Skip to toolbar

4 Cara Memperbanyak Asi Bagi Ibu Menyusui

Memiliki bayi adalah karunia yang sangat besar, oleh sebab itu keberadaan bayi harus dijaga dan diperhatikan tumbuh kembangnya secara maksimal. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan memberikan asi secara eksklusif hingga umur 6 bulan, namun terkadang ada terkendala yang terjadi, yaitu asi tidak keluar dengan lancar. Ada cara memperbanyak asi bagi ibu menyusui yang perlu anda coba, sehingga bayi bisa berkembang dan mengkonsumsi asi secara maksimal.

Ada banyak cara memperbanyak asi bagi ibu menyusui yang perlu diperhatikan, dengan cara cara ini maka bayi tidak perlu takut kekurangan asi. Cara tersebut antara lain :

  • Tingkatkan frekuensi menyusui

Jangan ada jadwal menyusui bayi, lakukan menyusui setiap bayi mau atau ingin, dan hentikan ketika bayi tidak ingin. Dengan meningkatkan frekuensi menyusui maka asi yang keluar akan semakin besar juga, jika anda jarang menyusui maka asi yang keluar akan lebih sedikit.

  • penuhi nutrisi

pastikan anda mengkonsumsi nutrisi dengan tepat dan lengkap, dengan mengkonsumsi nutrisi maka tidak hanya meningkatkan asi semakin banyak saja, tetapi nutrisi yang dihasilkan akan lebih baik dibanding asi yang tidak berasal dari makanan yang bergizi

  • hindari setres

peran ayah disini sangat penting, pastikan seorang ayah selalu berada didekat seorang ibu, menjaga dan merawat bersama sang buah hati, menjaga keharmonisan dan ketenangan dalam rumah tangga sehingga sang ibu tidak mudah setres, dengan begitu produksi asi juga akan semakin banyak

  • pompa payudara

cara lainnya adalah dengan memompa payudara sesering mungkin, namun waktu yang tepat dalam memompa payudara adalah setiap selesai menyusui dan diwaktu antara pukul 2 hingga pukul 5 pagi hari

Dengan melakukan cara memperbanyak asi bagi ibu menyusui diatas, maka kebutuhan si kecil akan mudah terpenuhi. Pertumbuhan dan perkembangan si kecil juga akan lebih pesat, pastikan memberikan asi eksklusif hingga umur 6 bulan. Dan untuk lebih jelasnya anda bisa berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *