Jenis Kambing Untuk Ternak

Kambing merupakan salah satu hewan ternak yang banyak dibudidayakan oleh peternak tradisional. Produksi dan konsumsi daging kambing di Indonesia tidak setinggi daging sapi, khususnya ayam. Tapi peternakan domba sangat menjanjikan.

Hewan dengan nama ilmiah Capra aegagrus ini hingga kini belum diketahui karena ketika dinamai manusia menjadi hewan peliharaan. Hingga saat ini, banyak peternak tradisional yang mempraktikkan budidaya domba.

Ada dua fokus utama dalam beternak domba, yaitu mengumpulkan daging dan mengumpulkan susu. Beberapa jenis domba seperti Domba Etawa produktif dalam menghasilkan susu. Produk susu domba juga lebih mahal dari pada daging sapi.

Hanya saja produksi susu kambing tidak seintensif susu dari sapi biasa. Ini umumnya masih dianggap sebagai produk sampingan. Tujuan utamanya adalah menghasilkan daging.

Memulai bisnis di peternakan domba adalah salah satu cara yang benar untuk menghasilkan keuntungan besar. Bidang ini sangat populer sebagai lapangan usaha dan peluang usaha seiring dengan permintaan pasar dan industri kuliner yang semakin meningkat.

Tertarik mencoba mencari domba? Mari kita simak artikel di bawah ini.

Jenis Kambing Ternak

Saat ini banyak jenis domba yang bisa ditanam. Setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan.

Berikut ini adalah tiga jenis domba yang populer dalam pembuatan domba.

1. Kambing Jawa Randu

Kambing jawa duda merupakan hasil persilangan antara domba etawa keturunan dan kacang. Jika dilihat dari bentuknya, domba jenis ini terlihat seperti kacang polong namun berukuran cukup besar.

Hal yang sama berlaku untuk rutinitas, seperti kacang roaming yang digantung atau digiring. Hanya domba jawa yang bisa makan, jadi tidak hanya rumput.

Jika Anda berlokasi di Bandung, kami juga menyediakan jasa aqiqah bandung dengan harga murah dan berkualitas.

Meski tidak besar dan cocok untuk jenis etawa, janda juga bisa menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari.

Perkembangan domba jawa juga lebih cepat dari pada kacang. Jantan dan betina beratnya bisa mencapai 40 kg. Kambing ini banyak ditanam sebagai hewan kurban atau aqiqah.

2. Kambing Etawa/Jamnapari

Masyarakat sering salah paham dengan jenis domba etawa, karena masyarakat menyebutnya sebagai domba silang etawa (PE), padahal kedua dombanya itu tidak sama.

Domba etawa sendiri sebenarnya disebut sebagai domba jamnapari yang berasal dari daerah Etawah India, diperkenalkan pada tahun 1930-an oleh Hindia Belanda dan pada tahun 1947 oleh Presiden Sukarno.

Pada masa penjajahan Belanda, domba Jamnapari dikembangkan di Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Sedangkan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, domba Etawa dikembangkan di Desa Senduro di kaki Gunung Semeru, Jawa Timur.

Domba jamnapari memiliki tubuh yang cukup kuat. Domba dapat memiliki berat hingga 120 kg, sedangkan betina memiliki berat hingga 90 kg.

Kambing jamnapari merupakan salah satu jenis susu kambing atau susu kambing yang paling banyak dikonsumsi. Produksi susu bisa sampai 2 liter per hari.

3. Kambing Kacang

Kacang tanah merupakan salah satu jenis domba lokal yang banyak ditanam di Indonesia. Tubuh buncis cukup kecil dibandingkan dengan jenis domba lainnya. Namun, sangat tahan terhadap penyakit alam dan tropis.

Karena sifatnya yang sulit dan tidak sulit dirawat, banyak domba yang ditanam hidup atau miring.

Rambut jenggot. Warnanya putih, hitam, coklat dan kombinasi dari ketiga warna tersebut. Ciri khas kacang-kacangan adalah rambut tumbuh memanjang dari leher, bahu, hingga ujung ekor.

Kepala seekor domba kecil dan tanduknya yang pendek. Telinganya berdiri dengan janggut yang sedikit lebih panjang. Jantan dewasa beratnya bisa mencapai 30 kg dan betina 25 kg.

Skip to toolbar