Jenis-Jenis Antibiotik Radang Tenggorokan dan Cara Penggunaannya

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, salah satunya radang tenggorokan. Antibiotik radang tenggorokan bekerja dengan melawan bakteri serta membuatnya berhenti berkembang biak dan menimbulkan infeksi yang lebih parah.

Radang tenggorokan bisa terjadi karena adanya infeksi yang menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di tenggorokan. Antibiotik menjadi salah satu pilihan obat yang paling tepat untuk mengatasi kondisi ini.

Macam-macam antibiotik radang tenggorokan

Terdapat beberapa jenis antibiotik yang efektif meredakan radang tenggorokan. Setiap jenis memiliki efek yang berbeda-beda. Pemakaiannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien, serta berdasarkan anjuran dari dokter.

Jenis-jenis antibiotik radang tenggorokan meliputi:

  • Penisilin

Penisilin merupakan sekelompok obat antibakteri yang menyerang berbagai macam bakteri. Biasanya, penisilin merupakan antibiotik jenis pertama yang diresepkan oleh dokter bagi penderita radang tenggorokan.

Di antara semua jenis antibiotik, penisilin adalah jenis antibiotik yang pertama kali ditemukan. Selama bertahun-tahun, jenis ini paling banyak digunakan untuk mengobati infeksi.

Pemakaian penisilin tidak dianjurkan bagi ibu hamil, pemakai pil KB, serta penderita masalah ginjal. Konsumsi penisilin dengan cara yang salah bisa meningkatkan resiko masalah ginjal, kesulitan bernapas, halusinasi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, pemakaiannya hanya dianjurkan berdasarkan resep dokter.

  • Amoksisilin

Jenis antibitoik kedua adalah amoksisilin. Setelah penisilin, amoksisilin merupakan jenis antibiotik populer kedua yang paling banyak diresepkan oleh dokter untuk pasien penderita radang tenggorokan.

Sama seperti penisilin, amoksisilin juga bisa menimbulkan efek samping. Biasanya, efek samping dari antibiotik ini berupa diare, sakit kepala, ruam pada kulit, dan nyeri perut. Akan tetapi, pemakaian jangka panjang atau interaksi yang salah dengan obat tertentu dapat menimbulkan efek samping yang lebih negatif, seperti gangguan pernapasan, kejang, sulit tidur, dan kesulitan buang air kecil.

  • Azithromycin

Azithromycin merupakan antibiotik yang umumnya disajikan dalam bentuk tablet dan obat tetes. Anda mungkin akan diresepkan antibiotik jenis ini apabila memiliki alergi terhadap penisilin ataupun amoksisilin.

Antibitoik azithromycin mampu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun tidak efektif dalam mengobati infeksi akibat virus, seperti flu. Sama seperti antibiotik jenis lainnya, obat ini berpotensi menimbulkan efek samping berupa diare, sakit kepala, dan mual. Namun, pada kondisi yang lebih serius, efek samping yang ditimbulkan dapat berupa masalah ginjal dan masalah pencernaan.

Cara menggunakan antibiotik untuk atasi radang tenggorokan

Umumnya, pasien radang tenggorokan menggunakan antibiotik dalam bentuk tablet untuk diminum. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, dokter bisa juga memasukkan antibiotik ke dalam tubuh melalui suntikan.

Biasanya, antibiotik bekerja selama beberapa jam dalam melawan infeksi. Anda mungkin baru akan merasa lebih baik beberapa jam setelah meminum antibiotik.

Meski Anda sudah merasa lebih baik, sebaiknya tetap habiskan seluruh antibiotik sesuai dosis yang telah diberikan. Berhenti menggunakan antibiotik di tengah jalan dapat meningkatkan resiko bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik di kemudian hari. Jika hal ini terjadi, radang tenggorokan yang mungkin Anda derita di lain waktu akan sulit untuk diatasi dengan antibiotik.

Anda perlu memperhatikan penggunaan antibiotik. Jangan konsumsi antibiotik bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu, seperti alkohol, minuman bersoda, dan lain sebagainya. Selain itu, pastikan perut tidak dalam keadaan kosong saat Anda mengonsumsi antibiotik.

Antibiotik radang tenggorokan dapat bekerja dengan baik apabila Anda mengonsumsinya secara tertatur sesuai anjuran dari dokter. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis antibiotik yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar