Corona Buat Perusahaan Global Tanggung Utang Baru Rp14.468 T

Ekonomi – Pandemi virus corona belakangan ini telah meningkatkan utang perusahaan di dunia. Berdasarkan hasil penelitian 918kiss yang dilakukan terhadap sekitar 900 perusahaan global, wabah tersebut telah membuat perusahaan global menghadapi utang baru sampai dengan US$1 triliun.

Jika dirupiahkan, utang tersebut mencapai Rp14.468 triliun (kurs Rp14.468 per dolar AS). Dikutip dari Antara, peningkatan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga : Posting Anti Masker di Facebook, Meninggal Status Positif Corona

“Covid telah mengubah segalanya,” kata Seth Meyer, Manajer Portofolio Janus Henderson, perusahaan yang menyusun analisis damacai untuk indeks utang baru perusahaan.

Ia menyatakan perusahaan yang masuk terperangkap utang baru tersebut sebelumnya sudah berutang 40 persen lebih banyak daripada yang mereka lakukan pada 2014.

Kalau dihitung, pertumbuhan utang gd lotto telah melampaui pertumbuhan laba mereka.

Hasil penelitian juga mengungkap dari perusahaan itu, korporasi AS menanggung setengah dari utang perusahaan global yang saat ini totalnya mencapai US$3,9 triliun. Pertumbuhan utang tersebut merupakan yang tercepat dalam lima tahun terakhir.

Jerman berada di nomor dua dengan US$762 miliar. Jerman juga memiliki tiga perusahaan live22 yang paling berutang di dunia.

Baca juga : Di Ibu Kota Belum Reda Kasus Covid-19

Mereka adalah Volkswagen dengan utang US$192 miliar, tidak jauh di belakang negara-negara login joker123 seperti Afrika Selatan atau Hongaria.

Meskipun demikian utang itu meningkat oleh unit pembiayaan mobilnya. Sebaliknya, seperempat perusahaan dalam indeks baru tidak memiliki utang sama sekali.

Bahkan, beberapa di antara mereka memiliki cadangan uang tunai joker123 yang besar. Cadangan tunai yang terbesar dimiliki Alphabet, pemilik Google, dengan total US$104 miliar.

Targer Jokowi Terancam, RI Dicoret dari Negara Berkembang

Ekonomi – Menteri Badan Rencana Pembangunan Nasional, Bappenas. Suharso Monoarfa menyatakan kebijaksanaan AS dengan mencoret Indonesia dari daftar negara yang berkembang akan berefek terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) scr888 tahun 2020-2024.

Ketetapan yang dipublikasikan oleh Presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump, ia menyatakan akan meningkatkan beban keuangan Indonesia. Permasalahan beban itu ada penyebab kenaikan status yang akan akan berefek pada penambahan biaya sarana utang Indonesia.

Baca Juga : Jokowi Ambil Alih Persetujuan Maskapai Asing di Omnibus Law

“Jika sudah seperti ini (dicoret dari daftar negara yang berkembang), sarana untuk mendapatkan pinjaman tidak lagi murah seperti sebelumnya. Ini akan berpengaruh kepada RPJMN ya sudah pasti,” tuturnya pada Senin, (24/2).

Meskipun begitu, Suharso belum juga memberikan keterangan dengan spesifik efek yang dimaksudnya itu. Dia cuma menjelaskan ketetapan Presiden Trump itu akan membuat dampat kerja sama dengan Amerika Serikat di bagian ekonomi semakin lebih berat.

Untuk itu, dia menjelaskan Indonesia harus bisa berupaya untuk mendapatkan kesempatan kerja sama ekonomi dengan negara di luar dari pada Amerika Serikat. Ia juga menyebutkan dengan penghasilan per kapita yang sekarang ini masih ada di rata-rata US$4.000 per tahun, status Indonesia jadi negara berpenghasilan menengah mempunyai kesempatan kerja sama juga dengan beberapa negara seperti di Afrika.

Baca Juga : Inflasi China Naik Karena Virus Corona

Presiden Donald Trump telah memutuskan untuk mencabut status negara yang berkembang itu diserahkan kepada Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dengan pencabutan yang dilakukan tersebut, sarana yang biasanya diserahkan kepada beberapa negara bertumbuh seperti pemotongan bea masuk terancam juga akan dihapus.

Pencabutan status itu mempunyai potensi menghilangnya sarana Official Develompment Assistance (ODA). Sarana itu juga adalah pilihan pembiayaan dari faksi external untuk melakukan pembangunan sosial serta ekonomi.

Lewat ODA, beberapa negara bertumbuh bukan hanya memperoleh permodalan dari faksi external. Tetapi, mereka mempunyai potensi login live22 memperoleh bunga utang yang rendah.

AS dan China Resmi Teken Kesepakatan Damai Dagang Fase I

Setelah sekitar dua tahun berperang, Amerika Serikat dan China akhirnya meneken kesepakatan damai dagang fase pertama pada Rabu (15/1).

Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, menandatangani kesepakatan damai dagang itu dalam pertemuan di Gedung Putih.

Sebagaimana dilansir AFP, dalam salah satu poin dalam kesepakatan itu, China sepakat membeli barang dari AS senilai setidaknya US$200 miliar.

Baca juga : AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepakatan Dagang II

Kesepakatan itu tambahan US$32 miliar untuk pembelian produk pertanian dan makanan laut, hampir US$78 miliar untuk barang-barang pabrik seperti pesawat, mesin, dan baja, juga US$52 miliar untuk produk energi.

Untuk mencapai nilai kesepakatan judi online itu, China dan AS memasang target setiap tahun. Untuk produk pabrik, misalnya, China harus mencapai target pembelian US$32,9 di tahun pertama dan US$44,8 miliar di tahun selanjutnya.

Sementara itu, di pos agrikultur, target yang dipasang senilai US$12,5 miliar di tahun pertama dan dilanjutkan dengan US$19,5 miliar.

Di sektor energi, target tahun pertama dipatok US$18,5 miliar, dan selanjutnya US$33,9 miliar. Pada sektor layanan, target dipasang US$12,8 miliar dan US$25,1.

Meski kesepakatan fase I ini sudah diteken, AS akan tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.

Namun, AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

Kesepakatan fase I ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik setelah kedua negara terlibat perang dagang yang juga menyeret perekonomian global.

Berdasarkan data terbaru login joker123, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Preside Donald Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama Washington.

AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepatakan Dagang II

Ekonomi – Amerika Serikat (AS) tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga kesepakatan perdagangan fase II tercapai. Hal itu diungkap oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa (14/1), sehari sebelum kedua negara menandatangani kesepakatan fase I.

Presiden AS Donald Trump, sambung Mnuchin, akan mempertimbangkan pelonggaran tarif jika kedua negara segera menyelesaikan perjanjian lanjutan.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

“Jika presiden (Trump) mendapatkan (kesepakatan perdagangan) fase 2 dengan cepat, dia akan mempertimbangkan untuk melepaskan tarif sebagai bagian dari fase 2,” kata Mnuchin.

Sebagai catatan, setelah tercapai kesepakatan fase I tercapai, AS setuju untuk menangguhkan tarif situs judi online pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Rencananya, Trump akan meneken kesepakatan perdagangan fase I dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada Rabu (15/1) pukul 11.30 pagi, waktu setempat.

Komentar Mnuchin membuat pasar khawatir tentang kesepakatan perdagangan kedua negara. Sebab, seperti laporan Bloomberg yang dilansir oleh Antara, tarif AS masih tetap berlaku sampai Pilpres AS November 2020. Imbasnya, saham di bursa AS tertekan.

Sebagai catatan, perang dagang antara kedua negara telah menyeret perekonomian global. Data terbaru, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Baca juga : Total Penyerapan Tenaga Kerja AS 2019 Melambat

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama indomaxbet Washington.

Rencananya, semua poin kesepakatan perdagangan fase I akan dipublikasikan pada Rabu (15/1), waktu setempat, kecuali lampiran terkait rincian produk dan jasa AS yang akan dibeli oleh China.

“Tidak ada perjanjian lisan atau tertulis lainnya antara Amerika Serikat dan China tentang masalah ini, dan tidak ada kesepakatan untuk pengurangan tarif di masa depan. Setiap rumor yang bertentangan pasti salah,” ujar Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dalam pernyataan bersama.

Total Penyerapan Tenaga Kerja AS 2019 Melambat

Ekomoni – Pertumbuhan angkatan kerja Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP) sepanjang 2019 hanya 2,1 juta tenaga kerja. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan 2018 lalu yang mencapai 2,7 juta tenaga kerja.

Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja per Desember 2019 juga melambat hanya 145 ribu tenaga kerja login maxbet. Padahal, dalam tiga bulan terakhir rata-rata ada penambahan sekitar 184 ribu per bulan.

Baca juga : Konflik Panas Iran-AS Kerek Rupiah ke Rp13.680

“Dalam pandangan kami, pasar tenaga kerja tetap sehat pada 2020, tetapi pertumbuhan pekerjaan akan turun,” ungkap Nela Richardson selaku Ahli Strategi Investasi di Edward Jones.

Data ketenagakerjaan AS mencatat jumlah pekerja di sektor ritel situs judi online bertambah sebanyak 41 ribu tenaga kerja pada Desember 2019, sementara di sektor manufaktur justru turun 12 ribu.

Sepanjang 2019, pekerja di sektor manufaktur hanya bertambah sebanyak 46 ribu, dan di sektor konstruksi hanya meningkat 151 ribu atau setengah dari realisasi 2018 lalu.

Selain itu, pertumbuhan upah pada Desember 2019 juga di bawah ekspektasi. Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat rata-rata kenaikan upah hanya 2,9 persen di bawah estimasi yang mencapai 3,1 persen.

Baca juga : Harga Emas Nyaris Sentuh Rp800 Ribu per Gram

Beruntung, inflasi di AS juga rendah. Dengan begitu, kenaikan upah yang di bawah ekspektasi tetap dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga di AS.

The Fed juga telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada 2019 lalu sehingga perekonomian link alternatif sbobet Paman Sam tetap terjaga.

“The Fed tampaknya nyaman dengan sikap netral dan akan mempertahankan suku bunga untuk masa datang, sekitar tiga hingga enam bulan,” kata Pedagang Valas Senior di Silicon Valley Bank Minh Trang.

Harga Emas Nyaris Sentuh Rp800 Ribu per Gram

Ekonomi – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp799 ribu per gram pada Rabu (8/1) atau melejit Rp15 ribu dari Rp784 ribu per gram pada Selasa (7/1). Sementara harga pembelian kembali (buyback) naik Rp14 ribu dari Rp700 ribu menjadi Rp714 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data maxbet Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp424 ribu, 2 gram Rp1,54 juta, 3 gram Rp2,29 juta, 5 gram Rp3,81 juta, 10 gram Rp7,56 juta, 25 gram Rp18,8 juta, dan 50 gram Rp37,53 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp75 juta, 250 gram Rp187,25 juta, 500 gram Rp374,3 juta, dan 1 kilogram Rp748,6 juta.

Baca juga : IHSG Diramal Perkasa Usai Libur Akhir Tahun

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.590,7 per troy ons atau menguat 1,04 persen. Begitu pula dengan harga emas situs judi online di perdagangan spot naik 1,04 persen ke US$1.590,72 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional berpotensi meroket ke kisaran US$1.580 sampai US$1.620 per troy ons pada hari ini. Sentimen utama masih dari ketegangan hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Harga emas masih volatile saat ini setelah menembus kisaran US$1.610 per troy ons karena berita serangan rudal Iran ke basis militer AS di Irak dini hari tadi,” ujar Ariston.

Baca juga : Daftar Penurunan Harga Pertamax di Jakarta

Serangan rudal ini sejalan dengan rencana balas dendam Iran kepada Presiden AS Donald Trump atas terbunuhnya perwira tinggi militer Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Zeinab Soleimani, putri almarhum agen sbobet bahkan meminta Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membalas kematian sang ayah.

“Peluang penguatan harga emas masih terbuka karena kekhawatiran pasar bisa berlanjut,” katanya.

Saham Sektor Energi Paling Anjlok di AS Sepanjang 2019

Saham sektor energi paling anjlok di AS sepanjang 2019. Sepanjang 2019 kinerja saham perusahaan energi di Amerika Serikat (AS) anjlok. Meskipun AS produsen minyak mentah dan gas alam terbesar di dunia, saham energi malah merugi.

Indeks saham S&P 500 untuk sektor energi hanya membagikan dividen 6 persen. Indeks sektor energi menjadi yang terlemah di pasar saham sbobet sepanjang 2019.

Kinerja ini berkebalikan dengan sektor teknologi yang menjadi ‘raja’ indeks S&P 500 dengan memberikan imbal hasil paling besar. Sektor ini memberikan dividen hampir mencapai 400 persen.

Baca juga : Sri Mulyani Kaji Aturan Lembaga Pengelola Dana Asing

Tren saham energi yang anjlok memang bukan hal baru. Kinerja saham energi sudah anjlok sekitar delapan tahun berturut-turut.

“Itu sangat suram,” kata Pavel Molchanov, seorang analis energi Raymond James.

Kinerja cadangan energi situs judi online yang buruk sebagian besar didorong oleh rendahnya harga minyak dan gas alam.

“Perusahaan minyak serpih merupakan ‘korban’ dari kesuksesan mereka sendiri. Mereka menghasilkan begitu banyak minyak sehingga mereka menginjak diri mereka sendiri,” kata Bob McNally, presiden perusahaan konsultan Rapidan Energy Group.

Perusahaan minyak dan gas digenjot agar menjadikan Amerika Serikat produsen utama dunia. Mereka meminjam sangat banyak sehingga hanya memiliki sedikit uang tunai yang tersisa untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen dan pembelian kembali saham.

Sebagai perusahaan minyak pun masih menekan neraca mereka usai krisis energi pada 2014-2016.

“Menjadi produsen besar dan memiliki sektor energi yang menguntungkan adalah dua hal yang sangat berbeda,” kata McNally, mantan penasehat energi untuk Presiden George W. Bush.

Baca juga : OJK dan Pemerintah Siapkan Jurus Baru Untuk Selamatkan Jiwasraya

Hal tersebut tidak mengherankan, statistik Refinitiv menunjukkan bahwa dua saham berkinerja terburuk S&P 500 dekade ini berasal dari sektor energi yakni Devon Energy (DVN) dan Apache (APA).

Berita bagus untuk industri energi adalah bahwa perusahaan minyak tampaknya mengindahkan permintaan Wall Street untuk disiplin modal yang lebih baik. Perusahaan tidak lagi membajak setiap sen dari arus kas link alternatif sbobet mereka kembali ke pengeboran. Mereka berjanji untuk mempertahankan sebagian dari itu untuk membayar hutang dan mengembalikan kepada pemegang saham.

“Itu fenomena baru. Banyak investor skeptis itu akan bertahan tetapi pandangan kami adalah itu akan terjadi,” kata Molchanov dari Raymond James.

AS Ancam Kenakan Tarif Impor Baja Asal Brasil dan Argentina

Tarif impor baja Brasil dan Argentina. Amerika Serikat (AS) kembali ‘menabuh’ genderang perang dagang dengan negara tetangga. Dikutip dari AFP, Amerika berencana menerapkan tarif atas impor baja dan aluminium asal Brasil dan Argentina.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pengenaan tarif maxbet dilakukan untuk membalas kebijakan dagang kedua negara yang ia nilai tidak adil bagi negaranya.

Baca juga : Ekspor Ikan Hias Berpotensi Anjlok 20 Persen Tahun Ini

“Brasil dan Argentina telah memimpin devaluasi besar-besaran mata uang mereka yang merugikan petani Amerika,” kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Tahun lalu, Trump mengumumkan penerapan tarif global 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Namun, AS menyetujui pengecualian untuk beberapa negara, termasuk Argentina dan Brasil. Persetujuan ini dilakukan setelah mereka menyetujui kuota impor.

Institut Baja Brasil mengatakan pihaknya bingung dengan keputusan situs judi online Trump. Keputusan itu pada akhirnya merugikan industri pembuatan baja Amerika yang membutuhkan produk setengah jadi yang diekspor oleh Brasil untuk mengoperasikan pabriknya.

Brasil adalah pemasok baja terbesar kedua ke pasar AS di belakang Kanada. Brasil dan Argentina telah mendapat manfaat dari perang dagang AS dengan China. Kedua negara telah menggantikan ekspor kedelai Amerika dan barang-barang pertanian lainnya ke raksasa Asia.

Brasil telah terhuyung-huyung di ambang resesi tahun ini dan Argentina kembali terjerat dalam krisis ekonomi. Kedua krisis ini menyebabkan mata uang kedua negara melemah terhadap dolar AS.

Selain itu ancaman dagang ke Brazil dan Argentina, AS pun mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang Perancis sebagai pembalasan atas pajak layanan digital yang dinilai diskriminatif.

Baca juga : Menkeu Sebut Ganti Eselon ke Kecerdasan Buatan Tidak Butuh APBN

Anggur bersoda, yogurt, dan keju Roquefort Perancis berada di daftar barang yang akan dikenakan pajak. Aksi ini dilakukan setelah laporan dari kantor Perwakilan Dagang AS menemukan perusahaan teknologi AS dikenakan pajak digital.

Pengumuman itu datang hanya beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump akan bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT NATO di London pada hari Selasa.

Pajak Perancis yang diberlakukan awal tahun ini mengenakan retribusi tiga persen pada pendapatan agen sbobet yang diperoleh oleh perusahaan teknologi AS di Perancis.

Pajak tersebut mempengaruhi perusahaan dengan pendapatan global minimal US$830 juta pada aktivitas digital mereka.

Jumlah Orang Kaya China Kalahkan Amerika

Jumlah orang kaya China yang masuk dalam kelompok 10 persen orang terkaya di dunia berhasil menyalip Amerika Serikat (AS). Ini merupakan pertama kalinya jumlah orang kaya China lebih banyak ketimbang orang kaya AS.

Laporan Credit Suisse (CS) menyebutkan China menyumbang 100 juta orang pada jajaran 10 persen orang terkaya agen sbobet di dunia.

Sedangkan, Negeri Paman Sam terpaut tipis di bawah China dengan jumlah orang kaya sebanyak 99 juta orang. Kondisi ini dikarenakan ‘ledakan’ kekayaan orang China.

Baca juga: RI Terima Pinjaman Sejumlah US$500 Juta Dari ADB

Kendati demikian, berdasarkan laporan Credit Suisse, rata-rata kekayaan orang AS lebih tinggi dibandingkan orang China. Yakni, sebesar US$432.365 untuk orang kaya AS, dan US$58.544 untuk rata-rata orang kaya China.

Dengan pertumbuhan orang kaya di China, Credit Suisse menyebut China mampu menggantikan Eropa sebagai mesin utama pertumbuhan kekayaan global. Kekayaan China berhasil tumbuh di tengah perang dagang yang membebani perekonomian negara.

“Kondisi perdagangan dan tingkat utang (China) memang menimbulkan kekhawatiran, tetapi tanda untuk tahun-tahun mendatang cukup positif,” tulis Credit Suisse dalam laporannya.

Laporan ini menyoroti sejauh mana kekayaan global terkonsentrasi di bagian atas. Tercatat 50 persen penduduk dewasa di dunia memiliki kurang dari 1 persen kekayaan global. Di sisi lain, 10 persen orang terkaya menggenggam 82 persen kekayaan. Lalu, 1 persen orang terkaya menguasai hampir setengah dari aset global.

Baca juga: Dana Desa Masih Jadi Tantangan Menurut Ekonom

Untuk berada dalam kategori 1 persen orang terkaya di dunia, membutuhkan aset bersih senilai US$936.400. Sebaran persentase itu menggambarkan ketimpangan kekayaan sejak krisis keuangan 2008.

Sementara, suku bunga rendah dan program pembelian obligasi bank sentral membuat lonjakan aset dari 1 persen pemegang kekayaan dunia. Akan tetapi, sejak 2016, porsi kekayaan yang dimiliki oleh 1 persen orang terkaya tersebut menurun.

“Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ketimpangan kekayaan menurun, bukti yang ada menunjukkan bahwa 2016 mungkin merupakan gambaran untuk masa mendatang,” terang Credit Suisse.

AS-China Sepakati Sebagian Perundingan Perang Dagang

Perundingan perang dagang. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Wakil Presiden China, Liu He, dilaporkan menyepakati sebagian persyaratan dalam perundingan untuk mengakhiri perang dagang. Ada enam prinsip agen sbobet yang disepakati kedua belah pihak.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/10), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan kemungkinan kesepakatan tahap pertama itu bakal diteken bersama dengan perwakilan China di sela-sela pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Chile, pada November mendatang.

“Kami sudah mencapai kesepahaman dalam beberapa masalah mendasar, tetapi tentu saja masih ada hal yang dikerjakan. Kami tidak akan menandatangani perjanjian jika kami tidak bisa mendapatkan dan menyampaikan kepada presiden bahwa semua tercantum di atas kertas,” kata Mnuchin.

Baca juga: Kegiatan Usaha Kuartal III 2019 Tumbuh Melambat

Mnuchin menyatakan Liu dan pemerintah China harus kembali untuk melakukan tugas lain demi memenuhi kesepakatan yang diajukan dalam meja perundingan.

Selain itu, China dilaporkan menaikkan jumlah pembelian hasil pertanian AS hingga US$40 miliar sampai US$50 miliar. Padahal dua tahun lalu, sebelum perang dagang terjadi, China hanya mengimpor hasil pertanian AS sebesar US$19,5 miliar.

Bahkan tahun dewavegas lalu mereka hanya mengimpor hasil agrikultur AS sebesar US$9 miliar.

Terkait persoalan nilai mata uang dan jasa keuangan, Mnuchin menyatakan AS dan China sepakat untuk saling terbuka terhadap pasar mata uang dan kebijakan pasar bebas.

“Kami juga menyetujui soal jasa keuangan dan China membuka pasar mereka untuk jasa keuangan kami. Mata uang menjadi perhatian utama kami, dan kami sepakat untuk saling terbuka terkait pasar valas dan pasar bebas, kami senang akan hal itu,” ujar Mnuchin.

Baca juga: Jokowi Tawarkan Proyek dan Kerjasama Keuangan ke Singapura

Di sisi lain, Trump menyatakan AS dan China sudah sepakat terkait hal hak intelektual.

Sedangkan persoalan terkait syarat transfer teknologi qq338 antara AS dan China sampai saat ini belum mencapai kesepakatan.

Juru Runding dan Perwakilan Kementerian Perdagangan AS, Robert Lighthizer, menyatakan dengan hasil perundingan itu AS memutuskan tidak bakal menaikkan tarif itu pada 15 Desember mendatang.