Desa Adat di Bali Untuk Kamu Kunjungi

Apakah Anda ingin mengunjungi salah satu desa tradisional di Bali? Saat anda sedang liburan di Bali tidak ada salahnya mampir ke desa aslinya. Selama ini budaya Bali menarik untuk dipelajari. Mengunjungi desa tradisional di Bali adalah salah satu cara terbaik untuk lebih memahami budaya Bali.

Anda bisa mengobrol dengan warga sekitar, bermalam bersama warga sekitar, melihat adat dan budaya yang masih padat, menikmati udara sejuk, dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya akan membuat pengalaman liburan Anda berbeda.

Rekomendasi desa tradisional di Bali untuk Anda kunjungi

Apakah Anda tertarik dengan desa tradisional Bali? Jelas liburan di Bali tidak bisa hanya mengunjungi pantai-pantai di Bali, bukan?

Desa Penglipuran

Memiliki ciri khas yaitu rumah dengan arsitektur khas dan unik yang dilengkapi dengan perabotan yang teratur dan tidak lepas dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Menariknya, bagian depan rumahnya mirip dari hulu hingga hilir kampung. Desa itu rapi, bersih, asri dan tertata dengan baik.

Penglipuran memiliki persewaan homestay namun tetap mempertahankan sisi tradisionalnya sehingga Anda dapat menikmati suasana pedesaan, berinteraksi langsung, atau mengikuti aktivitas sehari-hari. Terletak di Kabupaten Bangli, Bali.

Desa Budakeling

Desa ini merupakan bagian dari pengembangan desa wisata. Anda dapat tinggal di Budakeling karena keluarga angkat tersedia. Anda bisa merasakan sejuknya udara desa di bawah kaki Gunung Agung. Budakeling merupakan desa yang menghasilkan kerajinan perak dengan kualitas yang baik.

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan, mis. B. Belanja di pasar tradisional, memasak, hiking di pedesaan dan persawahan, bersepeda atau berinteraksi dengan anak sekolah. Menariknya, hotel ini terletak di Desa Budakeling, Bebandem, Karangasem, Bali.

Desa Jasri

Desa Jasri, salah satu desa tradisional di Bali, dikelilingi oleh persawahan, perkebunan dengan tiga bagian sungai, perbukitan dan laut. Jasri memiliki semua potensi alam sehingga banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti berselancar, trekking, bersepeda, tur desa dan beberapa aktivitas menarik lainnya.

Misalnya kelas memasak, tari Bali, canang (sesaji), yoga dan meditasi, tembikar, spa, memancing dengan nelayan dan lain-lain. Jasri juga menyediakan akomodasi bagi penghuni yang menjadi keluarga angkat dengan standar kamar hotel. Terletak di Kabupaten Karangasem, Bali.

Desa Tenganan

Namanya Desa Bali Aga yang berarti desa yang tetap mempertahankan gaya hidup masyarakatnya dan mengacu pada aturan yang biasa diturunkan dari nenek moyang mereka.

Berdasarkan bentuk, denah, luas bangunan, halaman dan letak candi dibuat secara turun-temurun sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penduduk setempat adalah seniman yang terampil, mereka menenun kain abrasif legendaris mereka sendiri, yang hanya dibuat di desa ini. Terletak di Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

Desa Blimbingsari

Mayoritas masyarakat Bali memegang teguh agama Hindu, namun mayoritas penduduk di Desa Blimbingsari beragama Kristen. Menariknya, penduduk desa tersebut adalah penduduk asli Bali, bukan pendatang, dan mereka tidak meninggalkan adat istiadat dan budayanya. Tentunya desa ini terkenal dengan wisata spiritualnya seperti retret dan kegiatan religi.

Blimbingsari memiliki kondisi alam yang asri, desanya tertata rapi dan bersih. Di sini Anda bisa menemukan beberapa objek wisata menarik seperti hiking, trekking dan aktivitas outbond serta produksi langsung kopra dan gula aren.

Jika Anda ingin bermalam, Blimbingsari juga melayani sekitar 85 keluarga angkat. Terletak di Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Anda butuh sewa mobil di bali? Disini juga menyediakan lepas kunci maupun dengan driver, harga sangat bersahabat dengan kantong Anda.

Skip to toolbar