Kementan Gali Potensi Produk Turunan Kelapa, Demi Tingkatkan Nilai Tambah

Kementan gali potensi produk turunan kelapa, demi tingkatkan nilai tambah. Komoditas Kelapa berkontribusi cukup besar sebagai sumber devisa negara 918kiss dari sisi ekspor. Saat ini kelapa berada pada peringkat ke 4 kontribusinya sebagai penyumbang devisa setelah sawit, karet dan kakao. Mengacu pada data BPS, hingga triwulan ke-2 tahun 2020, ekspor kelapa Indonesia sebesar 988,3 ribu ton atau senilai USD 519,2 juta.

Angka volume eskpor ini tercatat meningkat 16 persen dan 17 persen dari sisi nilai ekspor dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Saat ini sebagian besar petani kelapa memproduksi kelapa dalam bentuk kopra, sedangkan potensi produk turunan kelapa lainnya baik produk utama maupun produk samping sangat besar.

Baca Juga : Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Indonesia Bakal Resesi Pada Kuartal III Minus 2,9 Persen

Untuk itu melalui FGD Peningkatan Akses Pasar Serta Pengembangan Produk Utama dan Produk Samping Kelapa Berbasis Kelompok Tani yang merupakan rangkaian peringatan Hari Tani Nasional tahun 2020 dilaksanakan di Manado, 24 September 2020 dengan tujuan untuk menggali potensi-potensi produk turunan kelapa di provinsi sentra produksi kelapa untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia melalui kemitraan produksi dan pemasaran.

Kementan Gali Potensi Produk Turunan Kelapa, Demi Tingkatkan Nilai Tambah

Kementan Gali Potensi Produk Turunan Kelapa, Demi Tingkatkan Nilai Tambah

Direktur Jendral Perkebunan, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc dalam sambutan dan pembukaan acara secara virtual menyatakan melalui FGD kelapa ini yang tuju tidak hanya persoalan nilai tambah produk kelapa. Tapi bagaimana mencari kiss918 pasarnya, meningkatkan akses pasarnya.

“Untuk itu kami mengundang perwakilan dari ITPC Chennai India dan ITPC Shanghai China membicarakan potensi pasar dan hambatan ekspor produk kelapa Indonesia terutama di masa pandemic covid19, karena China dan India adalah 2 negara tujuan ekspor terbesar kelapa Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Baca Juga : Kenapa Insentif Prakerja Gagal Cair?

Direktorat Jenderal Perkebunan terus melakukan upaya-upaya akselerasi peningkatan ekspor 3x lipat (Gratieks) melalui peningkaran produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida), tentunya dengan mengedepankan penguatan kelompok tani berbasis korporasi petani di Kawasan pengembangan. Melalui penguatan kelembagaan petani ini akan ada jaminan standarisasi kualitas dan keberlanjutan usaha hingga peningkatan kesejahteraan petani sebagai outcome yang harus kita tuju.

“Terakhir kami berharap tercapainya kesepakatan kerjasama pada FGD kelapa yang akan ditandatangani mampu mendorong percepatan ekspor sehingga pada triwulan ke-4 tahun 2020, perekonomian negara dapat terdongkrak naik untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemic terutama di sektor pertanian,” ungkap dia.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi M.Sc dalam pemaparannya bahwa tantangan joker123 pengembangan kelapa nasional tidak hanya persoalan produktivitas tetapi juga nilai tambah yang sangat butuh perhatian yang besar.