Ketahui, 3 Jenis Penyakit Streptococcus Tonsillitis dan Gejalanya

Streptococcus tonsillitis adalah radang amandel yang disebabkan oleh infeksi kuman, bakteri, atau virus. Umumnya, tonsilitis terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi juga bisa dialami oleh orang dewasa.

Amandel adalah bagian dari pertahanan tubuh untuk melawan infeksi bakteri ataupun virus. Saat amandel terinfeksi, ia akan mengisolasi dan menghentikan penyebaran infeksi lebih jauh ke bagian tubuh lainnya. Posisi amandel berada di kedua sisi tenggorokan, bagian atas, dan belakang lidah. Mengingat pentingnya peran amandel, maka keputusan pengangkatan amandel adalah alternatif terakhir jika upaya pengobatan tidak kunjung berhasil.

3 Jenis penyakit streptococcus tonsillitis

Berdasarkan waktu terjadinya, penyakit streptococcus tonsillitis dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tonsilitisi akut, kronis, dan berulang.

  • Streptococcus tonsillitis akut.

Tonsilitis akut sangat umum terjadi pada anak-anak. Bahkan faktanya, hampir setiap anak mungkin akan terkena tonsilitis setidaknya satu kali di dalam hidupnya. Tonsilitis jenis akut kemungkinan besar dapat membaik dengan perawatan di rumah, seperti istirahat dan banyak minum air putih. Namun, ada juga yang memerlukan perawatan dengan obat-obatan, seperti antibiotik dan penurun panas.

Kapan dianggap sebagai tonsilitis akut? Jika gejala tonsilitis yang muncul berlangsung sekitar 10 hari atau kurang. Jika gejala berlangsung lebih dari 10 hari atau muncul lagi beberapa kali sepanjang tahun, maka Anda mungkin mengalami streptococcus tonsilitis kronis atau berulang.

  • Streptococcus tonsillitis kronis.

Jika gejala streptococcus tonsilitis berlangsung lebih lama dari fase akut (lebih dari 10 hari), maka Anda mungkin akan mengalami gejala:

  • Sakit tenggorokan.
  • Bau mulut (halitosis).
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

Tonsilitis kronis juga dapat menyebabkan batu amandel, di mana sel-sel mati, air liur, dan sisa makanan menumpuk di celah-celah amandel Anda. Lama-kelamaan, bahan-bahan tersebut mengeras menjadi batu-batu kecil. Kondisi ini kadang bisa lepas dengan sendirinya atau mungkin perlu dikeluarkan oleh bantuan dokter.

Dalam kasus tonsilitis kronis yang parah, Anda mungkin akan disarankan oleh dokter menjalani operasi pengangkatan amandel (tonsilektomi).

  • Streptococcus tonsillitis berulang.

Mengingat penyebab tonsillitis bisa karena kuman, bakteri, ataupun virus, maka ada kemungkinan penyakit ini berulang setelah Anda sembuh. Dikatakan tonsilitis berulang apabila:

  • Mengalami sakit tenggorokan atau tonsilitis minimal 5 – 7 kali dalam setahun.
  • Terjadi minimal 5 kali setiap 2 tahun sebelumnya.
  • Terjadi minimal 3 kali setiap 3 tahun sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Inflammation Research, menunjukkan bahwa tonsilitis kronis dan berulang dapat disebabkan oleh adanya biofilm di lipatan tonsil. Biofilm merupakan sekelompok mikroorganisme dengan yang mengalami resistensi antibiotik, sehingga menyebabkan infeksi berulang.

Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi penyebab tonsilitis berulang. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa genetik dapat menyebabkan respons imun memburuk terhadap bakteri Streptococcus grup A, sehingga menyebabkan radang tenggorokan dan tonsilitis berulang pada anak-anak.

Tanda dan gejala umum streptococcus tonsillitis

Tidak jarang, gejala streptococcus tonsillitis yang muncul hampir mirip dengan gejala radang tenggorokan. Gejala umum tonsilitis yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Tenggorokan terasa sangat sakit.
  • Kesulitan atau nyeri saat menelan makanan dan minuman.
  • Suara jadi serak.
  • Bau mulut.
  • Demam.
  • Badan panas dingin.
  • Sakit telinga.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Leher jadi kaku.
  • Nyeri pada bagian rahang dan leher akibat kelenjar getah bening yang bengkak.
  • Amandel bengkak dan memerah.
  • Amandel diselimuti bintik putih atau kuning.
  • Pada anak-anak, membuat mereka lebih mudah marah, nafsu makan menurun, atau air liur yang berlebihan.

Segeralah bawa ke rumah sakit jika gejala streptococcus tonsilitis muncul dan tidak bisa lagi diatasi dengan perawatan rumah. Dokter mungkin akan memberikan pengobatan, seperti antibiotik, penurun panas, dan peradangan sesuai dengan gejala yang Anda alami. Jika gejala masih berlanjut, mungkin tindakan tonsilektomi dapat dipertimbangkan untuk dilakukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar