SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

PENERAPAN STRATEGI MANAJEMEN RANTAI PASOK (SCM) PADA PT PERTAMINA.

p2

Manajemen Rantai Pasok (SCM) sendiri merupakan  sebuah proses, alur atau siklus dimana produk diciptakan sampai dengan diberikannya produk tersebut ke pengguna akhir (customer) guna memenuhi kepuasan pelanggan.  Manajemen Rantai Pasok didalamnya terdapat jaringan yang menekankan pada struktural lokasi, transportasi, dan perserdiaan barang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan pemangku kepentingan. Rantai pasok menjadi fokus utama dalam perusahaan untuk memperlancar manajemen pengorganisir bisnisnya. Salah satu perusahaan BUMN yang menerapkan SCM dipengelolaan bisnisnya adalah PT Pertamina (Persero). Hal-hal yang diperhatikan pada kasus PT Pertamina ini adalah bagaimana cara mengatasi permintaan dan penyediaan produk secara efektif dan efisien. Rantai yang di maksud disini itu produk yang bagus dari para pemasok yang dari hulu hingga customer paling akhir atau hilir sampai dengan aktifitas proses transaksinya.

PT Pertamina (Persero) itulah nama perusahaan yang telah di sahkan sejak tanggal 17 September 2003 berdasarkan Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2003. PT Pertamina sendiri merupakan perusahaan besar yang bergerak di bisnis minyak, dan non minyak, BBM, gas, petrokimia dan pelumas yang ada di Indonesia ataupun diluar, sehingga perusahaan pertamina sendiri harus lebih memperhatikan rantai pasokannya. PT pertamina juga menjalin hubungan bisnis dengan patner kerja sesama perusahaan migas. Sebelum itu PT pertamina dibawah naungan pemerintahan Indonesia. Saat itu pemerintah bekerja keras agar investor domestik maupun asing bisa bergabung dan meninvestasikan pada perusahaan pertamina. PT Pertamina bekerja sebagai operator pengelolaan area kerjanya sendiri dan regulator bagi mitra yang bekerjasama secara kontrak. Kegiatan yang dilakukan saat itu adalah pengembangan produksi, pengeboran , transportasi darat ataupun laut dll. Tulisan ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk mengetahui lebih detail mengenai operasi migas dan cara mengelola suplai secara real time hingga sampai ke tangan pengguna akhir (end user).

Profil Perusahaan

VISI

  • Menjadi perusahaan energy nasional yang unggul , maju dan terpandang kelas dunia ( To be a respected leading company).

MISI

  • Menjalankan usaha minya , gas, serta energy baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
  • Merupakan entitas bisnis yang dikelola secara professional, kempetitif dan berdasarkan tata nilai unggulan.
  • Memberikan nilai tambah lebih bagi pemegang saham, pelanggan, pekerjaan dan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

TATA NILAI

  1. Clean : dikelola secara professional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas tata kelola korporasi yang baik.
  2. Confident : berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membangun kebanggan bangsa.
  3. Commercial : nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
  4. Competitive : mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja.
  5. Customer focus : berorientasi pada kepentingan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
  6. Capable : dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang professional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemamuan riset dan pengembangan.

Peran Supply Chain Management PT Pertamina 

Pertamina sudah melakukan tranformasi pada pengelolaan bisnisnya dalam segala bidang. Transformasi yang dilakukan pada tahun 2006 adalah melanjutkan reformasi sehingga pertamina mampu memnjadi perusahaan menjadi semakin efisien, produktif dan kompetitif. Program yang dijalankan pada tahun itu adalah pemberian standarisasi pelayanan SPBU dengan cara memberikan pelayanan terbaik mulai dari staff, kualitas dan kuantitas dan fasilitas, format fisik dan produk pelayanan. Keunngulan dari BBM sendiri yakni merupakan bahan bakar utama dari penngunaan alat transportasi sehingga dengan adanya BBM semua alat trasnformasi bisa berjalan. Maka dari itu, PT Pertamina memiliki ketersediaan dan mampu mensupply BBM  yang melimpah. PT Pertamina sendiri sudah tersebar di seluruh daerah di Indonesia dengan 7 kilang minyak yang yang dimiliki dan tersebar dimana-mana, sarana operasional yang komplit, lebih dari 100 tempat depot dan terminal transit disetiap daerah yang ada di Indonesia. Jadi, sudah terlihat jangkauan PT Pertamina mulai dari produk, pelanggan dan penjualan sudah tersebar.

PT Pertamina (Persero) sebagai satu-satunya perusahaan energi di Indonesia yang sudah menguasai manajemen rantai pasok bisnis gas dengan perfeksionis. Ada 4 anak usaha di sektor ekplorasi dan produksi diantaranya sebagai berikut:

  1. PT Pertamina EP (PEP)
  2. PT Pertamina Hulu Energi ( PHE)
  3. PT Pertamina EP Cepu (PEPC)
  4. PT Pertamina Internasional EP (PIEP)

Dilangsir dari sumber pertamina sendiri setiap harinya memproduksi sekitar 1,63 miliaar kaki kubik. Pertamina membuat saluran pipa untuk tempat penyaluran gas yang akan diproduksi dengan anak perusahaannya pada sektor distribusi dan transmisi gas yakni PT Pertamina Gas (Pertagas). Tidak hanya dalam bentuk gas, pertamina juga memproduksi gas alam cair (LNG) melalui PT Badak NGL Botang, Kalimantan Timur dan PT Donggi Senoro LNG di Banggai. LNG yang di produksi kemudian dikirimkan lewat jalur laut menggunakan Pertamina Shipping yang kemudian diolah lagi oleh PT Petra Arun menjadi regasfikasi LNG. Dan yang terakhir dikirimkan ke konsumen seperti PGN (PT Perusahaan Gas Negara Tbk), pupuk, PLN, Industri Jaringan dan Gas serta Trasportasi, namun ada juga yang diproduksi dari hulu oleh PT Perta Samtan Gas untuk dipasok menjadi gas LGD plant yang disebar diberbagai daerah seperti Bekasi, Indramayu dan Palembang.

Supply Chain yang dimiliki PT Pertamina meliputi:

  1. Perencanaan & Optimasi merupakan aktivitas hilir yang dilakukan secara integrasi sesuai visi & misi perusahaan dan memstikan persedian serta penjadwalan suplai dan distribusi.
  2. Niaga & Komersial yang dimaksut adalah pengelolaan minyak mentah oleh para anak perusahaan PT Pertamina yakni anak Perusahaan Hulu Pertamina yang berada di dalam dan luar negeri, kontraktor-kontraktor yang bekerja sama, dan perusahaan yang melakukan ekspor, impor produk kilang migas.
  3. Operasional Suplai & Ekspor , PT Pertamina sangat memperhatikan suplai dan distribusi produk yang dihasilkan melalui beberapa faktor yang diantaranya kuantitas, kualitas, sarana prasarana fasilitas dan tranpostasi untuk pengiriman barang.

 

untitled-diagram-1

Rantai Pasok

Tim pertamina menjelaskan proses bisnis SCMnya yakni, Peraturn Pemerintah untuk migas,proses pengadaan bahan dan layanan, untuk logistik, dan regulasi antara perusahaan-perusahaan yang diwah naungannya. selajutnya ada kebijakan , regulasi, mengukur dan mendefinisikan mekanisme yang terkait.

Berikut merupakan cakupan rantai pasok yang sekiranya ada pada PT Pertamina :

tabel 1

Tabel Cakupan

PLANNING PEMENUHAN PRODUKSI

            Rencana perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar dengan cara melihat dan menyesuaikan data permintaan dari tahun-tahun sebelumnya. Jika diketahui data permintaan sebelumnya meningkat, maka PT Pertamina dapat melakukan eskpor dan import. Pertamina sendiri sudah menerapkan kegiatan menejemen mutu disini guna mengoptimalkan operasi, peningkatan produksi sehingga dari sini perusahaan dapat melihat perkembangan permintaan disetiap daerahnya. Diketahui data 323,34 juta barel minyak mentah diproduksi dari dalam negeri maka semua pekerja juga ikut terlibat dalam mengalokasikan kualitas dan mewujudkan tujuan perusahaan.

            Tidak hanya itu proses penjadwalan penting dilakukan pada sektor hulu dengan cara pengeboran atau pengerukan yang kemudian diangkut dan diolah hingga menjadi produk utama yakni premium, mogas, minyak tanah, solar, LPG, dll. Dengan cara pengerukan dan pengeboran oleh Explorating  Production (EP) dlalu dibawa dan diolah pada sektor Refinery Unit (RU). Lokasi Unit Pertamina diantaranya yakni :

  1. RU IV Cilacap, Jateng.
  2. RU V Balikpapan , Kaltim.
  3. RU II Dumai, Riau.
  4. RU III Plaju, Sumsel.
  5. RU Balongan , Jabar.
  6. RU VII Kasim, Papua.

Dari semua unit pertamina itu PT Pertamina mengalokasikannya secara flow shop, karena kongfigurasinya sendiri terdiri dari jalur produksi yang mengalir dan repetitive tentang cara yang lebih optimal dan efisien mempertahankan total total minyak mentah ke kilang baik melalui optimasi produksi ataupun fasilitas seperti terminal BBM.

4

Model bisnis utama pertamina hulu perusahaan minyak dan gas didapat dari reservoir minyak, kemudian dari pengembangan proses pencarian area baru yang telah diprediksi adanya reservoir minyak. Eksplorasi pengeboran yang kemudian diketahui jumlah minyak dan gas  lalu diangkat menggunakan fasitites dan di produksi ke anak perusahaan pertamina.

Pengelolaan Pemasok

Rantai Pemasokan BBM

Rantai Pemasokan BBM

Cakupan wilayah pertamina di Indonesia sudah melayani 30 titik suplai minyak yang terdiri dari 7 pelabuhan khusus kilang dan 154 depot.  jadi aktivitas pemsokan bahan baku dilakukan diluar negeri (melakukan analisis strategis dengan para mitra kerjasama ) dan di dalam negeri ( kerjasama operasi sendiri dan kerjasama mitra). Para mitra menjalin hubungan kerjasama berdsarkan operasinya misalkan membutuhkan barang-barang yang bisa dikatakan critical items atau barang-barang yang dibutuhkan dalam situasi tertentu. Namun jika barang yang dicari atau saat dibutuhkan itu tidak ada maka akan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bahkan bisa gulung tikanr, maka dari itu perusahaan mitra bekerja sama guna meminimalisir hal-hal seperti itu. Para mitra harus memastikan penyediaan dalam posisi tertentu. Telah disebutkna bahwa cakupan pertamina sendiri beradi di beberapa wilayan di Indonesia yakni, Sumatera (Rantau, Pangkalan Susu, Jambi, Prabumulih, Lirik dan Pendopo), Jawa (Cepu, Jatibarang, Subang), Kalimantan (Sorong, Sanggata, Bunyu), dan papua. Sedangkan yang di luar negeri ada pemasok oleh PT Pertamina Hulu Energi terdiri dari Blok SK-305 OFFshore Malaysia, Blok 3 Wetern Dessert Irak, Blok Onshore Sirte Basin dan Offshore Sabratah Basin Libya, Blok 13 Sudan, Dan Blok 10/11.1 Vietnam.

Pengelolaan Logistik 

3

PT Pertamina dalam hal ini sangat amat memfokuskan pada pengelolaan termasuk alur barang dalam perusahaan dan sangat berpacu dengan perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal. kegiatan usaha pada sektor hilir ini ada beberapa yakni Pengelolaan , Pemasaran & Niaga.

1.      Pengelolaan

Pertamina yang memiliki beberapa unit kilang yang sudah terintegrasi dan menghasilkan produk-produk bahan bakar seperti petrokimia (Purified Terapthalic Acid), LPG, Lube Base Oil dan masih banyak lagi. Melalui anak perusahaannya Pertamina memiliki pengelolaan dengan cara disebar pada sector anak perusahaanya sehingga dapat terorganisir dengan baik dengan pertimbangan beberapa factor diantaranya lokasi, dan bahan bakunya.

2.      Pemasaran & Niaga

Pertamina pada sektor ini berfokus pada profit. Fungsi yang dilakukan terkait dengan niaga yakni perencanaa, evaluasi, pengembangan dan koordinasi dengan anak perusahaanya antara lain minyak mentah & BBm dan non BBM guna memenuhi kebutuhan pasar yang shortage of supply/ production.

Kesimpulan

Dapat ditarik kesimpulan dari topik pembahasan mengenai Supply Chain Management bahwa PT Pertamina ini merupakan satu-satunya perusahaan pengahasil minyak mentah dan gas di Indonesia yang dapat mensupplai produknya di berbagai wilayah yang tersebar dengan bantuan dan kerjasama antara anak perusahan pertamina dan PT Pertamina itu sendiri. Anak perusahaan pertamina itu sebagai pihak yang membantu dan mengolah terkait dengan pengelolaan produk yang di distributori PT Pertamina. Dengan adanya penyelarasan dan hubungan kerja sama antar anak perusahaan, pertamina dapat dengan baik mengatasi rantai pasokan anatara pemasok dengan distributor. Sehingga PT Pertamina mendirikan anak perusahaannya secara terpisah dikarenakan ekplorasi , eksploitasi dan produksi minyak dna gas menjadi mudah di olah dan dikelola.

Cakupan Wilayah yang sangat besar membuat PT Pertamina mengalami masalaah terkait dengan pengiriman ke berbagai anak perusahaannya. Hal ini membuat terganggunya manajemen rantai pasok  menjadi terhambat dan pertamina kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan minyak di seluruh wilayah di Indonesia, sehingga PT Pertamina harus memikirkan lagi mengenai penambahan kapasitas produksi dan pengiriman di seluruh anak perusahaanya.

jadi, strategi supply chain management pada PT Pertamina tujuannyan untuk mencapai data online dan waktu nyata, untuk pusat perencanaan dan pelaksanaan, standarisasi pada bahan/produk yang dihasilkan, kecerdasan untuk memenuhi layanan waktu dan sumber yang tepat dan efektif dalam pengolahan dan pendistribusian.

Saran

Agar fungsi Supply Chain bisa berjalan dengan baik PT Pertamina memerlukan reorganisasi untuk meningkatkan mutu dan sinergi fungsionalnya pada daya dukung SCM. Pertamina juga seharusnya bertanggung jawab agar tidak ada tumpang tindih antara fungsi internal dan untuk kegiatan di dalam upaya peningkatan aliran operasi.  diantaranya Devisi yang membawa materi dan layanan pada anak perusahaannya, fungsi pendukung juga diperlukan untuk berkoordinasi di bagian lapangan agar SCM berjalan sampai dengan terealisasikan permintaan bahan dan layanan oleh pengguna akhir denga optimal.



Daftar Pustaka

  1. Prahara, Dion Yoske and Prasetyo Budi Saksono.REORGANIZATION OF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT FUNGTION IN PERTAMINA EP BASED ON NEWLY DEVELOPED PERTAMINA EP BUSINESS PROCESS. THE INDONESIAN JOURNAL OF BUSINESS ADMINISTRATION, 1(8), 585-590.
  2. Harisnanda, Fajri, Ikhlashia Amaly, dkk. 2011. Analisis Sistem Rantai Pasok Minyak. JOSI, 11(1), 1-4.
  3. http://pdsi.pertamina.com/scm (Diakses pada 11/10/2019)
  4. https://www.slideshare.net/mobile/togar/rantai-pasok-pertamina (Diakses pada 11/10/2019)
  5. http://scm.phe.pertamina.com/resources/books/supply-chain-management/ (Diakses pada 11/10/2019)
  6. https://www.google.com/amp/s/bumiindonesia.wordpress.com/2006/10/15/peliknya-arus-bbm-di-indonesia/amp/ (Diakses pada 11/10/2019)
  7. http://menulisilmiah123.blogspot.com/2015/11/analisis-sistem-rantai-pasok-minyak.html?m=1 (Diakses pada 11/10/2019)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *