Cegah Penyebaran Corona, Dari Herd Immunity Hingga Masker

Banyak para ahli percaya bahwa penyebaran coronavirus jenis baru yang saat ini sedang mewabah di seluruh negara di dunia berasal dari kelelawar ataupun trenggiling. Penularan pertama dari hewan ke manusia terjadi di sebuah pasar hewan basah di kota Wuhan, Cina. Sejak saat itu, virus telah menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Pada dasarnya, coronavirus adalah sebuah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. SARS, singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome, merupakan salah satu jenis coronavirus yang menyebar dengan cepat pada tahun 2002 hingga 2003. Coronavirus yang sedang menyebar saat ini disebut dengan SARS-CoV-2 dan menyebabkan penyakit COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut COVID-19 sebagai sebuah pandemi. Mengingat virus ini belum memiliki obat atau vaksin, pencegahan penyebaran atau penularan perlu dilakukan. WHO menyarankan orang-orang untuk terus berada di rumah dan menghindari aktivitas berkumpul dengan orang banyak. Selain itu, herd immunity sebagai perlindungan kelompok juga dianggap mampu memperlambat atau bahkan mencegah penularan penyakit.

Social distancing dan herd immunity dapat menjadi solusi utama pencegahan COVID-19 mengingat cara penularan dan faktor risiko penyakit ini. Virus in dapat menyebar dari satu orang ke orang lain yang saling berdekatan. Ketika seorang penderita COVID-19 batuk, mereka dapat mengeluarkan droplet yang mengandung virus. Droplet ini dapat masuk ke dalam mulut dan hidung orang lain yang sehat sehingga dapat menyebabkan penularan penyakit. Selain itu, beberapa faktor risiko dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk melakukan kontak dengan virus ini. Misalnya, tenaga medis yang sedang menangani kasus COVID-19 sangat rentan untuk tertular. Virus juga dapat menyebar dengan lebih cepaat di kota-kota dengan populasi yang sangat padat. Orang-orang yang sangat rentan terkena virus ini adalah orang tua, orang-orang dengan penyakit atau kondisi kesehatan kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau paru-paru, dan diabetes.

Pencegahan COVID-19

Menemukan cara efektif pencegahan penyebaran COVID-19 menjadi tantangan untuk semua negara. Banyak virus dapat dicegah dengan vaksinasi antivirus. Namun, membutuhkan banyak waktu untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif serta mendistribusikannya. Dan sayangnya, vaksin COVID-19 nampaknya tidak akan tersedia dalam waktu dekat ini. Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus ini adalah menjauhi orang-orang yang positif menderita COVID-19 dan mencuci tangan dengan teratur.

Pusat Pengendalian dan Pencegah Penyakit (CDC) merekomendasikan Anda untuk mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik. Hal ini terutama penting untuk dilakukan setelah Anda berada di tempat umum. Apabila sabun tidak tersedia, Anda bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60% alkohol. Selain itu, hindari menyentuh wajah terutama bagian mata, hidung, dan mulut sebelum Anda mencuci tangan. Pemerintah dan organisasi kesehatan dunia juga melakukan beberapa cara dalam mencegah penyebaran virus ini, salah satunya adalah dengan meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi aktivitas mereka di luar rumah. Selain itu, orang-orang dianjurkan untuk menutup mulut dan hidung saat bersin ataupun batuk. Masker wajah juga sangat dibutuhkan bagi mereka yang sedang sakit dan orang-orang yang sering melakukan kontak dengan pasien COVID-19, misalnya tenaga medis. Dengan cara-cara tersebut, ditambah dengan herd immunity, diharapkan mampu meredam penyebaran penyakit COVID-19 secepatnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar