Bisakah Membeli Rumah dengan Gaji UMR?

Naiknya harga properti kerap menjadi batu sandungan masyarakat yang membeli rumah, terutama karyawan yang gajinya terbatas pada UMR (Upah Minimum Regional).

Tapi yakinlah, Anda dengan upah minimum masih bisa membeli rumah. Sebagai bagian dari Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei, Lamudi memberikan tips membeli rumah untuk karyawan dengan gaji UMR dan berbagai pilihan tempat tinggal bersubsidi di wilayah Bekasi dan Bogor.

Pilih rumah bersubsidi

Cara yang paling mudah bagi pegawai dengan gaji UMR untuk memiliki apartemen adalah dengan membeli rumah bersubsidi dengan skema pengajuan KPR bersubsidi.

Anda sedang mencari kusen pintu? bisa kunjungi tautan tersebut.

Selain harga real estat yang relatif lebih rendah, suku bunga KPR bersubsidi juga relatif rendah yaitu hanya 5% pada akhir periode laporan.

Simpan untuk membayar uang muka rumah Anda

Langkah selanjutnya adalah menabung untuk uang muka (DP) dan memotong penghasilan Anda sebesar 20 persen setiap bulan selama dua tahun. Jadi jika penghasilan Anda Rp 3,6 juta (UMR Jakarta), Anda perlu menyisihkan sekitar Rp 700.000 untuk dua tahun.

Kita juga melayani jual pintu segala jenis & segala desain, silahkan bisa kunjungi tautan tersebut.

Dengan begini, Anda bisa mengumpulkan Rp 16.800.000 dalam dua tahun. Jumlah ini cukup untuk membayar uang muka rumah bersubsidi yang rata-rata dikumpulkan pengembang Rp 10 juta.

Pilih tenor paling rendah

Setelah berhasil mengumpulkan dana untuk uang muka, Anda juga perlu bijak menentukan berapa lama jangka waktu pinjaman rumah. Dalam skema KPR bersubsidi, opsi waktu untuk pinjaman rumah biasanya 15 tahun dan 20 tahun.

Dengan perhitungan angsuran Rp 1 juta untuk jangka waktu 15 tahun dan Rp 800.000 untuk jangka waktu 20 tahun.

Sebaiknya pilih jangka waktu 15 tahun karena pengurangan cicilan ditambah cicilan hanya Rp 200.000 akan mengurangi beban utang Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar