Kilau Saham Sektor Konsumer Jelang Pergantian Tahun

Ekonomi – Tahun 2019 akan berakhir dalam hitungan hari. Pelaku pasar bersiap menyusun kembali portofolio investasi demi meraup cuan lebih tebal di tahun tikus logam. Direktur investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai pasar saham link alternatif maxbet membaik pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi ini, ia menyebut tidak terlepas dari beberapa katalis positif di tahun mendatang. Dari dalam negeri, misalnya, pesta demokrasi pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah selesai digelar, dan berjalan dengan kondusif sehingga investor kembali meramaikan pasar. Dampaknya baru akan terasa pada 2020 mendatang.

Baca juga : Daftar Tarif Yang Akan Naik Pada 2020

Faktor eksternal pun cenderung memberi warna positf. Perkembangan negosiasi dagang AS-China sepanjang 2019 membuahkan kabar gembira, yakni kesepakatan dagang fase I yang akan ditandatangani awal tahun.

Beberapa pokok kesepakatan dua negara adalah AS menangguhkan tambahan tarif impor atas produk China senilai US$160 miliar yang sejatinya mulai berlaku pada pertengahan Desember 2019 lalu.

AS juga sepakat menurunkan tarif impor dari 15 persen menjadi 7,5 persen terhadap produk China senilai US$120 miliar. Sebagai balasan, Kementerian Keuangan China mengatakan akan menyeret turun tarif impor lebih dari 850 produk AS per 1 Januari 2020.

“Tetapi awal tahun agak konsolidasi. Sebab, IHSG sudah reli akhir tahun karena window dressing,” katanya.

Di tengah harapan baru itu, Hans meramalkan sektor konsumer menjadi sektor paling kinclong di awal 2020. Sejalan dengan perbaikan ekonomi global, ia meyakini ekonomi situs judi online Indonesia turut bangkit.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 5,3 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, yaitu 5,08 persen.

Lewat perbaikan itu, Hans meyakini konsumsi masyarakat turut menguat. “Konsumsi masyarakat adalah faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Baca juga : China Bakal Guyur Dana ke Bank Untuk Kerek Penyaluran Kredit

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01 persen secara tahunan pada kuartal III 2019. Kontribusinya mencapai 56,52 persen ke pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data tersebut, tidak heran jika Hans meramalkan sektor konsumer akan kinclong pada awal 2020. Secara spesifik, ia merekomendasikan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Hans menambahkan rencana pemecahan nilai nominal saham alias stock split Unilever akan menjadi penopang kinerja saham dengan kode UNVR tersebut. Sesuai jadwal, Unilever akan melakukan stock split dengan rasio 1:5 pada Kamis 2 Januari 2020 nanti.

Pelantikan Jokowi Beri Berkah Terhadap Saham Sektor Konstruksi

Pelantikan Jokowi beri berkah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024. Upacara pelantikan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Minggu (20/10) terpantau berjalan lancar.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai pelantikan Jokowi-Ma’ruf bisa menjadi katalis positif di pasar ekuitas maxbet. Pasalnya, pelantikan makin memberikan kepastian atas kondisi politik dan ekonomi Indonesia saat ini.

Ia memprediksi pasar cenderung bergerak lebih stabil usai pelantikan ini. Bahkan, sambung dia, sambutan positif pelaku pasar sudah tampak sejak sepekan sebelum pelantikan.

Baca juga: Menaker Pastikan Kenaikan UMP Ditentukan Sesuai Aturan

Kondisi ini tercermin dari pergerakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat sebesar 1,41 persen dari level 6.105 menjadi 6.191.

“Artinya ini melihat mereka sudah mulai inisiatif lebih dulu dengan ekspektasi pelantikan akan jalan dengan baik,” katanya.

Agak berbeda dengan Alfred, pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo mengatakan sentimen global masih mendominasi pasar ekuitas. Meluasnya perang dagang akan menambah ketidakpastian di pasar setelah sebelumnya AS juga masih bersitegang dengan China.

Tak hanya itu, ia bilang penguatan dolar AS juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Sepanjang pekan lalu, rupiah melemah tipis sebesar 0,04 persen ke posisi Rp14.145 per dolar AS.

Pelantikan Jokowi Beri Berkah Terhadap Saham Sektor Konstruksi

Ia meramalkan IHSG hanya mampu menguat terbatas di bawah tekanan sentimen global dewavegas. “Jadi dua sentimen negatif dibandingkan dengan satu sentimen positif yaitu pelantikan sendiri masih terbatas karena ada sentimen lain jadi indeks cenderung menguat terbatas,” tuturnya.

Di tengah stabilitas pasar usai pelantikan, Alfred merekomendasikan untuk mengoleksi saham sektor infrastruktur dan konstruksi. Ini sejalan dengan salah satu strategi pembangunan Jokowi dalam lima tahun mendatang, mendorong kembali pembangunan infrastruktur.

Berbeda dengan periode pertama, kepala negara bilang pembangunan infrastruktur akan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mmpermudah akses ke kawasan wisata, sehingga mampu mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

“Kemungkinan sektor infrastruktur dan konstruksi relatif cukup bagus, melalui berlanjutnya program infrastruktur,” tuturnya.

Baca juga: Sentimen Brexit Buat Harga Emas Dunia dan Antam Beda Arah

Dari sektor infrastruktur ia merekomendasikan saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Sedangkan, dari sektor konstruksi ia merekomendasikan sahan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Selain kelanjutan pembangunan infrastruktur, ia menuturkan saham Telkom mendapat sentimen positif dari peresmian proyek infrastruktur ‘langit’ yaitu Palapa Ring pada Senin (14/10). Dalam jangka panjang, Alfred meyakini Palapa Ring akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan pelat merah qq338 itu.

Melalui Palapa Ring, Telkom bisa memperluas akses jaringannya. Menurut informasi dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI), Telkom tengah dalam proses uji coba Palapa Ring bersama PT. Primacom Interbuana.