Menunggak Iuran BPJS Kesehatan? Ini Cara Bayar Dendanya

Kalau orang yang tidak ikut keanggotaan BPJS kesehatan, mungkin sudah sering Anda temui. Bahkan, bisa jadi anggota keluarga Anda sendiri ada yang tidak ingin didaftarkan sebagai peserta BPJS. Namun, tidak sedikit pula ditemui orang-orang yang sudah menjadi peserta BPJS, tetapi sering menunggak iuran BPJS kesehatan dengan alasan tertentu. Mulai dari malas, ingin menunda hingga nanti dibutuhkan saat berobat, atau tidak memiliki biaya untuk membayar iuran BPJS per bulan. Padahal, ada sanksi dan dendanya loh, jika Anda menunggak iuran BPJS kesehatan setiap bulan. Mari kita telusuri di sini.

iuran bpjs kesehatan

Sanksi yang akan diterima jika menunggak iuran BPJS kesehatan.

Awalnya, peserta JKN-KIS yang menunggak iuran BPJS kesehatan, maka akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari total tagihan iuran yang tertunggak. Batas waktu yang diberikan hanya sampai 3 bulan bagi peserta PPU (Pekerja Penerima Upah) dan 6 bulan bagi peserta PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah).

Kini, aturan tersebut telah berubah. Apabila peserta JKN-KIS menunggak iuran BPJS kesehatan, tidak akan dikenakan denda keterlambatan lagi. Namun, batas waktu yang diberikan untuk keterlambatan pembayaran iuran hanya satu bulan. Lebih dari sebulan tunggakan iuran tidak dibayarkan, maka layanan BPJS kesehatan akan di-stop sementara dan kartu BPJS kesehatan Anda menjadi tidak aktif. Kartu BPJS kesehatan dan kepesertaan Anda dapat aktif kembali jika seluruh tagihan iuran BPJS kesehatan lunas.

Cara membayar tagihan BPJS yang menunggak.

Total tagihan setiap bulannya bisa dicek di laman resmi BPJS kesehatan. Jangan lupa untuk dicatat, ya. Setelah mengetahui total tagihannya, Anda dapat melakukan pembayaran melalui e-Banking, ATM, Teller, atau SMS/Mobile Banking. Jika Anda melakukan pembayaran melalui Indomaret, Alfamart, JNE, Pegadaian, POS, maka akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp2500,-/transaksi. Apabila seluruh tagihan iuran telah lunas, maka keanggotaan BPJS Anda otomatis aktif kembali.

Sayangnya, masih ada denda yang harus dibayarkan oleh peserta yang menunggak iuran BPJS kesehatan. Hal ini berlaku apabila dalam rentang waktu 45 hari setelah BPJS kesehatan aktif kembali, Anda memanfaatkan pelayanan rawat inap menggunakan BPJS. Pemerintah juga menetapkan maksimal denda yang dibayarkan sebesar Rp30.000.000,- dan maksimal lama tunggakan adalah 12 bulan (1 tahun).

Sistem pembayaran jika menunggak iuran BPJS kesehatan.

Mungkin masih ada yang bingung terkait denda yang diberlakukan apabila menunggak iuran BPJS kesehatan. Yang harus dipahami adalah tidak semua kondisi akan dikenakan denda. Jika dalam 45 hari setelah BPJS kesehatan aktif lagi dan Anda ternyata membutuhkan layanan rawat inap dengan BPJS, barulah Anda akan dikenakan sejumlah denda. Ini contoh kasusnya.

Pertama, menunggak iuran BPJS kesehatan 3 bulan berturut-turut.

Jika Anda misalnya menunggak iuran BPJS kesehatan selama 3 bulan berturut-turut, maka iuran tersebut tetap harus dibayarkan untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS kesehatan. Misalnya, iuran per bulan sebesar Rp80.000,- (Kelas I), maka total iuran yang harus dibayar adalah Rp80.000 × 3 (bulan) = Rp240.000,-.

Kedua, menunggak iuran BPJS kesehatan 3 tahun.

Apabila peserta menunggak iuran BPJS kesehatan 3 tahun, artinya lebih dari 1 tahun, maka iuran yang harus dilunaskan tetap dihitung 12 bulan. Misalnya, iuran perbulan sebesar Rp42.000,-, maka total pembayaran untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS kesehatan sebesar Rp42.000,- × 12 (bulan) = Rp504.000,-.

Ketiga, dirawat inap dalam waktu 45 hari setelah BPJS kesehatan aktif.

Bagi yang menunggak iuran BPJS kesehatan 2 bulan berturut-turut dan dirawat inap selama 5 hari dalam waktu 45 hari setelah BPJS kesehatan aktif. Misalnya, biaya rawat inap menghabiskan biaya sebesar Rp10.000.000,-. Anda harus membayarkan denda sebesar 2,5% × 10.000.000 × 2 (bulan) = Rp500.000,-. Nah, sekarang udah pada tahu kan, seperti apa sanksi dan sistem pembayaran denda jika menunggak iuran BPJS kesehatan? Oleh sebab itu, jangan lupa untuk membayar iuran BPJS kesehatan setiap bulannya, ya. Jadilah peserta yang disiplin dan bertanggung jawab demi kemudahan dan kelancaran Anda sendiri sebagai peserta yang mendapatkan jaminan sosial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar