6 Fakta Happy Hypoxia, Gejala Baru Covid-19 yang Harus Diketahui

Gejala seseorang terinfeksi virus Covid-19 memang terus berkembang. Nah, baru-baru ini ada istilah baru yaitu happy hypoxia pada penderita Covid-19. Apa sebenarnya happy hypoxia ini?

Singkatnya, happy hypoxia ini adalah kondisi di mana kadar oksigen dalam darah menurun secara drastis. Kebanyakan, happy hypoxia dialami oleh penderita Covid-19 tanpa gejala atau OTG.

Sebab, biasanya pada kondisi normal, orang yang mengalami hipoksia ini akan menunjukkan gejala seperti sesak napas, napas berbunyi, jantung berdetak cepat, hingga batuk-batuk.

Namun, pada penderita covid-19, hipoksia yang dialami bisa tanpa gejala sehingga muncul lah istilah happy hypoxia seperti yang sekarang ini banyak terdengar.

Fakta-fakta Happy Hypoxia

Happy hypoxia merupakan kondisi yang berbahaya karena dapat mengganggu kerja organ-organ vital dalam tubuh, termasuk hati, paru-paru, hingga otak. Jika terlambat ditangani dan sudah parah, dapat menyebabkan kematian.

  • Happy Hypoxia atau Silent Hypoxia Membingungkan

Penelitian mengenai happy hypoxia ini sudah mulai dipublikasikan pada awal Juli kemarin terkait dengan berkembangnya gejala-gejala yang diderita pasien Covid-19. Happy hypoxia atau silent hypoxia ini membingungkan para ilmuwan sebab gejalanya berbeda dengan gejala hipoksia yang umum terjadi.

Sebab, pada kasus yang umum, gejala hipoksia ini bisa membuat penderitanya mengalami sesak napa, batuk, dan sejenisnya. Namun, pada kasus happy hypoxia, pasien sama sekali tidak mengalami hal tersebut. Malahan, pasien dapat beraktivitas normal selayaknya dalam kondisi sehat. Padahal sebenarnya kondisi organ-organ dalam tubuhnya tidak baik-baik saja.

Ketika kadar oksigen dalam darah turun secara drastis pada pasien Covid-19, otak tidak akan merespons hingga kadar oksigen tersebut benar-benar sangat rendah, sehingga barulah muncul gejala sesak napas. Atau kondisi ini disebut happy hypoxia.

  • Penyebab Hipoksia

Hipoksia adalah kondisi ketika saturasi oksigen dalam darah kurang atau di bawah rata-rata. Ini akan membuat sel dan jaringan tubuh terganggu akibat kekurangan oksigen.

Normalnya, tubuh membutuhkan oksigen 95-100 persen. Jika kadar oksigen ada di angka 92 persen saja, biasanya sudah menunjukkan potensi hipoksia.

  • Gejala Happy Hypoxia

Happy hypoxia memiliki gejala yang berbeda sama sekali dengan hipoksia biasanya. Orang dengan happy hhypoxia biasanya dapat beraktivitas normal dan tidak menunjukkan gejala apapun.

Jika organ-organ vital dalam tubuhnya sudah mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen, barulah gejala happy hypoxia ini bisa dirasakan. Namun, jika sudah pada tahap ini, bisa menyebabkan pasien meninggal dunia.

  • Menyebabkan Kegagalan Organ Tubuh

Happy hypoxia dapat menyebabkan terjadinya kegagalan organ tubuh. Biasanya yang paling rentan adalah jantung, paru-paru, hingga otak. Organ lain pun juga bisa berdampak seperti hati, hingga ginjal. Jika tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan matinya jaringan organ dan berujung pada gagal organ.

  • Sebabkan Seseorang Mengalami Kematian Mendadak

Happy hypoxia yang tidak terdeteksi akibat tidak adanya gejala dapat berujung pada kegagalan organ. Jika sudah terjadi, maka organ di dalam tubuh tidak berfungsi.

Karena happy hypoxia tidak menunjukkan gejala, maka biasanya jarang sekali tertangani segera oleh dokter. Sehingga, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kematian tiba-tiba, padahal sebelumnya pasien masih sehat dan beraktivitas normal.

  • Bisa Dideteksi dengan Pulse Oxymetry

Pulse oxymetry adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi kadar saturasi oksigen dalam darah. Alat ini bisa untuk mendeteksi apakah Anda mengalami happy hypoxia. Sebab, hipoksia tanpa gejala ini baru akan terdeteksi jika penderita menjalani pemeriksaan darah atau melakukan pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat pulse oxymetry tersebut. Dengan mengetahui lebih cepat, happy hypoxia yang dialami pun bisa segera ditangani sehingga tidak menyebabkan terjadi kondisi yang lebih parah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar