Rupiah Naik Terdorong Data Ekonomi AS

Rupiah naik terdorong data ekonomi AS. Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.094 per dolar AS pada Kamis (5/12) pagi. Posisi tersebut menguat 0,08 persen dibanding Rabu (4/12) yang berada di Rp14.120 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (4/12).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea terpantau menguat 0,50 persen, peso Filipina 0,25 persen, dan dolar Taiwan serta ringgit Malaysia menguat 0,05 persen, dolar Singapura juga menguat tipis 0,03 persen.

Baca juga : AS Ancam Kenakan Tarif Impor Baja Asal Brasil dan Argentina

Pelemahan hanya dialami yen Jepang sebesar 0,05 persen, dan bath Thailand sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan euro sama-sama menguat 0,03 persen, diikuti oleh dolar Kanada sebesar 0,11 persen.

Pelemahan hanya terjadi pada dolar Australia sebesar 0,11 persen terhadap dolar AS. Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan nilai rupiah disebabkan oleh sentimen kesepakatan situs judi online AS dan China yang dikabarkan mulai mereda.

“Ada potensi penguatan rupiah hari ini karena ada sumber yang dikutip Bloomberg mengatakan bahwa negosiasi masih berlangsung, meski ada keterangan politik akibat dirilisnya UU Hong Kong dan RUU Xinjiang oleh AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan negosiasi kini dalam tahap membicarakan berapa jumlah tarif yang dapat dihapus. Dengan demikian, pasar mulai optimis bahwa kesepakatan fase 1 antara kedua negara diperkirakan sudah dekat.

Baca juga : Ekspor Ikan Hias Berpotensi Anjlok 20 Persen Tahun Ini

Selain itu, Ariston menjelaskan bahwa penguatan rupiah juga dibantu oleh rilis data Tenaga Kerja Non Farm Payroll versi ADP dan Data Indeks non manufaktur versi ISM yang dibawah ekspektasi.

“Kedua data AS ini melemahkan dollar AS,” ucapnya.

Namun demikian, Ariston merasa pasar masih mewaspadai perkembangan negosiasi dagang sbobetuk ini. Menurutnya, pernyataan yang negatif dapat membalikkan situasi.

Lebih lanjut, Ariston mengatakan rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS.

Komentar Trump Buat Rupiah Keok

Komentar Trump buat rupiah keok. Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.104 per dolar AS atau sebesar 0,06 persen pada perdagangan pasar spot, Kamis (21/11) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp14.094 per dolar AS pada penutupan pasar Rabu (20/11).

Pagi hari ini, mayoritas mata uang agen maxbet di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau won Korea melemah 0,51 persen, ringgit Malaysia 0,25 persen, dolar Turki 0,05 persen serta dolar Singapura 0,03 persen.

Baca juga : Sentimen AS-China Kerek Rupiah Pagi Ini

Selanjutnya, peso Filipina terpantau melemah 0,10 persen, bath Thailand dan dolar Hong Kong juga melemah dengan 0,01 persen. Hanya yen Jepang yang terpantau menguat 0,2 persen.

Kemudian di negara maju situs judi online, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris dan Euro terpantau menguat dengan nilai masing-masing 0,03 persen, sementara dolar Australia dan dolar Kanada melemah dengan masing-masing nilai sebesar 0,11 dan 0,19 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah masih disebabkan kemunduran dalam negosiasi dagang antara AS dan China.

“Semalam Trump (Presiden AS Donald Trump) memberikan komentar negatif bahwa China tidak selaras dengannya dalam negosiasi,” kata Ariston saat dihubungi.

Baca juga : ISEF 2019 Catat Transaksi Bisnis Rp22,63 Triliun

Menurut Ariston, kemungkinan China akan merespon dengan menginginkan penghapusan tarif impor yang lebih besar. Selain itu, lanjut Ariston, lolosnya RUU Hong Kong di Senat dan DPR AS juga meningkatkan sentimen negatif dan menambah ketegangan AS dan China.

“Pasar masih menunggu Presiden Trump, apakah RUU ini akan ditandatangani atau ditolak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat kemungkinan rupiah sbobetuk akan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.120 per dolar AS pada hari ini.