Lakukan Persiapan Sebelum Menjalani Operasi Gusi

Saat gusi Anda mengalami kelainan, salah satu cara untuk mengobatinya adalah dengan menjalani operasi gusi. Operasi gusi akan dianjurkan oleh dokter apabila kondisi kelainan gusi yang Anda alami telah mencapai tahap yang cukup parah.

Menjalani operasi, secara khusus operasi gusi, mungkin akan terasa menakutkan bagi pasien yang baru pertama kali melaluinya. Akan tetapi, kekhawatiran akan operasi bisa diatasi dengan melakukan persiapan sebaik mungkin dan mengikuti arahan dari dokter.

Persiapan sebelum operasi gusi

Ada berbagai jenis operasi gusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gusi yang berbeda-beda. Dokter dapat menentukan jenis operasi yang tepat dengan melakukan tes berupa:

  • Pengecekan riwayat medis
  • Pemeriksaan stabilitas kesehatan gigi, rahang, dan mulut
  • Pemeriksaan infeksi atau abses yang mungkin akan mempersulit operasi
  • Mengajukan izin dan persetujuan dari pasien untuk menjalani operasi

Sebelum menjalani operasi, dokter biasanya akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu beberapa minggu sebelum waktu operasi. Obat-obatan tersebut meliputi aspirin, obat pereda nyeri, dan obat pengencer darah.

Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk menghindari rokok dan alkohol selama minimal 24 jam sebelum waktu operasi.

Beberapa menit sebelum operasi dimulai, dokter akan memberikan antibiotik kepada pasien yang bermanfaat untuk mencegah kemungkinan infeksi. Apabila diperlukan, pasien mungkin juga akan diberikan obat penenang.

Selama operasi berlangsung, pasien akan diberikan obat anestesi sebagai penghilang rasa di area yang akan dioperasi. Durasi operasi berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung dengan kondisi gusi, jenis operasi yang dilakukan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Namun, operasi gusi umumnya berlangsung selama kurang lebih dua jam.

Masa pemulihan pascaoperasi

Setiap pasien yang menjalani operasi gusi memiliki waktu pemulihan yang berbeda-beda. Umumnya, pasien dianjurkan untuk kembali menjadwalkan konsultasi dengan dokter satu sampai dua minggu setelah operasi untuk pengangkatan benang.

Selama beberapa hari setelah operasi, pasien akan memerlukan obat pereda nyeri. Sebaiknya, konsumsilah obat pereda nyeri yang dianjurkan oleh dokter dan tidak membeli obat pereda nyeri di pasaran tanpa konsultasi.

Pembengkakan setelah operasi adalah hal yang sangat wajar. Biasanya, pembengkakan tersebut akan mereda setelah satu sampai dua hari. Aktivitas normal juga bisa kembali dijalankan saat pasien merasa cukup sehat untuk melakukannya.

Selain itu, pasien pascaoperasi akan dianjurkan untuk melakukan:

  • Kumur secara rutin menggunakan obat kumur untuk menjaga area operasi tetap bersih dan terhindar dari infeksi
  • Menghindari olahraga berat
  • Mengonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi
  • Mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah ditelan selama beberapa hari setelah operasi
  • Tidak merokok

Beberapa contoh makanan halus dan lunak yang bisa dikonsumsi setelah operasi antara lain yogurt, pasta, puding, es krim, mashed potato, dan scrambled egg.

Setelah dioperasi, pasien mungkin akan merasakan perbedaan pada gusi. Perbedaan tersebut bisa terlihat dari segi bentuk dan fungsi.

Sebagian orang mengaku merasakan peningkatan sensitivitas gigi setelah menjalani operasi gusi. Untuk mengatasi hal itu, cobalah untuk mengonsumsi makanan atau minuman bersuhu panas atau dingin.

Peningkatan sensitivitas gigi pascaoperasi bisa terus terjadi dalam jangka panjang. Akan tetapi, Anda bisa mencoba untuk menyikat gigi menggunakan pasta gigi desensitisasi guna mengurangi tingkat sensitivitas tersebut.

Salah satu keuntungan menjalani operasi gusi adalah penurunan resiko terkena penyakit lain pada mulut dan gigi. Selain itu, operasi gusi juga bisa mengurangi kemungkinan masalah kesehatan lain, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, serta osteoporosis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar