Ahok Kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Ekonomi – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa ada empat nama sebagai kandidat kepala badan otorita ibu kota yang baru nantinya. Keempat nama ini juga adalah eks kepala bappenas Bambang Brodjonegoro, Direktur Utama PT Wijaya Karya, eks gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja scr888 Purnama, Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

Kali ini untuk badan otorita bagi ibu kota negara yang barunya, memang harus di tanda tangan oleh para kandidat dengan peraturan presiden. Dimana saat itu nanti akan ada CEO (pemimpin), namun sampai saat ini juga masih belum ada keputusan kepala badan otorita ibu kota baru. Sebelum nya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan juga Investasi yaitu bapak Luhut Binsar Panjaitan juga menyebutkan kelembagaan badan ini akan sama tingkatan nya dengan kementerian.

Baca Juga : Targer Jokowi Terancam, RI Dicoret dari Negara Berkembang

Di ibu kota barunya nanti Presiden Jokowi telah menyiapkan siapa yang menjadi menteri di badan otorita. Ada tiga klaster juga yang akan hadir pada ibu kota tersebut, dimana merangkum dari klaster pemerintahan, klaster perumahan, dan klaster perkantoran. Pada klaster pemerintahan mulai ada pendanaan, kepemilikan tanah, dan juga aset yang menjadi kewenangan pemerintah Indonesia.

Sementara itu juga pada klaster bagian perumahan dan juga perkantoran hingga infrastruktur atau fasilitas publik dan ICT. Pendanaanya dapat juga bekerja sama dengan swasta melalui skema kerja sama dengan Pemerintah dan juga Badan Usaha (KPBU). Dalam hal ini, pemerintah juga bisa menjual atau memberikan satu konsesi lahan untuk swasta sehingga semua hal seperti pengelolaan aset bisa dilakukan oleh pihak swasta.

Baca Juga : Jokowi Ambil Alih Persetujuan Maskapai Asing di Omnibus Law

Dalam hal ini Luhut menjelaskan bahwa bangunan untuk pemerintah akan dibiayai sepenuhnya oleh APBN. Namun untuk hiburan, pendidikan, resort, kesehatan, pusat keuangan di ibu kota baru tersebut akan diberikan kepada sektor swasta. Selain itu saat ini Jokowi juga menyebutkan bahwa dana yang akan dipakai dari APBN tersebut untuk ibu kota baru, semua akan di bantu dengan pendapatan 918kiss pajak pemerintah.

Jokowi Resmikan Program B30 Ditemani Ahok

Jokowi resmikan program B30 ditemani Ahok. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan program mendatori penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono yang terletak di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dalam peresmian, kepala negara ditemani Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

B30 merupakan program penggunaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebanyak 30 persen dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Program ini merupakan perluasan dari kebijakan sebelumnya, B20, dalam rangka mengurangi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan live22.

Baca juga : Saham Sektor Energi Paling Anjlok di AS Sepanjang 2019

“Setelah B20, sekarang kita ke B30. B30 ini tapi tidak cukup, nanti ke B40 dan B50. Kita ingin kurangi ketergantungan terhadap impor solar, sementara kita juga negara dengan potensi sawit besar dan ini bisa untuk energi pengganti solar,” ujar Jokowi dalam peresmian.

Program B30 merupakan salah satu jurus yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menekan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Kedua sempat membengkak akibat realisasi impor yang terlalu tinggi.

Salah satunya merupakan impor migas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi impor migas Indonesia mencapai US$19,75 miliar pada Januari-November 2019.

Nilai impor migas sejatinya sudah menurun dibandingkan sebelumnya US$27,84 miliar pada Januari-November 2018. Namun, Jokowi ingin memperluas program situs judi online B20 tetap diperluas menjadi B30, lalu menjadi B50 pada akhir 2020 dan B100 pada 2021.

“Jangan sampai dari kita masih ada yang senang impor. Usaha untuk kurangi impor harus terus dilakukan dengan serius, kita bisa kurangi devisa kurang lebih Rp63 triliun,” katanya.

Sementara defisit neraca perdagangan sebesar US$3,11 miliar pada Januari-November 2019. Sedangkan defisit transaksi berjalan mencapai US$7,7 miliar pada kuartal III 2019.

Sebelumnya, perhitungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memperkirakan B30 bisa menyerap produksi CPO hingga 10 juta kiloliter. Dari jumlah tersebut, penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai US$8 miliar atau setara Rp112,8 triliun.

Baca juga : Sri Mulyani Kaji Aturan Lembaga Pengelola Dana Asing

Selain itu, Jokowi ingin program B30 memberi manfaat bagi industri CPO. Di sisi lain, percepatan program biodiesel dilakukan untuk mencari sumber baru energi baru terbarukan sehingga bisa lepas dari ketergantungan energi fosil.

“Ini juga bisa meningkatkan permintaan CPO yang besar dan memberi multiplayer effect terhadap 16 juta petani sawit. B30 nantinya juga membuat kita tidak mudah ditekan-tekan oleh negara mana pun termasuk kampanye negatif dari Eropa,” tuturnya.

Dalam peresmian sbobet Jokowi didampingi Sektertaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wakil Mentari BUMN Budi Gunandi Sadikin.

Ahok Disebut Bakal Urus BUMN Strategis

Ahok bakal urus BUMN. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menduduki posisi di BUMN strategis yang menyangkut hajat hidup banyak orang.

Tetapi, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan untuk menduduki posisi penting tersebut Ahok perlu melewati proses agen maxbet.

Baca juga: Harga Cabai Anjlok Hingga Rp7.100 per Kg

Terutama, bila Ahok nantinya diangkat menjadi komisaris dan direksi BUMN. Untuk menduduki kursi tersebut, Ahok perlu dinilai oleh tim penilai akhir.

Sebagai informasi, sidang tim penilai akhir biasanya digelar di Istana. Tim diketuai oleh Presiden Jokowi.

“Pasti ke tim, semua proses yang ada di BUMN pasti dilalui,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ahok menemui Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/10) pagi. Usai pertemuan, Ahok mengaku diajak Erick untuk mengurusi BUMN.

“Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Kendati demikian ia belum tahu jabatan atau posisi sbobetuk apa yang akan diberikan oleh Kementerian BUMN.

Baca juga: Produsen Biofuel Uji Coba B30 Desember

“Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN,” katanya.

Ahok mengaku siap jika benar ia ditugaskan untuk mengurusi BUMN.

“Kalau untuk bangsa dan negara saya pasti siap. Apa saja boleh yang penting bisa bantu negara,” katanya.