Ekspor dan Impor China Rontok Digerogoti Covid-19

Ekonomi – Kinerja ekspor dan impor China pada Mei 2020 anjlok karena perlambatan ekonomi negara-negara di seluruh dunia akibat pandemi virus corona (covid-19).

Biro Statistik China melansir ekspor 918kiss sektor manufaktur pembangkit listrik turun 3,3 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini lebih baik daripada prediksi jajak pendapat para analis Bloomberg yang mencapai 6,5 persen. Diperkirakan angka ini naik karena lonjakan dari ekspor medis.

Baca juga : Ekspansi Pabrik China Melambat Pada Mei 2020

Sementara itu, penurunan signifikan terjadi pada impor China. Data bea cukai menyebut penurunan impor China sebesar 16,7 persen. Angka ini memburuk dibandingkan sebesar 14,2 persen pada April lalu. Angka itu juga jauh lebih tinggi ketimbang perkiraan analis sebesar 7,8 persen.

Pengamat menilai penurunan tajam ini terjadi karena China sempat menutup seluruh aktivitas ekonomi 3win8 pada Februari lalu untuk mencegah penyebaran virus corona.

Saat covid-19 mulai terkendali dan China mulai membuka aktivitas ekonomi, sejumlah negara justru menerapkan lockdown (penguncian wilayah). Walhasil, pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia melambat, permintaan pada produk China pun menurun.

“Pertumbuhan ekspor rebound pada Maret dan April, bahkan ketika lockdown mulai berlaku di luar negeri, karena tumpukan pesanan yang menumpuk sementara pabrik-pabrik China tutup pada Februari,” kata Julian Evans-Pritchard of Capital Economics dalam sebuah laporan baru-baru ini, dikutip dari AFP, Minggu (7/6).

Baca juga : Garuda Indonesia Rumahkan 8000 Karyawan Kontrak

Berdasarkan Purchasing Managers Index (MI), tolak ukur aktivitas pabrik di China, masih menunjukkan tren penurunan tajam dalam ekspor.

Untuk mengatasi situasi ini, kota-kota damacai di China menerapkan langkah untuk meningkatkan permintaan lokal. Menurut kantor berita Xinhua, ibu kota China, Beijing, menawarkan kupon senilai 12,2 miliar yuan atau sekitar Rp24 triliun untuk memacu konsumsi.

Di sisi lain, surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat (AS) naik 3,7 persen jika dibandingkan tahun lalu menjadi US$27,9 miliar pada Mei.

Ekspansi Pabrik China Melambat pada Mei 2020

Ekonomi – Ekspansi aktivitas pabrik China melambat pada Mei 2020. Kondisi itu tak lepas dari pandemi virus corona (covid-19) yang menghantam perekonomian global.

Perlambatan ekspansi 918kiss tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang merosot. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) China, PMI China tercatat 50,6 poin pada Mei. Angka itu turun tipis dari April, 50,8 poin, dan 52 poin pada Maret 2020.

Baca juga : Garuda Indonesia Rumahkan 8000 Karyawan Kontrak

Sebagai catatan, indeks di atas 50 mengindikasikan terjadinya ekspansi aktivitas industri. Sebaliknya, 50 ke bawah menjadi indikator kontraksi.

“Situasi epidemi dan ekonomi global masih parah dan kompleks, dan permintaan pasar luar negeri tengah merosot,” ujar Ahli Statistik Senior NBS Zhai Qinghe dikutip dari AFP, Minggu (31/5).

Zhao mengungkapkan indeks pesanan 3win8 baru ekspor dan impor masih berada di level rendah.

Memang, pemulihan ekonomi masih berlangsung dan terus membaik. Namun, kata dia, ada kelemahan pada beberapa industri seperti tekstil dan apparel.

Sementara itu, PMI untuk sektor non-manufaktur naik tipis dari April menjadi 53,6. Perbaikan itu dipicu oleh sektor jasa dan konstruksi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Kendati demikian, aktivitas bisnis pada sektor budaya, olah raga dan hiburan masih rendah mengingat banyak lokasi hiburan damacai yang ditutup untuk mencegah gelombang kedua penyebaran virus corona.

Baca juga : Mensos Rinci Bansos dan BLT Jokowi

“Dengan proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sebesar 15 persen secara tahunan untuk negara maju di Eropa dan Amerika, ekspor China sepertinya harus siap merosot,” tulis laporan analis Nomura.

Nomura menambahkan dorongan dari peningkatan permintaan kebutuhan kesehatan joker123 terkait virus corona pada beberapa minggu terakhir juga tidak mampu mengimbangi tantangan eksternal.

Selain itu, ekspor alat kesehatan juga diprediksi tidak akan berkelanjutan karena banyak negara yang mulai memproduksi sendiri di tengah meningkatkan jumlah kasus.

Inflasi China Naik Karena Virus Corona

Bisnis – Inflasi atau yang disebut dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). China saat ini tengah merasakan inflasi yang membengkak akibat wabah virus corona tak kunjung selesai. Tingkat inflasi tersebut mencapai ke level yang paling tinggi dalam depalan tahun terakhir karena masyarakat scr888 menimbun makanan.

Biro Statistik negara tirai bambu tersebut menyatakan bahwa tingkat inflasi melampaui ekspektasi. Momentum ditengah tahun baru imlek perjuangan China untuk melawan ekonomi domestik pun menjadi melambat. Harga makanan melonjak hingga naik menjadi 20,6 persen.

Baca Juga : Ekonom Indonesia Mengatakan Virus Corona Memperlambat Bisnis Pariwisata

Inflasi tersebut meroket ke 5,4 persen di bulan yang lalu, naik tinggi dibandingkan Desember 2019 sebesar 4,5 persen. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan harga sayuran segar, buah-buahan dan juga daging babi melonjak naik.

Padahal saat survei Bloomberg sebelumnya telah memperkirakan inflasi bulanan pada Januari 2020 sekitar 4,9 persen saja. Kenyataan yang terjadi dilapangan tidak sesuai dengan ekspetasi karena wabah virus corona yang tak kunjung usai. Bukan hanya itu, kenaikan angka jumlah orang yang terinfeksi juga sangat mengejutkan sekali.

Pasalnya saat ini kasus corona tembus hingga 40ribu jiwa, dan 908 dinyatakan telah meninggal dunia. Karena hal tersebut masyarakat di China cenderung menimbun makanan dan pasokan lainnya saat situasi yang sangat mencekam ini. Penimbunan makanan pastinya akan menaikkan harga barang.

Kepala penelitian UOB Suan Teck Kin menyebutkan bahwa, meskipun harga barang dan pangan cenderung turun setelah imlek. Namun tren nya akan menanjak karena gangguan rantai pasokan. Beberapa pasokan makanan mungkin rusak sebelum dikirim ke kota-kota besar, karena gangguan transportasi. Kebijakan pemerintah mengunci akses satu kota dengan kota lainnya.

Baca Juga : Virus Corona Ditaksir Rugikan Ekonomi China $62 Miliar US

Ditambah lagi tahun lalu ternak babi di China terganggu, pasalnya karena terkena serangan flu babi Afrika. Hal tersebut menyebabkan pasokan menjadi langka dan harga melonjak drastis mulai pada Desember 2019. Namun pada bulan lalu harga daging babi kembali melonjak hingga 116 persen, dibandingkan tahun sebelumnya hanya 97 persen saja.

Disisi lainnya, indeks harga produsen cuma naik sekitar 0,1 persen saja. Indeks tersebut jatuh 0,5 persen bila dibandingkan dengan bulan desember 2019 lalu. Analisis memperkirakan bulan berikutnya, harga pabrik pastinya akan terpukul. Ekonom Senior Capital Economics, Julian Evans-Pritchard menyatakan virus corona berdampak kecil login live22 pada harga produsen.

Virus Corona Ditaksir Rugikan Ekonomi China $62 Miliar US

Ekonomi – Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan dikabarkan karena bocornya laboratorium biologi di kota tersebut, saat ini telah menghilangkan lebih dari 200 nyawa manusia. Diluar dari pada itu, perekonomian di berbagai negara juga bergejolak akibat dari kejadian yang menimpa scr888 negeri tirai bambu.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima dampak dari virus tersebut mulai dari faktor ekonomi, dan sumber daya manusia. Di kota batam telah terdeteksi 2 orang yang terkena virus corona, namun secara cepat medis dari rumah sakit terdekat telah melakukan isolasi dan juga penanganan begitu cepat.

Baca Juga : Ekonom Indonesia Mengatakan Virus Corona Memperlambat Bisnis Pariwisata

Perekonomian China saat ini menurun drastis akibar wabah virus tersebut. Dua poin persentase dari kisaran 4 persen kuartal I 2020 setara dengan $62 miliar US. Salah satu ekonom asalh Chinese Academy of Social Sciences Zhang Ming, menilai rebaknya virus tersebut membawa resiko pada kenaikan angka pengangguran.

Terlerbih dari pada itu maraknya kenaikan harga barang juga pasti akan terjadi, karena proses pemulihan kembali perekonomian China. Terlebih dari industri di China juga sudah dibawah tekanan perlambatan ekonomi akibat dari hal tersebut. Begitu juga para pekerja yang berada di kota tersebut pastinya akan kesulitan mencari pekerjaan.

Para pekerja migran terutama yang berada di pedesaan akan merasakan dampak sulitnya mendapatkan pekerjaan di kota. Setelah libur imlek berakhir pekan depan pastinya para pekerja konstruksi, buruh, maupun pelayan restoran akan kehilangan mata pencahariannya. Diskriminasi untuk mendapatkan pekerjaan juga akan dihadapi oleh hampir 10juta pekerja migran dari kota wuhan.

Baca Juga : Tarif Tol Dalam Kota Akan Segera Naik

Sementara itu para konsultan Nomura telah memperkirakan perlambatan ekonomi tersebut bisa lebih buruk yaitu lebih dari dua poin persentase. Karena upaya pemerintah setempat yang menahan penyebaran virus tersebut dengan memperpanjang cuty libur imlek, sangat mengganggu industri manufaktur rantai pasok global china.

Pemerintahan pusat dan lokal dari China juga telah mengalokasikan kucuran dana sebesar $12,6 miliar US. Hal tersebut dipergunakan untuk peralatan yang digunakan oleh team medis dan juga layanan kesehatan. Begitu juga terhadap Bank yang memangkas suku bunga untuk usaha kecil atau live22 indonesia perseorangan di daerah yang terdampak virus tersebut.

Bank di China juga telah mengizinkan warga Wuhan jika menunda pembayaran cicilan mereka karena kehilangan pekerjaan. Kebijakan tersebut juga diberlakukan oleh pemerintahan setempat bagi warga yang berada di Provinsi Hubei secara keseluruhan. Bank Central China juga menjamin kesediaan likuiditas di pasar keuangan pada saat kembali buka pada senin (3/2/2020).

Ekonom Indonesia Mengatakan Virus Corona Memperlambat Bisnis Pariwisata

Ekonomi – PT Bank  Mandiri (PERSERO) menyatakan bahwa virus corona yang tak kunjung selesai membuat dampak negatif bagi bisnis pariwisata. Secara global khususnya negara yang sangat berdekatan dengan China menjadi salah satunya, akibat dari hal tersebut akan menunda perjalanan ke dari dan ke China.

Pada akhirnya masyarakat dunia terutama wilayah yang terdekat dengan negara China, akan mulai tidak percaya diri untuk melakukan traveling. Hal ini akan sangat berdampak sekali bagi bisnis pariwisata tertuma pada bidang travel, seperti pesawat, hotel dan lain lain. Ungkap Chief Economist Bank SCR888 Mandiri Andry Asmoro.

Baca Juga : Tarif Tol Dalam Kota Akan Segera Naik

Diketahui beberapa negara seperti Inggris telah mengeluarkan peringatan, kementerian Inggris membuat travel warning kepada seluruh penduduknya yang ingin berpergian. Sementara itu pemerintah China juga mengisolasi para penduduk Wuhan akibat virus corona.

Andry mengaku belum bisa membuat ramalan secara spesifik, seberapa parah dampak yang ditimbulkan dari penyebaran virus tersebut. Perekonomian cina juga mendapatkan sentimen negatif, hal ini harus diperhatikan dan juga mendapatkan penanganan selama 1 sampai 2 bulan kedepan.

Jika tidak ada penangan yang menyeluruh bisa berdampak negatif juga bagi Indonesia sendiri, harapan dari ekonom Bank Mandiri tersebut agar hal ini bisa lebih cepat diatasai secara menyeluruh. Agar orang dapat berpergian lagi sehingga bisnis di tanah air pun dapat lancar.

Secara keseluruhan saat ini ekonomi Indonesia dapat diperkirakan tumbah 5,1 persen selama 1 tahun kedepan. Namun jika hal ini ‘virus corona’ tidak ditangani secara cepat dan juga signifikan kemungkinan terjadi akan menurun sampai pada angka 4,75 persen pada pertumbuhan ekonomi kita sendiri.

Baca Juga : BRI Telah Siapkan Rp.5 Triliun Untuk Modali Anak Usaha

Saat ini Bank Mandiri telah meramalkan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik mencapai angka 5,06 persen pada tahun 2019. Hal tersebut karena adanya dukungan dari kenaikan sejumlah harga pada konsumsi rumah tangga dan juga komoditas.

Harapan terbaik dari bangsa Indonesia pastinya virus tersebut dapat diatasi sebaik mungkin dalam kurung waktu yang di minimalisir juga, sehingga aktifias antar negara seperti perdagangan internasional dapat berjalan lancar. Kebutuhan pendapatan daerah juga terjadi penurunan sangat drastis, saat ini beberapa tempat wisata yang biasanya mendapat kunjungan seperti Bali mencapai di angka sekitar 1,8 juta orang sekarang hanya 400 orang saja perbulannya.

Data Ekonomi China Akan Bebani IHSG Pada Awal Pekan

Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal berbalik arah melemah pada perdagangan Senin (20/1). Perlambatan ekonomi China yang diramal ikut membebani perdagangan saham di dalam negeri akan membebani pergerakan indeks.

Pemerintah China melaporkan ekonominya hanya tumbuh 6,1 persen sepanjang 2019. Realisasi joker123 merupakan yang terendah dalam 29 tahun terakhir.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Nugroho R Fitriyanto menyatakan potensi pelemahan juga terlihat secara teknikal. Ia memprediksi IHSG hanya bergerak dalam rentang support 6.253-6.272 resistance 6.306-6.321.

Baca juga : Laju Ekonomi China Terendah Sejak 1990

“Potensi pelemahan semakin besar di mana jarak stochastic fast semakin berada di bawah stochastic slow setelah membentuk death cross,” ungkap Nugroho seperti dikutip dari risetnya awal pekan ini.

Meski diramalkan melemah, Nugroho menyatakan pelaku pasar tetap bisa mengoleksi sejumlah saham tertentu. Ia merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sementara, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengungkapkan IHSG akan berada dalam rentang konsolidasi. Ini artinya, indeks akan bergerak stagnan atau sedang mencari pergerakan arah baru.

Fase konsolidasi biasanya terjadi setelah indeks berada dalam tren kenaikan atau pelemahan secara terus-menerus. Setelah jenuh, IHSG akan mencari tren baru sbobetuk.

“IHSG saat ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah gejolak pasar global maupun regional,” kata William melalui risetnya.

Kendati begitu, William melihat IHSG berpeluang ditutup di teritori positif hari ini. Kalau memang sempat melemah di tengah perdagangan, ia menyarankan pelaku pasar melakukan akumulasi beli atau melakukan transaksi beli secara bertahap.

Baca juga : AS dan China Resmi Teken Kesepakatan Damai Dagang Fase I

“Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan rentang 6.202-6.378,” jelas William.

Beberapa saham yang bisa dibeli hari ini, kata William, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu menguat tipis 0,27 persen dari 6.274 menjadi 6.291. Sementara, nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 0,32 persen dari Rp7.238 triliun menjadi Rp7.262 triliun.

Laju Ekonomi China Terendah Sejak 1990

Ekonomi – China mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen sepanjang 2019. Realisasi tersebut terendah sejak 1990 atau 29 tahun terakhir.

Dilansir dari CNN, Jumat (17/1), Biro Statistik Nasional China (NBS) mencatat laju ekonomi China tahun lalu melambat dibandingkan 2018, 6,6 persen. Namun, angka tersebut masih sesuai ekspektasi.

Khusus kuartal IV 2019, perekonomian China tumbuh 6 persen atau sama dengan laju kuartal sebelumnya.

Baca juga : AS dan China Resmi Teken Kesepakatan Damai Dagang Fase I

China saat ini memang menghadapi sejumlah persoalan ekonomi mulai dari meningkatnya tingkat utang, melemahnya permintaan domestik dan imbas dari perang dagang dengan AS.

Tensi perang dagang mulai mereda setelah AS dan China menandatangani kesepakatan perdagangan fase I pada pekan ini. Penandatangan tersebut diyakini akan mengurangi ketegangan meski untuk jangka pendek.

Kepala Badan Statistik Nasional China Ning Jizhe menilai kesepakatan awal itu akan mengerek optimisme pasar maxbet338 terhadap laju ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Ia menambahkan kesepakatan tersebut akan mempererat hubungan ekonomi antara China dan AS. Sebagai catatan, melalui kesepakatan tersebut, China menyetujui untuk membeli beragam produk impor AS senilai ratusan miliar dolar AS.

Sebaliknya, AS juga menunda pengenaan sejumlah tarif pada tarif impor China, terutama pada barang elektronik. Sedianya, tarif impor itu akan dikenakan pada Desember 2019.

Melihat hal itu, Ning memperkirakan perekonomian China akan stabil pada tahun ini. Terlebih, China akan mengambil langkah yang diperlukan jika menghadapi tekanan perlambatan, di luar stimulus yang sudah dijalankan.

Pada Rabu (15/1) lalu, Wakil Perdana Menteri China Liu He menyampaikan rasa optimismenya terhadap perekonomian China. Pernyataan itu ia sampaikan di sela penandatangan kesepakatan dengan AS di Washington, AS.

Liu He juga menyatakan China, saat ini, mengurangi ketergantungan pada utang dan terus meningkatkan perekonomiannya dengan inovasi.

Analis menilai kesepakatan perdagangan itu akan menambah kepercayaan pasar. Sinyal itu telah disampaikan oleh Lembaga Pemeringkat Fitch Ratings dengan mengerek proyeksi pertumbuhan ekonomi China tahun ini dari 5,7 persen menjadi 5,9 persen.

Baca juga : AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepakatan Dagang II

Jeffrey Halley, analis pasar senior untuk Asia Pasific Oanda, juga memperkirakan ekonomi China mulai bangkit tahun ini. Proyeksi itu berdasarkan data penjualan ritel China pada Desember lalu yang di atas ekspektasi pasar.

Kendati demikian, analis Capital Economics menilai masih terlalu dini untuk menganggap perekonomian joker188 China akan kembali melaju kencang.

“Kami pikir masih terlalu dini untuk menganggap (kinerja ekonomi 2019) sebagai titik terendah pada siklus ekonomi saat ini meski ada peningkatan kegiatan ekonomi baru-baru ini,” ujar Capital Economics dalam risetnya yang dilansir dari CNN.

Dalam riset tersebut, CE menilai penandatangan kesepakatan dagang tak akan mampu mengimbangi dampak dari perlambatan pertumbuhan permintaan domestik.

AS dan China Resmi Teken Kesepakatan Damai Dagang Fase I

Setelah sekitar dua tahun berperang, Amerika Serikat dan China akhirnya meneken kesepakatan damai dagang fase pertama pada Rabu (15/1).

Presiden AS, Donald Trump, dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, menandatangani kesepakatan damai dagang itu dalam pertemuan di Gedung Putih.

Sebagaimana dilansir AFP, dalam salah satu poin dalam kesepakatan itu, China sepakat membeli barang dari AS senilai setidaknya US$200 miliar.

Baca juga : AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepakatan Dagang II

Kesepakatan itu tambahan US$32 miliar untuk pembelian produk pertanian dan makanan laut, hampir US$78 miliar untuk barang-barang pabrik seperti pesawat, mesin, dan baja, juga US$52 miliar untuk produk energi.

Untuk mencapai nilai kesepakatan judi online itu, China dan AS memasang target setiap tahun. Untuk produk pabrik, misalnya, China harus mencapai target pembelian US$32,9 di tahun pertama dan US$44,8 miliar di tahun selanjutnya.

Sementara itu, di pos agrikultur, target yang dipasang senilai US$12,5 miliar di tahun pertama dan dilanjutkan dengan US$19,5 miliar.

Di sektor energi, target tahun pertama dipatok US$18,5 miliar, dan selanjutnya US$33,9 miliar. Pada sektor layanan, target dipasang US$12,8 miliar dan US$25,1.

Meski kesepakatan fase I ini sudah diteken, AS akan tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga ada perjanjian fase II.

Namun, AS setuju untuk menangguhkan tarif pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

Kesepakatan fase I ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik setelah kedua negara terlibat perang dagang yang juga menyeret perekonomian global.

Berdasarkan data terbaru login joker123, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Preside Donald Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama Washington.

AS Tetap Pungut Tarif Dari China Hingga Kesepatakan Dagang II

Ekonomi – Amerika Serikat (AS) tetap mengenakan tarif atas barang impor dari China hingga kesepakatan perdagangan fase II tercapai. Hal itu diungkap oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa (14/1), sehari sebelum kedua negara menandatangani kesepakatan fase I.

Presiden AS Donald Trump, sambung Mnuchin, akan mempertimbangkan pelonggaran tarif jika kedua negara segera menyelesaikan perjanjian lanjutan.

Baca juga : Harga Minyak Indonesia Naik ke US$67,18 per Barel

“Jika presiden (Trump) mendapatkan (kesepakatan perdagangan) fase 2 dengan cepat, dia akan mempertimbangkan untuk melepaskan tarif sebagai bagian dari fase 2,” kata Mnuchin.

Sebagai catatan, setelah tercapai kesepakatan fase I tercapai, AS setuju untuk menangguhkan tarif situs judi online pada sejumlah produk elektronik senilai US$160 miliar dolar AS. Sedianya, tarif tersebut berlaku pada 15 Desember 2019 lalu.

Rencananya, Trump akan meneken kesepakatan perdagangan fase I dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Gedung Putih pada Rabu (15/1) pukul 11.30 pagi, waktu setempat.

Komentar Mnuchin membuat pasar khawatir tentang kesepakatan perdagangan kedua negara. Sebab, seperti laporan Bloomberg yang dilansir oleh Antara, tarif AS masih tetap berlaku sampai Pilpres AS November 2020. Imbasnya, saham di bursa AS tertekan.

Sebagai catatan, perang dagang antara kedua negara telah menyeret perekonomian global. Data terbaru, pengaruh negatif perang dagang terhadap daya saing dan industri manufaktur Amerika lebih dalam dan lama dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Baca juga : Total Penyerapan Tenaga Kerja AS 2019 Melambat

Perusahaan AS tercatat telah membayar tarif US$46 miliar sejak Trump mulai merestrukturisasi hubungan dengan hampir semua mitra dagang utama indomaxbet Washington.

Rencananya, semua poin kesepakatan perdagangan fase I akan dipublikasikan pada Rabu (15/1), waktu setempat, kecuali lampiran terkait rincian produk dan jasa AS yang akan dibeli oleh China.

“Tidak ada perjanjian lisan atau tertulis lainnya antara Amerika Serikat dan China tentang masalah ini, dan tidak ada kesepakatan untuk pengurangan tarif di masa depan. Setiap rumor yang bertentangan pasti salah,” ujar Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer dalam pernyataan bersama.

China Bakal Guyur Dana ke Bank Untuk Kerek Penyaluran Kredit

China bakal guyur dana ke bank untuk kerek penyaluran kredit. Perdana Menteri China Li Keqiang memberikan sinyal akan menyuntikkan lebih banyak uang ke sistem perbankan. Hal itu dilakukan untuk mengerek penyaluran kredit usaha kecil, sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat laju ekonomi.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Xinhua yang dilansir dari AFP, Selasa (24/12), suntikan dana maxbet itu akan diberikan melalui pemangkasan giro wajib minimum perbankan. Dengan pemangkasan tersebut bank akan memiliki lebih banyak dana untuk disalurkan sebagai pinjaman.

Baca juga : Jokowi Resmikan Program B30 Ditemani Ahok

Pernyataan itu disampaikan Li Saat mengunjungi sebuah bank di Chengdu, provinsi Sichuan, China.

Li mengaku menaruh perhatian pada pembiayaan usaha mikro dan kecil. Karenanya, pemerintah akan mencari cara untuk mendukung bank berskala kecil dan medium.

China, sambung Li, akan mengkaji pemangkasan giro wajib minimum dan pemangkasan suku bunga untuk mengurangi kesulitan dan tingginya biaya secara signifikan.

Ekonomi China menghadapi tantangan berat tahun ini di mana lajunya merupakan yang terendah selama tiga dekade yang terakhir situs judi online.

Perlambatan itu tidak lepas dari berlarutnya perang dagang dengan AS dan melemahnya permintaan global.

Bulan ini, China-AS telah menyetujui kesepakatan perdagangan mini yang meredakan tensi perdagangan kedua negara. Kesepakatan tersebut diharapkan bisa membantu mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu.

Baca juga : Saham Sektor Energi Paling Anjlok di AS Sepanjang 2019

Pada awal pekan ini, pemerintah China menyatakan bakal memangkas tarif impor untuk 850 produk mulai Januari 2020, beberapa di antaranya babi, keju, farmasi, dan komponen telepon pintar.

Sejumlah analis memperkirakan pemerintah China akan berupaya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agen sbobet tahun depan. Hal itu salah satunya dilakukan dengan relaksasi moneter secara moderat.

Pada Oktober lalu, bank sentral China telah memangkas giro wajib minimum perbankan. Kebijakan itu menyuntikkan dana sebesar US$126 miliar ke perbankan untuk mendorong kredit usaha kecil dan menengah.