Legenda asal muasal minuman kopi

Sejarah kopi konon dimulai di Ethiopia pada abad ke-9. Namun, penanaman dan perdagangan kopi di Yaman tidak populer di kalangan pedagang Arab sampai abad ke-15.

Kopi mencapai Eropa pada abad ke-17 tetapi tidak tumbuh dengan baik di sana. Bangsa-bangsa Eropa kemudian memanfaatkan koloni mereka untuk menanam tanaman kopi.

Indonesia yang ditempati oleh Belanda memiliki andil yang besar dalam sejarah dan penyebaran jenis-jenis kopi di dunia.

Gambaran lainnya bisa Anda temukan pada artikel Sejarah Dunia & Kopi Indonesia berikut ini. Semoga dapat menambah wawasan Anda tentang minuman favorit dunia.

Legenda asal muasal minuman kopi

Ada dua cerita legendaris dalam sejarah kopi. Legenda itu bercerita tentang Khaldi, yang bertemu seekor kambing, dan Omar, yang bekerja sebagai tabib. Kedua mitos ini menceritakan bagaimana orang mulai mengonsumsi kopi.

Kedua cerita tersebut sangat terkenal dan mendunia. Siapapun yang mencoba menelusuri sejarah kopi akan menemukan dua mitos ini.

Khaldi dan kambing penari

Kisah ini merupakan mitos yang lahir di Ethiopia. Seiring dengan penyebaran kopi ke seluruh dunia, kisah ini pun menjadi legendaris.

Konon ada seorang gembala kambing bernama Khaldi pada tahun 850. Suatu hari kambing itu melompat-lompat kegirangan seolah-olah sedang menari. Penelitian telah menunjukkan bahwa kambing memakan buah beri merah dari pohon yang aneh.

Khaldi terpesona dengan apa yang dialami kambing itu dan mencoba buahnya. Setelah memakannya, dia menjadi bersemangat seperti kambing.

Khaldi menceritakan apa yang terjadi pada seorang pertapa atau biksu. Biksu itu kemudian tertarik untuk mencicipi buah ajaib itu. Dia juga bisa menjadi lebih kuat dan tetap terjaga sepanjang malam tanpa tertidur untuk berdoa.

Karena buahnya sangat pahit, biksu itu mulai membudidayakannya. Dia mencoba memanggang dan menyeduh buahnya. Sejak saat itu, kopi dikenal sebagai minuman yang dapat meningkatkan energi dan menghilangkan rasa kantuk.

Omar sang tabib sufi

Dahulu kala ada seorang penyembuh sufi di kota Mocha di Yaman. Namanya Ali bin Omar al Shadili dan biasa dipanggil Omar.

Omar dikenal sebagai tabib yang menggabungkan perawatan medis dengan doa. Dengan cara ini dia bisa menyembuhkan hampir semua penyakit. Ia juga menjadi seorang dokter terkenal dan terpercaya di kota Mocha.

Popularitas Omar tidak disukai oleh otoritas lokal. Segala upaya dilakukan untuk menggulingkan Omar karena dikabarkan bahwa dia telah bersekutu dengan iblis untuk menyembuhkan pasiennya. Akhirnya masyarakat mengusir Omar dari moka.

Omar pergi dan tinggal di sebuah gua di luar kota Mocha. Ketika dia kelaparan, dia menemukan semak yang penuh dengan beri merah.

Umar mengira buah itu pertanda bahwa Tuhan ingin menyelamatkannya. Dia juga makan buah untuk menghilangkan rasa lapar. Karena rasa red berrynya yang pahit, semuanya dilakukan untuk mengolah buah menjadi biji.

Upaya Omar tidak berhasil karena masih belum bisa menikmati buahnya. Ia hanya meminum cairan dari biji buahnya untuk memuaskan dahaga. Tak disangka, cairan yang diminumnya bisa menyegarkan tubuhnya.

Singkatnya, banyak pasien datang ke gua dan meminta Omar kembali untuk menyembuhkan penyakit orang. Omar mulai menggunakan air yang diseduh dari biji buah beri sebagai obat mujarab. Airnya juga terkenal dan disebut moka.

Artikel ini didedikasikan untuk rumah mesin dengan url lengkapnya https://www.rumahmesin.com.

Skip to toolbar