Sejarah Transplantasi Organ, Penemuan yang Ubah Dunia

Beberapa Fakta Mengenai Transplantasi Organ Tubuh - DokterSehat

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, berkembang pula ilmu yang digunakan pada dunia medis. Beberapa inovasi muncul sebagai dampak dari perkembangan tersebut, salah satunya adalah suksesnya teknologi transplantasi organ. Inovasi dalam dunia medis ini diakui memberi banyak dampak kebaikan bagi umat manusia.

Menariknya, sejarah akan inovasi ini ternyata sudah diprediksi ratusan tahun yang lalu. Berawal dari kisah mitos dari Yunani dan Tiongkok Kuno yang menampilkan kisah luar biasa mengenai transplantasi. Namun, dalam cerita tersebut proses transplantasi dilakukan oleh para dewa dan juga para tabib.

Sejarah Transplantasi Organ

Proses transplantasi pada organ merupakan sebuah tindakan medis memindahkan organ tubuh dari satu manusia ke manusia lain yang membutuhkan lewat operasi. Organ yang digunakan didapat dari seorang pendonor dan ditempatkan pada penerima. Terlepas dari proses tersebut, terdapat sejarah unik di balik proses transplantasi ini.

Pengetahuan ilmiah dan teknik bedah yang memungkinkan pengobatan transplantasi modern harus menunggu hingga abad ke-19. Meskipun secara khusus untuk transplantasi tulang, kulit dan kornea pertama kali berhasil dilakukan di tahun 1900 dan 1920. Proses tersebut berhasil dilakukan juga berkat adanya kemajuan teknologi sains pada saat itu.

Peluang adanya fasilitas dalam proses dan penyimpanan tulang hingga jaringan hidup pertama muncul berkat berdirinya US Navy Tissue Bank di tahun 1949. Setelah itu, kemajuan dalam proses transplantasi menggunakan organ ini dimulai sekitar tahun 1950-an. Salah satu sosok yang memiliki andil besar dalam kemajuan di bidang ini.

Dialah Joseph E. Murray, penerima hadiah Nobel dalam bidang kedokteran di tahun 1990, berkat keberhasilannya melakukan transplantasi ginjal pertama kali di Boston pada tahun 1954. Selain Joseph, terdapat pula sosok yang berhasil dianggap pahlawan di bidang yang sama, yakni ahli bedah jantung muda di Afrika Selatan, Christian Bernard di tahun 1967.

Sepanjang sejarah terkait transplantasi menggunakan organ ini bukan tanpa masalah, persoalan teknis terkait penanaman organ pada tubuh telah diatasi di awal abad ini. Masalah utama yang muncul terletak pada kecenderungan sistem kekebalan tubuh dari si penerima donor pada saat organ asing ditempatkan di dalam tubuh.

Sebagai penanganan, pasien biasanya diberi obat kuat yang berfungsi menekan seluruh sistem kekebalan tubuh si pasien. Yang pada akhirnya, kondisi tersebut menyebabkan tubuh rentan terkena infeksi. Barulah di tahun 1978, ditemukan obat untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam proses transplantasi yakni Cyclosporin.

Manfaat Transplantasi

Proses penanaman organ pada umumnya dilakukan jika terjadi kerusakan pada organ yang sudah parah, hal ini berakibat pada fungsi pada organ yang sudah tidak dapat berfungsi seperti seharusnya dan bahkan tidak berfungsi sama sekali. Berikut ini beberapa manfaat yang diberikan kepada pasien penerima donor.

  • Dapat menghindari proses tertentu yang memakan waktu lebih lama seperti dialisis atau cuci darah.
  • Meningkatnya angka harapan hidup bagi pasien atau pun si penerima donor organ transplantasi.
  • Memungkinkan si penerima donor organ dapat menjalani hidup lebih sehat di samping rasa sakit sebelumnya hilang.
  • Meningkatkan kualitas hidup disertai mengurangi risiko pasien mengalami kecacatan.
  • Mengurangi jenis operasi yang harus dilakukan oleh pasien atau si penerima donor organ.

Meski memiliki banyak manfaat, proses transplantasi organ juga bisa menimbulkan risiko karena termasuk prosedur medis. Walaupun hingga saat ini manfaat yang didapat jauh lebih banyak ketimbang risiko yang mungkin terjadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar