Lurah Kebon Jayanti Kota Bandung Beberkan Alasan Wilayahnya Terbebas Covid-19

Bandung | Jurus Kelurahan Kebon Jayanti Kembalikan Nol Kasus Covid-19

Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi momok yang menakutkan. Sejak pertama kali muncul, virus tersebut telah menginfeksi 109.654.599 orang dan bahkan telah banyak jiwa yang terenggut nyawanya akibat virus mematikan tersebut. 

Penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 di Tanah Air hampir setahun lamanya. Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia telah mencatat ada lebih dari satu juta orang yang terpapar virus mematikan tersebut. Bahkan, lebih dari 30 ribu orang meninggal lantaran terpapar virus mematikan yang diyakini berasal dari China. 

Berita terkini, ada satu kelurahan di Kota Bandung yang hingga saat ini belum ditemukan ada warganya yang terpapar virus corona. Kelurahan tersebut adalah kelurahan Kebon Jayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Kelurahan Kebon Jayanti termasuk kawasan padat penduduk yang memiliki luas sekitar 27 hektar. Wilayah tersebut dihuni oleh 13.474 orang yang tersebar di 14 RW dan 89 RT. 

Abdul Manaf selaku lurah Kebon Jayanti pun menyampaikan rahasia yang membuat wilayah dibawah pimpinannya bebas Corona. Berikut dibawah ini fakta fakta penuturan Abdul Manaf mengenai rahasia Kelurahan Kebon Jayanti yang bisa terbebas dari paparan virus Corona :

  1. Manaf Mengajak Berbagai Pihak Untuk Bergerak Cepat Mengantisipasi Virus Corona

Manaf menuturkan bahwa tidak adanya kasus virus corona di wilayahnya merupakan hasil dari upaya yang dilakukan bersama untuk mencegah Covid-19 masuk ke lingkungan mereka. Manaf berkata bahwa Kelurahan Kebon Jayanti zona hijau, sejak awal pandemi Maret 2020 lalu hingga saat ini sudah hampir satu tahun, tidak ada satupun warganya yang terpapar Covid-19 dan semuanya sehat. 

Sejak awal Maret tahun 2020 lalu, Manaf mengajak berbagai pihak termasuk para tokoh agama, sesepuh, pengurus RT/RW, Babinsa, serta Polsek untuk bergerak cepat mengantisipasi virus corona. 

  1. Hal Pertama Yang Dilakukan Adalah Membangun Kesadaran Warga Akan Bahaya SARS CoV-2

Hal pertama yang dilakukan pihaknya dan sangat penting adalah membangun kesadaran warga akan bahaya SARS CoV-2. Manaf berkata, lebih baik disebut cerewet daripada ada warga yang terpapar. Bangun kesadaran warga, harus mau melaporkan jika ada yang mengalami gejalanya. Covid-19 bukanlah penyakit aib, namun penyakit yang harus diwaspadai. Jika ada satu orang yang mengalami gejalanya, maka pihaknya akan langsung tindak sehingga bisa diatasi lebih awal. 

  1. Upaya Upaya Pencegahan Juga Terus Dilakukan

Kemudian pihaknya juga terus melakukan upaya upaya pencegahan sejak dulu hingga saat ini. Misalnya saja dengan membagikan masker, menyemprotkan disinfektan secara massa di 14 RW melalui program Jumat Disinfektan. 

  1. Setiap Hari Operasi Yustisi

Manaf juga memaparkan jika pihaknya setiap hari operasi yustisi untuk menyadarkan warga. Meskipun pihaknya harus menyediakan hal hal yang patungan. Bahkan tambahnya, setiap warga luar yang hendak masuk ke Kelurahan Kebon Jayanti wajib lapor kepada RT setempat serta wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Upaya pihaknya berhasil, warga Kelurahan tersebut menjadi sadar. Dimana saat ada warga lain yang masuk, maka warga langsung mengingatkan dan meminta untuk segera melapor ke RT. 

Manaf juga menuturkan bahwa di Kelurahan Kebon Jayanti sebelum adzan itu akan diingatkan pentingnya prokes. Misalnya “Ditunggu di masjid, jangan lupa membawa masker serta sajadah sendiri.”

Disaat beberapa kecamatan dan kota di Indonesia hampir semuanya terpapar virus Covid-19, uniknya, tidak ada satupun warga di Kelurahan Kebon Jayanti Kecamatan Kiaracondong yang terkena imbas virus dari China itu.

Skip to toolbar