Kebijakan perlindungan Sosial Untuk Tahun 2021

Ekonomi – Pemerintah mengklaim telah melakukan penyaluran bantuan sosial kepada 50 juta jiwa live22 dalam meredam dampak pandemi covid-19. Kebijakan perlindungan sosial untuk tahun 2021 pun sudah disiapkan pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi Rp 181,11 triliun atau sudah terserap 77,3% dari pagu anggaran yang mencapai Rp 234,33 triliun.

Baca Juga : Upaya Menhub Budi Karya Pulihkan Ekonomi Terdampak Covid-19

Kebijakan perlindungan Sosial Untuk Tahun 2021

Sri Mulyani merinci untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras telah diberikan kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kartu sembako sudah diberikan kepada 19,4 juta KPM. Serta adanya bantuan sosial tambahan sebesar 9 juta KPM.

Pemerintah juga telah memberikan bansos Jabodetabek 1,9 juta dan 9,2 juta untuk bansos di luar Jabodetabek. Sebanyak 8 juta KPM juga sudah diberikan dalam program bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Diskon listrik juga sudah diberikan kepada 31,4 juta rumah tangga joker388 dan subsidi gaji Rp 600 ribu per bulan kepada 12,4 juta pekerja dan 2,4 juta guru honorer.

“Jadi 60% kelompok penrerima sudah mendapatkan manfaat. Hampir 49 sampai 50 juta yang sudah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah,” jelas Sri Mulyani dalam saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengatakan membuka kemungkinan untuk memperpanjang beberapa program perlindungan sosial hingga tahun depan. Hal ini terlakukan sebagai antisipasi pemerintah jika pandemi covid-19 masih terjadi hingga tahun depan.

Adapun program perlindungan sosial pada tahun depan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 408,7 triliun. Kemungkinan pemerintah akan mengalokasikan untuk program yang suah eksisting. Namun, berbagai rencana itu masih bisa berubah.

Baca Juga : Ekonomi Korsel Mulai Bangkit dari Resesi

“Kita masih harus melihat tingkat kebutuhannya di tengah pandemi covid-19,” ujarnya.

Program perlindungan sosial, yang kemungkinan akan berlanjut diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) dengan jumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM)-nya masih sama, yaitu 10 juta.

Sementara itu, kartu sembako akan terberikan kepada 18,8 juta orang, jumlah yang sama dengan realisasi tahun ini.

Bantuan Sosial tunai terperkirakan akan dibagikan kepada 9 juta KPM pada tahun depan. Tapi, Sri mengatakan, “target-target ini tergantung pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sedang diperbaharui antara pemerintah pusat dengan daerah. “Kami dorong bersama Kemensos dan Kemendagri,” Ucapnya

Perlindungan sosial tahun depan juga akan tertunjukan kepada siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan mahasswa yang memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Jumlahnya masing-masing adalah 20,1 juta dan 1,1 juta.

Sri menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan masih melihat kemungkinan reformasih perlindungan sosial ini. Tidak hanya dari sisi jumlah, juga cara disbursement yang sangat menentukan efektivitas bantuan sosial kepada penerimanya.

“Kami terus coba memperbaiki, sehingga efektivitas prediksi togel dari berbagai program bantuan sosial dan belanja pendidikan serta kesehatan meningkat,” ujar Sri