Tepung Semolina, Tepung dari Gandum yang Kaya Nutrisi

Mengonsumsi makanan dengan tepung terigu mungkin sudah biasa, lalu bagaimana dengan makanan berbahan tepung semolina? Bagi Anda yang belum tahu, tepung semolina merupakan tepung yang diolah dari gandum. Berbeda dengan terigu, semolina memiliki banyak sekali nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Banyak orang menggunakan semolina sebagai pengganti tepung biasa dalam makanan. Biasanya, pemakaian tepung ini dapat ditemukan pada restoran yang khusus menjual makanan untuk berdiet atau restoran vegetarian.

Nutrisi dalam tepung semolina

Tepung semolina memiliki banyak sekali kandungan nutrisi. Satu porsi semolina terdiri atas:

  • Kalori: 198
  • Karbohidrat: 40 gram
  • Protein: 7 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Serat: 7% dari anjuran asupan harian
  • Tiamin: 41% dari anjuran asupan harian
  • Folat: 36% dari anjuran asupan harian
  • Zat besi: 13% dari anjuran asupan harian
  • Magnesium: 8% dari anjuran asupan harian
  • Riboflavin: 29% dari anjuran asupan harian

Di antara seluruh nutrisi yang terdapat dalam semolina, magnesium, protein, zat besi, dan serat menjadi salah satu kandungan yang paling berkontribusi dalam mendukung kesehatan tubuh Anda. Meski begitu, seluruh kandungan pada semolina tetap penting untuk tubuh.

Keuntungan mengonsumsi tepung semolina

Ada banyak sekali manfaat dari tepung semolina yang bisa Anda rasakan untuk kesehatan tubuh Anda. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Mendukung kesehatan jantung

Setiap orang yang memiliki masalah kesehatan jantung selalu dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berserat. Kadar serat yang cukup tinggi bisa Anda dapatkan dari tepung semolina.

Serat mampu menurunkan kolesterol, tekanan darah tinggi, dan mengatasi peradangan. Selain serat, kemampuan semolina dalam mengatasi masalah jantung juga didapat dari kandungan folat dan magnesium. Menurut penelitian, kedua kandungan ini mampu menurunkan resiko penyakit jantung.

  • Menurunkan berat badan

Salah satu manfaat semolina yang paling dikenal orang adalah kemampuannya untuk menurunkan berat badan. Tepung ini sangat sering digunakan sebagai bahan makanan untuk diet sehat.

Serat dalam semolina mampu memberikan rasa kenyang yang lebih cepat, sekaligus mencegah peningkatan berat badan di kemudian hari. Tidak hanya itu, tepung ini juga kaya akan protein yang sangat penting selama proses penurunan berat badan.

Serupa dengan serat, protein juga mampu mengurangi rasa lapar. Bahkan, nutrisi ini juga membantu dalam meningkatkan pembakaran lemak dan menyeimbangkan postur tubuh selama proses penurunan berat badan.

  • Memberikan asupan energi

Konsumsi tepung semolina juga membantu dalam memberikan asupan energi. Asupan energi ini didapat dari kandungan karbohidrat yang terdapat dalam semolina.

Karbohidrat dipercaya memiliki peran penting dalam proses produksi energi tubuh. Karena itu, semolina menjadi tepung yang cocok untuk dikonsumsi bagi Anda yang memerlukan energi tinggi setiap harinya.

Meski semolina memiliki kadar karbohidrat yang tinggi, tepung ini tergolong rendah lemak, sehingga tidak akan mempengaruhi berat badan Anda.

Resiko dan efek samping mengonsumsi tepung semolina

Meski semolina kaya akan nutrisi yang penting bagi tubuh, tepung ini tetap memiliki beberapa resiko. Menurut penelitian, tepung semolina tidak dianjurkan untuk orang-orang yang menderita penyakit celiac. Penyakit ini merupakan bentuk lain dari intoleransi gluten, yaitu sejenis protein yang terdapat dalam gandum.

Bagi penderita penyakit celiac, konsumsi tepung semolina dapat mengakibatkan peningkatan gejala yang semakin memburuk. Oleh sebab itu, tepung ini tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan kondisi penyakit tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar