Jokowi Tawarkan Proyek dan Kerja Sama Keuangan ke Singapura

Proyek dan kerja sama keuangan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama pendanaan proyek infrastruktur kepada Pemerintah Singapura. Proyek yang dimaksud di antaranya, kereta api Makassar-Parepare dan pembangunan bandara di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah Indonesia dan Singapura juga sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral. Perpanjangan kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Hijau dan Merah Semakin Mahal

Intinya, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang menguntungkan kedua negara melalui pertemuan tahunan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, Selasa (8/10).

“Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, diantaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo,” kata Jokowi dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan dalam pertemuan tahunan ini, sejumlah kesepakatan berhasil dicapai kedua negara. Pertama, RI dan Singapura sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral. Perpanjang kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

Kedua, kesepakatan mengenai Framework for Negotiation of FIR Realignment, yang ditandatangani 12 September 2019 lalu.

Ketiga, Jokowi menyambut baik tindak lanjut kesepakatan yang dicapai dalam Leaders Retreat tahun lalu. Perkembangan tersebut antara lain, proyek Kendal Industrial Park dan Nongsa Digital Park.

“Dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam,” ujarnya.

Baca juga: BUMN Harus Siap Rugi

Jokowi menyatakan kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional. Bentuk kerja sama tersebut antara lain pengoperasian politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Disamping itu, kedua negara juga sepakat untuk mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, serta regional innovation hub.

“Terima kasih Perdana Menteri Lee, mari kita bekerja sama untuk kemakmuran dua negara dan masyarakat kita,” tuturnya.

RI-Argentina Ingin Gandakan Nilai Perdagangan

Ekonomi – Indonesia dan Argentina ingin melipat gandakan nilai perdagangan kedua negara pada 2021 mendatang. Salah satu cara untuk mencapai tujuan itu, kedua negara membentuk Working Group on Trade and Investment (WGTI) atau tim kerja yang membahas isu-isu perdagangan dan investasi yang potensial.

Duta Besar RI untuk Argentina merangkap Paraguay, dan Uruguay Niniek Kun Naryatie mengatakan nilai transaksi perdagangan antara RI dengan Argentina pada tahun lalu mencapai US$1,6 miliar.

Baca juga: Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu di G20

Nilai perdagangan ini merupakan terbesar transaksi ketiga terbesar di antara negara-negara Amerika Latin, setelah Brasil dan Meksiko. Namun, sayangnya, RI yang defisit terhadap Argentina. “Argentina surplus,” katanya.

Pada tahun lalu, defisit dagang RI terhadap Argentina sebesar US$1,2 miliar. Karenanya, RI akan mendorong ekspor ke Argentina. Melalui working group Karyanto melanjutkan produk-produk RI yang berpotensi di ekspor ke Argentina akan diidentifikasi.

Adapun, beberapa produk Indonesia yang dinilai potensial untuk dikirim ke Argentina meliputi suku cadang (spare part), produk otomotif, alas kaki, produk-produk karet, produk kimia, dan lainnya.

Baca juga: China Siap Balas Ancaman Tarif Baru AS

Sementara Indonesia banyak mengimpor produk pakan ternak dari bungkil kedelai dari Argentina.

Dalam jangka panjang, pemerintah berharap Indonesia dan Argentina bisa menjalin kerja sama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Namun, FTA ini harus melalui Mercosur atau organisasi negaa-negara America Latin, di mana Argentina masuk di dalamnya.

Sementara itu, Duta Besar Argentina untuk Indonesia Ricardo L Bocalandro menyambut baik kerja sama ini. Working Group merupakan upaya dua negaara untuk mengekplorasi potensi baru dalam perdagangan bilateral.

Baca juga: Anggaran Kemensos Sudah Terpakai 47 Persen

Tim kerja ini bertujuan untuk membahas bersama semua elemen yang potensial dalam hubungan perdagangan sekaligus untuk mengatasi permasalahan, pertanyaan, dan bertukar pengetahuan serta apa pun yang diperlukan untuk mendorong perdagangan bilateral.