Beginilah Dampak Rabies Bagi Tubuh Manusia

rabies

Pada abad ke-19, sejarawan Eugen Weber pernah mengamati petani Prancis yang sangat takut kepada serigala, anjing gila, dan api. Penyakit anjing gila yang dimaksud saat itu kini telah diketahui sebagai penyakit rabies.

Sampai saat ini kadang masih ada yang menyebut penyakit rabies dengan sebutan penyakit “anjing gila”, sebab anjing memang salah satu hewan yang dapat menularkan penyakit ini. Walaupun sebenarnya anjing bukan satu-satunya: kucing, sapi, musang, kambing, kuda, kelelawar, monyet, rubah, rakun, dan sigung juga dapat menularkan penyakit rabies.

Penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang menyebar melalui air liur hewan yang terinfeksi. Umumnya, penularannya terjadi melalui gigitan. Atau dapat juga terjadi penyebaran saat air liur yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka atau selaput lendir, seperti mulut dan mata. Misal, ketika hewan yang terinfeksi menjilat luka terbuka.

Apa yang terjadi pada tubuh setelah terkena virus rabies?

Ketika seseorang digigit oleh hewan yang terinfeksi, virus akan masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar dalam tubuh. Kemudian virus tersebut akan menuju otak secara perlahan-lahan. Bila sudah sampai ke otak, virus akan menyebabkan peradangan pada otak dan saraf tulang belakang. Peradangan ini dapat berakibat fatal dan berujung pada kematian.

Kadang kita mengabaikan gigitan hewan, menganggapnya tidak terlalu berbahaya, cukup mencuci luka bekas gigitan dengan cairan antiseptik dan tidak akan ada masalah. Anggapan itu timbul karena mungkin belum ada gejala yang muncul. Anda belum merasakan apa pun pasca digigit oleh hewan terinfeksi sebab butuh waktu 3-12 minggu hingga timbul gejala.

– Gejala Flu

Kadang gejala awal yang muncul mirip seperti gejala flu, yaitu demam, menggigil, sakit kepala, sulit menelan, dan nyeri otot. Juga timbul rasa nyeri pada bekas gigitan. Kadang hingga mengalami insomnia atau sulit tidur di malam hari. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa hari.

– Bingung dan gelisah

Beberapa hari kemudian, pasca timbulnya gejala-gejala di atas, orang yang terinfeksi mungkin akan mengalami kebingungan atau perilaku agresif. Kadang juga memicu halusinasi dan gangguan kecemasan.

– Menghasilkan banyak liur dan mulut berbusa

Seperti halnya hewan yang terinfeksi virus rabies, manusia pun bisa menghasilkan banyak sekali air liur bahkan hingga mulut berbusa setelah terinfeksi. Gejala ini tentu mengerikan dan merupakan tanda yang berbahaya.

– Kejang otot sampai kelumpuhan

Karena virus tersebut menyerang otak dan saraf tulang belakang, maka fugsi motorik adalah salah satu fungsi yang sangat mungkin terganggu. Gangguan motorik yang timbul bisa hanya berupa kejang. Sedang pada kondisi yang lebih parah dapat menimbulkan kelumpuhan.

Di samping gejala yang sudah disebutkan di atas, seseorang yang terinfeksi virus ini akan menjadi hidrofobia atau takut air. Gejala ini merupakan gejala yang khas dari penyakit rabies.

Mengingat dampaknya yang berbahaya bagi tubuh, maka jangan pernah mengabaikan gigitan hewan. Terutama bila tidak mengetahui asal-usul hewan tersebut. Sebab bisa saja anjing atau kuncing yang menggigit Anda telah terinfeksi virus rabies. Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap remeh dan perlu segera diberi pertolongan medis.

Anda bisa menunggu hingga adanya tanda dan gejala yang muncul, namun semakin cepat berkonsultasi dengan dokter akan semakin baik. Sebab tidak sedikit yang digigit oleh hewan, bahkan di antaranya oleh hewan peliharaan, berakhir pada kematian.

Skip to toolbar