RI-Argentina Ingin Gandakan Nilai Perdagangan

Ekonomi – Indonesia dan Argentina ingin melipat gandakan nilai perdagangan kedua negara pada 2021 mendatang. Salah satu cara untuk mencapai tujuan itu, kedua negara membentuk Working Group on Trade and Investment (WGTI) atau tim kerja yang membahas isu-isu perdagangan dan investasi yang potensial.

Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Paraguay, dan Uruguay Niniek Kun Naryatie mengatakan nilai transaksi perdagangan antara RI dengan Argentina pada tahun lalu mencapai US$1,6 miliar.

Baca juga: Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu di G20

Nilai perdagangan ini merupakan terbesar transaksi ketiga terbesar di antara negara-negara Amerika Latin, setelah Brasil dan Meksiko. Namun, sayangnya, RI yang defisit terhadap Argentina. “Argentina surplus,” katanya.

Pada tahun lalu, defisit dagang RI terhadap Argentina sebesar US$1,2 miliar. Karenanya, RI akan mendorong ekspor ke Argentina. Melalui working group Karyanto melanjutkan produk-produk RI yang berpotensi di ekspor ke Argentina akan diidentifikasi.

Adapun, beberapa produk Indonesia yang dinilai potensial untuk dikirim ke Argentina meliputi suku cadang (spare part), produk otomotif, alas kaki, produk-produk karet, produk kimia, dan lainnya.

Baca juga: China Siap Balas Ancaman Tarif Baru AS

Sementara Indonesia banyak mengimpor produk pakan ternak dari bungkil kedelai dari Argentina.

Dalam jangka panjang, pemerintah berharap Indonesia dan Argentina bisa menjalin kerja sama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Namun, FTA ini harus melalui Mercosur atau organisasi negaa-negara America Latin, di mana Argentina masuk di dalamnya.

Sementara itu, Duta Besar Argentina untuk Indonesia Ricardo L Bocalandro menyambut baik kerja sama ini. Working Group merupakan upaya dua negaara untuk mengekplorasi potensi baru dalam perdagangan bilateral.

Baca juga: Anggaran Kemensos Sudah Terpakai 47 Persen

Tim kerja ini bertujuan untuk membahas bersama semua elemen yang potensial dalam hubungan perdagangan sekaligus untuk mengatasi permasalahan, pertanyaan, dan bertukar pengetahuan serta apa pun yang diperlukan untuk mendorong perdagangan bilateral.