Skip to toolbar

Home » Berkebun » Cara Membudidayakan Jamur Kuping

Cara Membudidayakan Jamur Kuping

Dalam membudidayakan jamur kuping mestinya melihat panduannya agar lebih maksimal hasilnya. Oleh karena itu kami sampaikan uraian ringkasnya buat cara membudidayakannya sebagai berikut:

Proses Pembuatan Kumbung

Pertama buatlah rumah jamur karena kumbung tersebut bagian yang sangat utama. Setiap seseorang yang akan melakukan pekerjaan tersebut, maka membuat kumbung itu harus diutamakan dengan ukuran secukupnya. Jika mau menggunakan ukuran yang agak sedang,  maka buatlah rumah jamur yang biasa menampung sampai 3.000 kantong bibit jamur.

Pemilihan Bibit

Sesudah rumah jamu selesai dan siap dipakai, maka selanjutnya kalian bisa mulai memilih bibit yang paling baik. Ada beberapa cara untuk memperoleh bibit jamur kuping. Yang perlu diteliti ketika membeli bibit jamur kuping ialah sebagai berikut;

  • Belilah bibit jamur kuping dari toko bibit atau di koperasi tani agar bibit lebih terjamin.
  • Jika menginginkan bibit jamur yang bagus, maka kalian mestinya langsung membeli pada petani jamur yang betul-betul terjaga kualitasnya.
  • Bagi para pemula, hendaknya membeli bibit yang bermutu dengan tipe f4.

Proses Penyemaian Bibit Jamur Kuping

Berikutnya adala proses penyemaian bibit. Tahapan ini amat penting tidak boleh sembarangan. Pada tahapan ini harus sesuai dengan yang semestinya, berikut penjelasannya;

  • Pertama yakinkan bahwa terlebih dahulu tangan sterilkan dengan memakai alkohol 70%.
  • Kedua Menebarkan bibit jamur, kalian bisa memakai kawat atau sejenisnya sekitar 30 cm yang sudah dipanaskan api pembakar spiritus kemudian semprot lagi dengan alcohol.
  • Kalian bisa juga menebarkan bibit dengan cara mencelupkan kawat pada mulut ring dan sesudah itu menggoyangkannya menyeluruh.

Proses Penanaman Bibit

Dalam proses penanaman adalah sebagai berikut;

Median Tanam

Media tanam tersebut dibuat memakai bahan serbuk gergaji, bekatul, kapur, dan air secukupnya.

Fermentasi

Dalam masalh ini, media tanamnya harus difermentasi sebelum digunakan. Tujuan Fermentasi ini agar menjadikan media tanam yang bagus serta sempurna guna perkembangan jamur. Adapun Cara memfermentasinya adalah sebaggai berikut;

  • Media yang sudah dibuat tadi didiamkan dulu sekitar 4 – 5 hari.
  • Disaat media didiamkan, maka temperatur pada media akan bertambah menjadi 70°C.
  • Media tersebut harus dibolak-balik dua hari sekali.
  • Kemudian media tanam yang sudah siap untuk ditanami adalah sudah berubah coraknya menjadi gelap.

Pembuatan baglog

  • Media yang sudah difermentasi dimasukkan dalam plastik yang berkapasitas kapasitas 1 kilogram.
  • Media tanam tadi dipadatkan dengan cara dipuku memakai alat pemukul atau dipress
  • Bentuk leher plastik dibuat menguncup supaya lebih mudah ketika akan memasukkan ring.
  • Selanjutnya, mulut botol ditutup dengan kapas dan penutup baglog. Maksudnya mencoba penutupan mulut botol ini agar tidak merembes masuk dalam baglog saat proses sterilisasi.

Sterilisasi

Semua baglog yang sudah diisi serbuk kayu dan semua bahan yang lain sudah siap ditanami bibit jamur kuping. Namun demikian masih butuh dicoba sterilisasi dulu pada seluruh baglog. Sterilisasi perlu dicoba dengan cara didang atau dikukus. Selanjutnya, satu per satu baglog dimasukkan disusun rapi ke dalamnya dan ditutup rapat. Drum yang berisi baglog itu kemudian dipanasi hingga temperaturnya mencapai 900ºC selama kurang lebih 8 jam.

Pendinginan

Yang terakhir saat bibit jamur sebelum ditanam ke dalam baglog. Sesudah di sterilkan, baglog dalam keadaan panas butuh didinginkan secara natural. Selanjutnya angkatlah baglog yang sudah disterilkan lalu letakkan di tempat yang ada perputaran udara yang sesuai. Bila perlu maka dibantu dengan kipas angin karena jumlah baglognya lumayan banyak. Dan selanjutnya proses pembibitan jamur kuping boleh dicoba.

Demikian uraian sederhana mengenai cara membudidayakan jamur kuping. Untuk penjelasan yang lebih detil lagi kunjungi https://www.tanam.co.id/. Semoga berhasil.