Langkah Mengenali dan Memperhatikan Burung Nokturnal

burung-nokturnal

Birding pada malam hari memerlukan pengabdian khusus dan sebagai langkah yang berguna untuk menyaksikan burung nokturnal, tapi burung apa yang perlu Anda mencari sesudah gelap? Burung hantu ialah burung malam terpopuler, tapi sesungguhnya ada semakin banyak spesies nokturnal yang perlu jadi perhatian dibanding yang kemungkinan diakui oleh birders.

Karakter Burung Nokturnal

Burung nokturnal benar-benar berlainan dari ponakan mereka diurnal (siang hari). Secara fisik, burung ini mempunyai beberapa ciri-ciri yang lain dari burung siang hari yang lebih dikenal. Sebagai contoh:

Warna Bulu Kusam: Karena warna ceria susah disaksikan saat malam hari, sejumlah besar spesies burung nokturnal kekurangan warna merah, biru, oranye atau warna berani lainnya. Kebalikannya, burung ini mempunyai bulu yang lebih tenang dengan corak coklat, abu-abu, putih dan hitam. Wanita dan pria umumnya kelihatan benar-benar mirip.

Skema Tersamar Berat: Pola-pola yang paling berbintik-bintik dan dikaburkan ialah hal yang biasa pada burung nokturnal. Saat burung-burung ini menempati pada siang hari, bulu yang paling tersamarkan menolong mereka bersatu dengan lingkungannya dan mengawasinya masih aman dari pemangsa.

Mata Lebih Besar: Burung nokturnal kerap kali mempunyai mata yang besar sekali diperbandingkan sama ukuran badannya dan kepala. Mata besar ini menolong kumpulkan sinar terbatas yang ada untuk tingkatkan pandangan mereka.

Indera yang Dinaikkan: Kecuali mata yang semakin besar untuk pandangan yang lebih bagus, indra lain, seperti pendengaran dan penciuman, kemungkinan lebih kronis pada burung nokturnal diperbandingkan pada burung diurnal. Misalkan, burung hantu mempunyai cakram muka yang menolong tingkatkan pendengarannya.

Burung yang aktif pada malam hari berperangai berlainan dengan burung pada siang hari. Saat mereka kelihatan pada siang hari, mereka kemungkinan terlihat relatif jinak dan tenang, tapi itu ialah proses pertahanan dibanding tanda sikap lembut.

Burung-burung ini secara perasaanah akan membeku dan tidak bergerak saat mereka berasa terancam pada siang hari, mengharap penyamaran tutupi mereka dan usaha tidak untuk mengundang perhatian tambahan dengan bergerak.

Membuat perlindungan spesies ini dan biarkan mereka istirahat secara baik, birders jangan dekati burung nokturnal terlampau dekat pada siang hari. Sebagai ketentuan ringkas yang bagus, bila burung sudah buka matanya dan memerhatikan Anda, Anda sudah mengingatkannya dan mengusik istirahatnya, menjadi yang terbaik ialah mundur dan wafatkannya dengan nyaman.

Spesies Burung Nokturnal

Susah untuk mengelompokkan spesies burung sebagai spesies nokturnal, karena banyak spesies akan aktif kapan saja mereka perlu, terhitung pada saat ganjil bila stok makanan sangat jarang atau bila mereka sedang stres.

jenis-burung-nokturnal-di-indonesia

Tetapi, saat sejumlah besar rutinitas normal burung https://kacer.co.id/ terjadi pada jam-jam paling gelap pada malam hari, spesies itu biasanya dipandang aktif pada malam hari. Burung yang paling dekat dan biasanya nokturnal mencakup:

Petrels badai abu-abu
Frogmouths
Kakapos
buah kiwi
Penguin kecil
Burung bangau malam
Burung beo malam
Nightjars
Owlet-nightjars
Burung hantu
Pauraques
Miskin
Potoos
Stone-curlews
Woodcock

Kecuali spesies dan barisan burung yang umumnya dipandang aktif pada malam hari, banyak spesies burung yang lain yang krepuskular, yang memiliki arti mereka sangat aktif saat saat sebelum fajar atau senja. Burung dipandang aktif pada malam hari, cuman bila mereka sudah siap aktif pada bagian paling gelap pada malam hari. Banyak spesies bisa dipandang aktif pada malam krepuskular dan hari.

Apa yang Dilaksanakan Burung di Malam Hari

Burung malam mengikut skema rutinitas yang serupa seperti burung siang hari, cuman pada pukul yang berbeda. Saat malam hari, burung nokturnal akan cari makan atau memburu mangsa, bersolek, membuat sarang, memperlihatkan sikap kekasihan, dan lakukan pekerjaan lain apa saja yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup mereka. Di siang hari mereka menempati dan tidur, sama seperti yang dilaksanakan burung diurnal saat malam hari.

Ada saatnya, khususnya pada musim semi dan musim luruh, saat semakin banyak burung dibanding umumnya aktif pada malam hari. Pada musim semi, gabungan suara fajar kemungkinan ada beberapa saat saat sebelum fajar karena burung diurnal usaha mengakui daerah dan menarik pasangan dengan lagu merdu mereka.

Beberapa burung diurnal bahkan bisa saja menyanyi pada malam hari saat ada cukup sinar untuk memacu perasaan bernada mereka, seperti saat bulan purnama atau di dekat lampu jalan yang terang.

Pada musim luruh, banyak burung siang hari bisa lakukan migrasi pada malam hari, hingga menghindar perhatian elang yang lakukan migrasi dan predator udara yang lain dan manfaatkan skema bintang untuk navigasi yang lebih jelas. Walau rutinitas angin-anginan ini terbatas, tetapi, burung yang cuman terkadang aktif pada malam hari tidak dipandang aktif pada malam hari.

Sering Terbang Di Malam Hari

Mendapati burung malam hari menjadi rintangan, tapi itu pantas dilaksanakan. Birders selalu harus ingat kebutuhan terbaik burung, bagaimana juga, apa mereka lakukan pendakian burung hantu tertentu atau cuman berkunjung petak lokal sesudah gelap untuk menyaksikan burung apa yang kemungkinan aktif.

Pelajari langkah mengenali burung pada malam hari memerlukan kesabaran dan latihan, tapi pahami burung yang kemungkinan aktif pada malam hari ialah langkah awal untuk nikmati burung sejauh malam.

Ya itu saja info singkat yg bisa dibagikan oleh – Student Blog Dinus , semoga kiranya dapat bermanfaat ya.

Skip to toolbar