Kira-Kira Apa Saja Olahan Makanan yang Mengandung Glukomanan?

Glukomanan berasal dari tanaman konjak atau Amorphophalus konjac. Tanaman ini memiliki umbi yang tinggi serat. Glukomanan dipercaya mampu mengatasi sembelit dan membantu mengurangi gejala pada penyakit diabetes serta kolesterol tinggi. Kegunaan glukomanan yang cukup terkenal yaitu mampu menurunkan berat bedan. Berikut ini bentuk olahan makanan yang mengandung glukomanan. 

Bentuk glukomanan dalam olahan makanan

Bentuk olahan makanan biasanya menggunakan bahan dasar glukomanan berbentuk tepung yang didapatkan dengan cara menggiling tanaman konjak bagian umbinya. Berikut ini beberapa olahan makanan yang dibuat dengan bahan dasar atau bahan tambahannya berupa glukomanan:

  1. Jelly dan agar-agar

Tepung glukomanan dalam jelly atau agar-agar dijadikan alternatif pengganti gelatin yaitu sebagai pengental makanan. Jelly atau agar-agar sebaiknya tidak ditambahkan gula agar jika ingin dijadikan sebagai makanan tinggi serat pangan rendah kalori. 

  1. Mie dan pasta

Salah satu jenis mie yang mengandung glukomanan yaitu mie shirataki yang banyak ditemukan di Jepang. Mie ini terdiri dari 97% air dan 3% serat glukomanan sehingga tergolong rendah kalori. Mie shirataki terbentuk dari tepung glukomanan dicampur air dan sedikit air perasan jeruk nipis. Fungsi jeruk nipis yaitu mempertahankan bentuk mie. 

Pasta glukomanan juga sering dikonsumsi sebagai menu diet bagi yang ingin menurunkan berat badan. Anda bisa menggunakan tepung glukomanan dan tepung lainnya dengan komposisi 1:2. Gunakan tepung lain yang mengandung sumber serat, seperti tepung oat.

  1. Surimi

Surimi merupakan makanan yang berasal dari ikan atau daging yang dilumatkan hingga bertekstur kenyal. Anda akan banyak menemukan surimi di rumah makan Jepang. Berdasarkan Journal of Food Enginering, penambahan glukomanan ke dalam surimi mampu meningkatkan kekenyalan surimi menjadi lebih baik. 

  1. Pengganti lemak pada daging serta susu dan produk olahannya

Beberapa orang menghindari konsumsi lemak pada produk hewani karena sedang dalam diet penurunan berat badan atau mengurangi kolesterol. Menurut Journal of Diary Science, yogurt dengan glukomanan memiliki kekentalan yang lebih baik dibandingkan yogurt tanpa glukomanan. Hasil keseluruhannya, glukomanan menjadi pengganti lemak yang baik untuk produk yogurt rendah lemak sesuai dengan karakteristik yogurt pada umumnya. 

Bentuk glukomanan lainnya

Umumnya glukomanan yang digunakan dalam medis berbentuk bubuk, kapsul, dan tablet. Masing-masing dibuat untuk mengatasi penyakit tertentu. 

  1. Bubuk

Bubuk glukomanan diekstrak dari komponen dinding sel hemiselulosa tanaman konjac. Bubuk ini merupakan polisakarida dengan kemampuan emulsifikasi dan hidrofilik atau mudah mengikat air. Bentuk glukomanan bubuk aman bagi sebagian besar anak-anak yang digunakan sebagai terapi jangka pendek. 

  1. Kapsul

Kapsul dibuat agar suplemen lebih mudah ditelan. Terdapat kapsul glukomanan dengan tambahan vitamin untuk memperkaya manfaat, namun ada pula yang 100% murni berisi glukomanan. Tak hanya bubuk, bentuk kapsul pun aman bagi sebagian besar anak-anak untuk terapi jangka pendek.

  1. Tablet

Bentuk tablet mungkin tidak aman bagi anak-anak karena berpotensi menyebabkan penyumbatan tenggorokan atau usus. Dibandingkan bentuk glukomanan lainnya, tablet termasuk cukup bersiko dengan efek samping yang lebih besar.

Apabila mengonsumsi glukomanan sebagai pengobatan, sebaiknya Anda minum air dalam jumlah cukup. Hal ini disebabkan karena sifat glukomanan mudah menyerap air sehingga apabila kadar air dalam tubuh kurang maka akan timbul efek samping, seperti tersedak atau saluran pencernaan tidak lancar. Apabila Anda ingin mengonsumsi glukomanan dalam bentuk bubuk, kapsul, atau tablet untuk mengatasi penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.  

Skip to toolbar