Skip to toolbar

Home » Pertanian » Cara Memilih Benih Padi yang Baik dengan Kriteria dan Parameternya

Cara Memilih Benih Padi yang Baik dengan Kriteria dan Parameternya

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang cara memilih benih padi yang baik. Benih padi yang baik akan menghasilkan bibit padi yang bagus. Maka dari itu, sangatlah penting bagi yang sudah maupun ingin berkecimpung di dunia pertanian padi, untuk mengetahui bagaimana cara memilih benih yang cocok untuk menjadi tanaman yang berkualitas.

Cara Memilih Benih Padi yang Baik

1. Dengan Merendamnya di Air

Cara ini adalah cara tradisional agar mengetahui apakah benih padi tersebut bisa menghasilkan bibit yang sehat dan juga dapat sukses ditanam. Cara ini juga dapat dilakukan ke benih-benih tanaman yang lainnya. Indikator yang menandakan benih padi yang baik ialah yang tak rusak dan tak cacat. Cara agar mengetahui apakah benih padi tersebut tak rusak atau tak cacat yakni dengan merendamnya ke air selama beberapa menit sampai terdapat benih yang tenggelam dan ada yang mengambang.

Benih padi yang tenggelam merupakan ciri bibit yang penuh dan padat. Benih inilah yang harus petani pilih sebab benih yang baik dapat menghasilkan bibit dan tanaman yang bagus. Sementara benih padi yang mengambang merupakan tanda benih tersebut kosong, tak padat, atau cacat. Benih yang seperti itu tak bagus untuk ditanam sebab tak akan menghasilkan benih yang layak untuk ditanam.

2. Dengan Menggunakan Telur dan Garam

Cara lain untuk memilih benih padi yang baik yaitu dengan memakai telur dan garam. Anda hanya harus menyediakan wadah untuk menampung benih padi. Kemudian sediakan wadah berisi air sebanyak dua kali dari berat benih padi yang akan digunakan.

Lalu, tambahkan telur ke dalam air yang selanjutnya Anda masukkan garam sembari diaduk perlahan sampai telur mengapung. Jika telur mengapung, masukkan benih padi yang akan ditanam lalu diaduk. Biarkan hingga beberapa saat dan pilihlah benih yang tenggelam dan buang yang mengambang.

3. Dengan Menggunakan Telur dan Abu

Cara kali ini juga sama seperti metode sebelumnya. Anda cukup sediakan wadah berisi air sebanyak dua kali dari berat benih padi. Selanjutnya masukkan telur dan abu lalu diaduk secara perlahan sampai larut. Kemudian, tambahkan benih padi dan aduk bersamaan dengan air abu. biarkan hingga beberapa menit sampai ada benih yang mengapung ataupun tenggelam. Ambil benih yang sudah tenggelam sebab benih itulah yang padat dan tak cacat. 

Agar mudah saat memanen Anda bisa menggunakan alat pemanen padi lalu gunakan mesin pemisah beras dan menir agar hasilnya bersih.

Kriteria Benih Berkualitas

Cara mengetahui apakah suatu benih tersebut itu baik atau tidak, kita bisa melihat secara langsung kriteria benih yang bermutu secara fisiologis yaitu antara lain:

  • Memiliki produktivitasnya tinggi, yakni varietas atau klon memiliki produksi yang tinggi, artinya jarak antara produksi yang didapatkan pada lingkungan pengujian saat sebelum varietas atau klon tersebut dilepas dengan lingkungan pertanaman luas atau pada masyarakat rendah
  • Memiliki pertumbuhan sama, yakni pertumbuhan antar satu tanaman dengan tanaman lainnya sama, maupun dari aspek tinggi tanaman, ukuran diameter batang, perkembangan kanopi, serta produktivitas.
  • Mempunyai mutu genetis yang tinggi, yakni struktur gen dalam kromosom seragam pada setiap tanaman dalam klon atau varietas tersebut.

Parameter Benih Bermutu

Persyaratan umum dalam pengembangan bibit untuk mendapatkan bibit bermutu ekonomi tinggi, bisa dipertimbangkan dengan faktor-faktor berikut, sebagian besar produsen benih telah memasukkan parameter berikut:

  • Perkecambahan minimal sebesar 80%, artinya benih yang akan tumbuh dari benih yang sudah ditanam paling tidak sebesar 80%. Hal ini ditentukan untuk menghindari pemakaian bibit yang banyak, sehingga bisa meningkatkan biaya produksi.
  • Benih murni minimal sebesar 95%, artinya benih pada setiap varietas atau klon berada pada varietas atau klon yang sama. Hal ini dilakukan agar tak terjadi ketidaksamaan pertumbuhan serta ketahanan terhadap hama atau penyakit yang pada akhirnya mengakibatkan produksi menurun.
  • Benih yang berasal dari varietas lain, maksimal 5%, itu artinya benih yang murni dari varietas atau klon yang sama.
  • Kotoran maksimal sekitar 3%, artinya tidak terdapat benda asing dan lain-lain seperti kerikil, ranting, dan benda asing lainnya.
  • Benih dari rerumputan, maksimal 2%.

 

Sekian artikel yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat.