Bener Nggak Sih Pake Aplikasi Pinjaman Uang Online Bikin Buntung?

Pengen pinjem di aplikasi pinjaman uang online, tapi masih ragu? 

Tenang aja, kamu nggak sendirian kok. Bukan cuma dikenal karena gampang ngasih pinjaman, aplikasi pinjaman uang online juga dikenal bikin buntung. Terutama yang ilegal. Mulai dari biaya admin dan bunganya yang tinggi, tenor pendek, sampai cara penagihan yang yang menyalahi aturan. 

Inilah makanya kenapa kita semua diimbau untuk berhati-hati dalam menggunakan aplikasi fintech pinjaman uang online. Jangan pernah gunakan aplikasi pinjaman yang nggak terdaftar di OJK karena aplikasi tersebut pasti ilegal. 

Bukan cuma terdaftar di OJK, kita juga perlu lebih teliti lagi dengan mengecek suku bunga sampai ulasan pengguna dari aplikasi fintech sebelum digunakan. Sebab faktanya, kalau takut buntung, banyak kok aplikasi pinjaman uang online yang beneran bersahabat di kantong. Salah satu contohnya Kredivo yang bunganya cuma 2,6% per bulan. Kuncinya, kita perlu sabar pilah-pilih dan riset dulu sebelum pinjam. 

Nah, buat kamu yang lagi cari atau berminat pake aplikasi pinjaman uang online, berikut ini ada 3 tips anti buntung yang bisa dicoba: 

Pilih aplikasi pinjaman uang online yang memiliki suku bunga bulanan

Pertama, kita perlu paham dulu bahwa fintech ada banyak banget jenisnya. Yang menawarkan atau berfokus pada jasa transaksi pinjam meminjam disebut sebagai fintech lending, sesuai perbedaan yang didefinisikan OJK. Beda fintech lending, beda juga aturan yang diterapkan. Terutama dalam hal suku bunga. Ada fintech yang menerapkan suku bunga harian, tapi ada juga yang menerapkan suku bunga bulanan. 

Terkait suku bunga, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga sudah mengatur bahwa suku bunga pinjaman tidak boleh lebih dari 0,8% per hari berikut dengan jumlah total biaya pinjamannya. Selain itu, maksimal total biaya, biaya keterlambatan dan biaya lain yang menyertai pinjaman adalah 100% dari nilai prinsipal pinjaman. Contoh: kalau kamu pinjam Rp 1 juta, maka maksimal pinjaman yang dikembalikan adalah Rp 2 juta, tidak boleh lebih. 

Suku bunga 0,8% per hari memang cukup tinggi karena fintech lending memberikan pinjaman yang risikonya juga tinggi: cair cepat & tanpa jaminan. Kalau nggak cocok dengan suku bunga tersebut, kita sebagai calon debitur punya pilihan untuk (1) tidak sepakat atau tidak jadi pinjam (2) memilih fintech lain yang bunganya lebih pas di kantong atau bulanan. 

Kredivo adalah salah satu fintech kredit dan pinjaman uang online yang mematok suku bunga bulanan. Dengan bunga 2,6%, Kredivo menawarkan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, hingga 6 bulan, untuk pinjaman tunai mulai dari 500 ribu sampai puluhan juta. Untuk daftar Kredivo, kamu bisa langsung download aplikasinya di Google Play Store atau App Store dan pastikan bahwa kamu (1) Sudah berusia minimal 18 tahun; (2) Memiliki penghasilan tetap per bulan sebesar Rp 3 juta; dan (3) Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Jangan pake uang pinjaman untuk foya-foya atau menutup pinjaman lain

Hal utama yang bisa bikin buntung dari aplikasi pinjaman uang online adalah penggunaan yang nggak terkontrol dan nggak tepat sasaran. Contohnya: untuk kebutuhan konsumtif, foya-foya, atau bahkan menutup pinjaman lainnya. 

Kebutuhan konsumtif seperti belanja atau foya-foya, sifatnya bisa bikin ketagihan. Kalau sumber dananya dari pinjaman, apalagi pinjaman online yang tenornya singkat, yang bakal kewalahan bayar tagihannya justru kamu sendiri lho. Bukan cuma itu, uang dari pinjaman online juga nggak disarankan untuk dipake buat menutup utang di tempat lainnya. Sebab, ini sama aja kamu memulai ‘gali lubang, tutup lubang’. 

Butuh uang cepat buat biaya rumah sakit? Servis kendaraan? Atau tanggal tua? Kebutuhan-kebutuhan mendesak inilah yang bisa sangat terbantu dari aplikasi pinjaman uang online. Selain urgensinya, kita juga perlu mempertimbangkan apakah di bulan depan masih ada slot di anggaran keuangan yang tersisa untuk bayar angsurannya? Apakah utang yang kita punya saat ini masih dalam kategori sehat dan belum lebih dari 30%?

Jangan nekat pake lebih dari satu aplikasi pinjaman uang dalam waktu yang sama

Habit lainnya yang bisa bikin buntung ketika pinjam uang adalah mengambil pinjaman baru sebelum pinjaman yang lama lunas. Dalam kasus pengguna fintech, hal ini kerap terjadi: banyak orang yang pake aplikasi fintech lebih dari satu dalam waktu yang sama. Akibatnya, ketika tanggal jatuh temponya berbarengan, mereka kebingungan untuk membayar tagihannya. Sebagian yang terdesak malah memutuskan untuk download aplikasi pinjaman yang lain untuk menutup utang di aplikasi pinjaman sebelumnya. Belum ditambah dengan bunga berjalan, denda, dan biaya keterlambatan. 

Jangan sampe hal ini terjadi di kamu. Sebelum memastikan bahwa sebuah aplikasi fintech punya kredibilitas yang baik dan aman digunakan, yuk pastikan dulu bahwa diri kita sendiri bisa bertanggung jawab terhadap hal-hal yang kita lakukan, terutama terkait keuangan. 

Skip to toolbar