Mengurangi Risiko Abortus Imminens dengan Progesteron

Anda yang memiliki rencana untuk mengandung, mungkin harus banyak mengetahui mengenai kondisi abortus imminens. Pengetahuan tentang kondisi itu mungkin akan berpengaruh banyak untuk masa kehamilan Anda nantinya.

Abortus imminens adalah munculnya perdarahan dari jalan lahir atau vagina dengan atau tanpa nyeri perut yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kalangan medis mengatakan bahwa abortus imminens bisa menjadi tanda atau peringatan sebelum terjadinya keguguran. Dalam istilah medis, abortus imminens juga disebut juga threatened miscarriage.

Abortus imminens dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti gangguan kromosom pada fetus, infeksi selama kehamilan, penyakit kronik seperti penyakit tiroid atau diabetes, gaya hidup yang tidak sehat, dan rendahnya kadar hormon progesteron pada masa awal kehamilan.

Mengatasi Abortus Imminens dengan Progesteron

Dunia medis sudah sejak lama berfokus pada progesteron dalam mengatasi abortus imminens ini. Progesteron sendiri adalah hormon yang dihasilkan oleh korpus luteum pada masa-masa awal kehamilan, sebelum pada akhirnya diambil alih oleh plasenta pada minggu ke 10–12.

Fungsi dari progesteron selama kehamilan adalah mempersiapkan uterus untuk proses implantasi embrio dengan cara mempengaruhi proses sekresi dinding endometrium, menekan kontraksi uterus, serta memodulasi respon imun untuk mencegah terjadinya penolakan janin.

Progesteron juga dapat merelaksasi miometrium, menghambat aksi dari oksitosin, dan menginhibisi terbentuknya gap junction agar dapat mempertahankan kehamilan. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, kadar progesteron yang cukup selama masa kehamilan dapat memicu limfosit untuk mensintesis mediator yang disebut mediator antiabortus atau Progesterone Induced Blocking Factor (PIBF).

Atas dasar itu, dokter yakin jika kadar progesteron ibu cukup baik, maka keguguran bisa dihindari. Efikasi pemberian terapi progesteron pada abortus imminens pun sudah didukung oleh beberapa studi, hanya saja jenis rute pemberian terapi progesteron yang terbaik masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Prosedur Tindakan Pemberian Progesteron untuk Mencegah Abortus Imminens

Rute pemberian progesteron terbagi dalam 3 cara yakni per oral, supositori intravaginal, maupun intramuskular. Di antara ketiganya, rute pemberian melalui per oral dan supositori lebih dianjurkan karena sifatnya noninvasif dan memiliki lebih sedikit efek samping jika dibandingkan dengan rute intramuskular. Namun, perbandingan efikasi antara rute oral dan per vaginam belum banyak diketahui klinisi.

Sebuah studi garapan Lee dan kawan-kawan yang dipublikasikan pada tahun 2017 menganalisis mengenai efikasi progesteron untuk tata laksana abortus imminens. Studi ini menganalisis 9 randomized controlled trial (RCT) dengan total sampel 913 ibu hamil. Hasil studi menunjukkan bahwa terapi progesteron efektif untuk tata laksana abortus imminens. Secara spesifik, studi ini menunjukkan bahwa kejadian keguguran lebih rendah pada pasien yang mendapat progesteron oral (11,7%) dibandingkan progesteron per vaginam (15,4%).

Senada dengan tinjauan sistematik Lee et al, sebuah RCT oleh Wang dan kelompoknya juga menemukan bahwa progesteron per oral lebih efektif dalam menurunkan risiko abortus. Studi ini juga menemukan bahwa sediaan dydrogesterone lebih baik dibandingkan natural progesterone.

Tinjauan Cochrane yang dipublikasikan pada tahun 2018 juga menemukan hal serupa, yaitu progesteron sediaan oral efektif dalam tata laksana abortus imminens. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa progesteron per vaginam memiliki efek yang sangat kecil dalam menurunkan risiko keguguran.

Sayangnya, hasil analisis dalam tiga studi di atas tidak merekomendasikan dosis progesterone yang terbaik untuk tata laksana abortus imminens.

***

Melalui pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa progesteron mungkin efektif dalam mencegah abortus imminens dan mempertahankan kehamilan. Namun, dokter mungkin akan mengobservasi kondisi dan keadaan Anda terlebih dahulu sebelum menggunakannya sebagai bagian dari tindakannya.

Yang jelas, saat Anda mulai mengalami gejala atau tanda-tanda yang dicurigai abortus imminens, segera datangi dokter kandungan agar segera mendapat penanganan dan perawatan. Abortus imminens bukanlah mimpi yang paling buruk. Artinya, Anda masih memiliki kemungkinan terbaik jika mendapatkan penanganan yang memadai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar