Beberapa Makna Peribahasa Jawa Hidup Lebih Baik

Beberapa Makna Peribahasa Jawa  Hidup Lebih Baik! Peribahasa jawa memang sarat filosofi dan makna yang dapat kita terapkan didalam kehidupan sehari-hari. Memang sekilas terdengar remeh, bahkan belum banyak orang yang mengetahuinya tentang pribahasa ini. Namun jika Anda resapi dalam hati, beberapa peribahasa di bawah ini maknanya sangat indah dan mendalam.

Makna pribahasa jawa

Makna pribahasa jawa

Makna pribahasa jawa ini akan membantu Anda menyadari kehidupan kita. Semuanya akan bertujuan agar Anda menjadi manusia yang selalu waspada dan berhati-hati dalam bertindak.Untuk mengetahui informasi terbaru dan terlengkap lainnya Anda bisa simak di internet.

Inilah Beberapa Daftar Makna Pribahasa Jawa untuk kehidupan Kita :

Kuthuk marani sundhuk

Peribahasa Jawa ini mungkin terinspirasi dari kebiasaan orang jawa yang gemar berburu kuthuk atau ikan gabus di sekitar sungai. Lalu kuthuk tersebut disundhuk atau ditusuk dengan sebilah bambu dan dibakar diatas api. Orang jawa mengimplementasikan bahwa maknda dari ikan gabus yang telah ditusuk berarti sudah masuk ke dalam perangkap dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Nah, agar Anda tidak bernasib sama seperti si kuthuk, maka Anda harus benar-benar berhati-hati dalam bertindak.

Nguyahi Banyu Segara

Dari Peribahasa Jawa Nguyahi segara artinya mengasinkan lautan. Yang maknanya, sesuatu yang dilakukan dengan ceroboh pasti akhirnya akan sia-sia dan mungkin saja bisa melukai diri  Anda sendiri. Jika Anda bisa lebih meresapi lagi maknanya, untuk apa pula kita susah payah mengasinkan lautan? Toh sudah takdirnya air lautan terasa asin.

Asu Marani Gebhug

Asu marani gebhung peribahasa ini  mempunyai makna yang intinya sama dengan peribahasa jawa ulo marani gephuk. Perbedaannya hanya peribahasa ini mengambil contoh dari seekor anjing karena lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seekor anjing yang dianggap membahayakan biasanya akan digebhug atau dipukul agar menjauh dari kita. Agar Anda  tidak disamakan dengan peribahasa ini, mulai sekarang Anda  harus benar-benar berfikir apakah tindakanmu sudah benar dan tidak merugikan dirimu sendiri apalagi orang lain.

Jaran Kerubuhan Empyak

Jaran kerubuhan empyak ini yang artinya  kalau dalam bahasa indonesia, peribahasa ini kurang lebih sama dengan sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sesuai dengan kata kerubuhan yang artinya kejatuhan dan empyak yang bermakna sesuatu yang besar dan mengerikan. Maka dari itu sebelum Anda kerubuhan empyak dan belum tentu bisa bangkit sendiri, Anda harus benar-benar berhati-hati ya dalam melangkah untuk kehiduapan Anda.

Iwak Kalebu Ing Wuwu

Dengan pribahasa jawa ini yang artinya iwak yang berarti ikan, kalebu berarti masuk dan wuwu yang berarti lumpur atau perangkap ini mengingatkan kita agar benar-benar berhati-hati dalam bertindak. Sekali saja Anda salah melangkah, belum tentu Anda dapat menyelesaikannya dengan mudah permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Sama seperti ikan yang masuk ke dalam perangkap, tentu sulit melepaskan diri bukan?

Ulo Marani Gephuk

Secara manusiawi, kita akan terkejut bahkan refleks memberikan serangan dengan cara nggephuk atau memukul ketika kita didatangi seekor ular. Dalam situasi ini, kedatangan ular tersebut justru membahayakan dan bisa membuat dirinya sendiri terbunuh. Sama seperti manusia, gephuk yang artinya bahaya. Manusia yang ceroboh tentu akan mendatangkan bahaya yang bisa mencelakai dirinya sendiri.

Nah, inilah rekeomendasi dari kami makna pribahasa jawa untuk kehidupan kita agar bisa lebih baik, sudah tahu kan? Semoga bermanfaat untuk Anda : )

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar