT. Carrefour Indonesia karena produk dijual tanpa adanya permintaan dari pelanggan. Kemudian produk-produk tersebut akan dikirimkan dari DC (Distribution Center) untuk memenuhi produk yang habis pada gerai.

D. Kesimpulan

Dalam melakukan usahanya, Carrefour menerapkan Warehouse Management System, yakni InfoLog, yang memungkinkan semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock . Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Dengan adanya Cross Dock, maka peran DC (Distribution Center) semakin berjalan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/25939027/Sistem_Supply_Chain_Management_SCM_pada_PT._Carrefour_Indonesia  (Diakses pada tanggal 18 oktober 2019)

http://www.g-excess.com/penerapan-scm-pada-perusahaan-pt-carrefour-indonesia.html (Diakses pada tanggal 18 oktober 2019)

http://www.carrefour.co.id/ (Diakses pada tanggal 18 oktober 2019)

https://id.wikipedia.org/wiki/Carrefour (Diakses pada tanggal 18 oktober 2019)